Alt Title

Kerusakan Moral dan Perilaku Sadis, Buah Penerapan Sistem Kapitalis

Kerusakan Moral dan Perilaku Sadis, Buah Penerapan Sistem Kapitalis



Akidah Islam yang lahir dari proses berpikir dan diimani dengan keimanan yang sempurna akan mampu memberikan kekuatan dan kesabaran pada seorang hamba dalam menghadapi kesulitan hidupnya

Keimanan menjadi perisai untuk sabar dan tetap dalam kewarasan sehingga akan mencegahnya dari perbuatan keji dan tercela

______________________________


Penulis Ai Nurjanah

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis Dakwah 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Peristiwa memilukan terus terjadi silih berganti. Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) tidak henti-hentinya mewarnai pemberitaan di negeri ini. Misalnya saja kasus yang terjadi di Singkawang, seorang suami tega membunuh istrinya lantaran tidak terima digugat cerai. Kejadian berlangsung di kediaman mereka di Kelurahan Lirang, Singkawang, Kalimantan Barat. Melihat istrinya bersimbah darah, sang suami langsung menyerahkan diri ke polisi.  


Bukan hanya itu, peristiwa lainnya juga terjadi. Hanya karena masalah uang belanja seorang  suami bernama Nando (25 tahun) membunuh istrinya Mega (24 tahun) di depan anaknya yang masih balita. Kejadian ini terjadi di rumah kontrakannya di kampung Cikedokan, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi pada Kamis (07/09/2023) sekitar pukul 22.00 WIB.


Hal ini menunjukkan betapa lemahnya pengelolaan emosi dan daya tahan dalam menghadapi masalah kehidupan. Menjadi gambaran kurangnya keimanan yang ada di tengah masyarakat yang hidup dalam pengaturan sistem kapitalisme. Sistem yang mengemban ide liberalisme dan sekularisme.


Sebagai seorang muslim, memisahkan kehidupan dari Islam jelas sebuah kekeliruan. Karena Islam adalah landasan kehidupan dan solusi dari segala permasalahan.


Islam adalah agama yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah (Sang Pencipta), mengatur manusia dengan manusia, dan manusia dengan dirinya sendiri. Artinya, Islam bukan hanya mengatur ibadah ritual saja melainkan seluruh aspek kehidupan.


Jika manusia sadar akan hal ini, maka tidak akan mungkin semua kejadian-kejadian buruk terjadi, karena semua yang beriman dan bertakwa akan menjadikan Allah sebagai sandaran hidupnya. 


Kebebasan yang selama ini diusung oleh kapitalisme sejatinya adalah jalan yang membahayakan. Karena memberikan keleluasaan pada manusia yang lemah dan terbatas untuk menentukan standar kehidupan dan tolak ukur perbuatan.


Sementara itu di sisi lain akidah Islam yang lahir dari proses berpikir dan diimani dengan keimanan yang sempurna akan mampu memberikan kekuatan dan kesabaran pada seorang hamba dalam menghadapi kesulitan hidupnya. Keimanan menjadi perisai untuk sabar dan tetap dalam kewarasan sehingga akan mencegahnya dari perbuatan keji dan tercela.


Solusi Islam


Islam dengan segala kesempurnaannya telah mengajarkan bahwa kesempurnaan penerapan aturannya akan mengantarkan kepada kemuliaan hidup dan keselamatan. Sebagaimana firman Allah Swt. yang artinya, "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara kaffah dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan, sesungguhnya setan itu musuh nyata bagimu. (TQS. Al- Baqarah: 208)


Setidaknya akan ada tiga hal yang dijumpai dalam kehidupan Islam. 

1. Terciptanya Invidu dan Keluarga Muslim yang Bertakwa

Orang tua akan berusaha menanamkan keimanan yang kuat pada anak-anaknya dan memahami peran masing-masing dalam keluarga. Istri memahami peran sebagai istri, begitu pun suami memahami peran sebagai suami. Dan jika keimanan sudah tertancap kuat maka individu dan keluarga akan saling mengingatkan tentang perintah dan larangan Allah Swt..


Suami yang menerapkan agama dalam kehidupannya, dia akan paham apa saja kewajibannya sebagai suami, maka dia akan bertanggung jawab penuh dan berusaha bukan hanya menafkahi anak-anak dan istri dengan materi, tapi juga menjaga anak dan istri untuk selalu taat pada Allah Swt.. Dengan demikian, maka terciptalah keluarga yang tenteram, aman, dan bahagia.


2. Masyarakat yang Peduli

Di tengah-tengah masyarakat yang menerapkan hukum Islam akan tumbuh kepedulian yang tinggi kepada sesama. Mereka akan berusaha menjalin hubungan yang baik dan saling mengingatkan dengan tulus. Sehingga hal ini menjadi salah satu komponen penting yang akan membentengi anggota masyarakat dari perilaku tercela dan sadis.


3. Penerapan Islam oleh Negara

Negara akan menerapkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Jika ada kepala keluarga yang tidak bisa menafkahi karena tidak ada lapangan pekerjaan, maka negara bertanggung jawab untuk menyediakan lapangan pekerjaan. Sehingga seorang ayah atau suami akan mampu mengemban tugasnya dan tidak ada lagi konflik keluarga karena masalah ekonomi.


Jika terjadi pelanggaran atau kemaksiatan, maka negara akan menerapkan sistem Islam dengan tegas. Hukuman yang diberikan akan memberi dua hal, yaitu aspek jera (zawajir) yang dengannya akan menjadi pelajaran bagi siapa pun untuk tidak melakukan hal yang sama sehingga perilaku tersebut tidak akan terulang atau diikuti oleh yang lain.


Kemudian yang kedua adalah penebus dosa (jawabir) yang dengannya maka kesalahan yang sudah diberi hukuman di dunia dengan hukum Islam tidak lagi akan diperhitungkan di akhirat.


Dengan demikian, kerusakan moral dan perilaku sadis sebagai akibat dari penerapan sistem kapitalis hanya akan bisa ditumpas dengan penerapan aturan Islam dalam kehidupan.

Wallahualam bissawab. [SJ]