Alt Title

Dialog Sama Nabi (3): Peduli Lagi

Dialog Sama Nabi (3): Peduli Lagi


Ya Nabi apa hamba masih bisa jadi golonganmu?

Dengan bersikap tiada peduli politik dan ekonomi negeri ini

Dengan memisahkan agama dari kehidupan berbangsa dan bernegara

Dengan fokus diri saleh sendiri karena ibadah urusan nafsi-nafsi


Penulis Hanif Kristianto

Sastrawan Politik dan Analis Politik-Media


KUNTUMCAHAYA.com, PUISI - Barangsiapa bangun di pagi hari

Kemudian tidak memikirkan urusan umat ini

Maka bukanlah golongan nabi

Makjleb hamba bangun malah suka mikirin diri sendiri


Ya Nabi apa hamba termasuk yang tiada peduli?

Membiarkan nasib umatmu kini dalam kepapaan

Tanahnya dirampas penuh kezaliman

Material isi bumi diembat demi kepentingan jahat


Ya Nabi apa benar sikap hamba seperti ini?

Memuja muji pemimpin negeri yang katanya Ulil Amri

Giliran pemimpin itu tidak berhukum dengan syariat dan risalahmu

Diam termanggu menunggu dua mata bertatapan wajah


Bertemu dengan Ulil Amri kadang sangat susah

Apalagi tiada dekengan pusat

Lah wong ketemu di depan pagar istana saja sudah agenda keluar

Lalu kapan bisa ngbrol berdua untuk menasihati secara halus dan terencana?


Ya Nabi apa hamba masih bisa jadi golonganmu?

Dengan bersikap tiada peduli politik dan ekonomi negeri ini

Dengan memisahkan agama dari kehidupan berbangsa dan bernegara

Dengan fokus diri saleh sendiri karena ibadah urusan nafsi-nafsi


Ya Nabi gimana hamba daftar di barisanmu?

Adakah prasyarat untuk bisa dicatat?

Adakah DP untuk memudahkan urusan?

Adakah sebuah persembahan untuk dihaturkan?


Ya Nabi bagaimana bisa peduli lagi?

Cukupkah dengan selawat lalu hilang maksiat?

Cukupkah dengan selawat lalu pemimpin tiba-tiba taubat?

Cukupkah dengan doa-doa untuk mengubah kehidupan yang sudah di ambang sekarat?


Ya Nabi bagi dong tips lebih peduli lagi!!

Sudah banyak risalahmu disalahkan arti 

Selain engkau utusan dan pimpinan kepala negara

Dikira tiada miliki pengganti dalam urusan umat ini


Kalau boleh peduli lagi

Hamba ingin hidup seribu tahun lagi

Jika engkau berikan kisi-kisi untuk peduli lagi

Hamba ingin istiqamah memperjuangkan risalah hingga sampai tegak Khilafah 


Ya Nabi bagaimana bisa peduli lagi

Tatkala hamba mencukupkan diri sambil bermetafora 

Tatkala hamba asyik masyuk dengan mainan dunia

Tatkala hamba sering alpa tanpa merasa berdosa


Peduli lagi

Lagi peduli

Bagaimana nasib jadi golongan nabi

Kalau kini hamba tiada peduli? [By]


#puisi #puisihanifk #maulid #nabi #muhammad #sastra #saatraindonesia #dialogsamanabi