Alt Title

Tenggelamnya Remaja Bertakwa

Tenggelamnya Remaja Bertakwa

Sekarang tuh kayaknya sulit sekali ya buat cari circle yang bisa membantu kita selamat dan bahagia di dunia dan akhirat. Tapi tenang aja, caranya kalian bisa lho jadi teman yang seperti itu. Dimulai dengan hal kecil terlebih dahulu dan jangan lupa bekali dengan menuntut ilmu. Kalau udah dapat ilmunya baru tuh kita bisa membentuk circle yang tidak hanya membawa kita pada kebahagiaan dunia, tapi juga kebahagiaan akhirat

__________________________


Penulis Gosa Rahma Widya

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis Dakwah Remaja






KUNTUMCAHAYA.com, TEENAGER - Masya Allah bahasanya tenggelam ya. Tapi kalau dipikir lagi kalian merasakan itu juga gak sih? 


Dulu ketika belum peka dengan kondisi akhir zaman ini, kami pun  merasakan hal yang sama. Sudah terbiasa dengan remaja yang aktivitasnya hanya mencari bahagia lewat jalur pelanggaran pada aturan Allah. Biasa-biasa saja atas kesalahan-kesalahan di sekitar, yang seolah-olah kita malah mendukungnya. Tidak peduli akan kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukan dan menganggap itu benar karena kurangnya pemahaman tentang Al-Qur'an dan assunnah.


Kira-kira kalian pernah gini juga gak sih? 


Kayaknya hal ini wajar kalau dipahami oleh orang-orang yang hatinya belum sepenuhnya paham akan Islam. Mereka menganggap bahwa hidup itu "Ya udah ikutin arus dan zaman aja. Zaman sekarang udah susah kalo gak ngikutin tren, pasti nanti dikira ketinggalan zaman. Duh sekarang tuh cari uang susah kalo gak riba, daripada gak makan ya mau gimana lagi?"


Iya kan? Singkatnya, ya ini semua pemahaman daripada sistem kapitalis, yaitu yang tujuannya hanya mencari materi saja. Contoh sederhananya kita bantu orang tua kita beres-beres supaya dapet uang jajan tambahan. Kita berusaha cari contekan pas ulangan supaya nilainya bisa bagus, urusan jujur gak jujur mah belakangan. 


Dalam sistem ini, kita akan temukan banyak kerugian dan kesalahan yang tidak disadari. Sistem yang sudah masuk ke Indonesia ini sangat sulit dicegah karena pola pikir masyarakatnya sudah dirusak oleh kaum Barat yang sangat menentang Islam.


Contoh lagi nih, ketika kita melihat sebuah kemudharatan seseorang di depan mata dan menyiapkan tutur kata untuk dirangkai selembut mungkin dan diberikan padanya. Dia akan merasa terganggu dan mengandalkan alasan bahwa itu urusan dia dan tanggungan dia. Na'uzubillah tsumma na'uzubillah.


Saat ini remaja yang diinginkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menjadi generasi pengemban dan penegak Islam sudah hampir hilang dan punah. Dulu saat Rasul saw. berdakwah salah satu tujuannya adalah agar umatnya merasakan ketenangan dan kedamaian Islam. Tapi kita sadar gak sih? Kalau ternyata Remaja saat ini lebih memilih mencari ketenangan lewat apa yang mereka mau, bukan yang mereka butuh. Mereka lebih memprioritaskan nafsu dibanding ilmu.


Seorang remaja yang punya masalah dan merasa stres karena tak kunjung usai. Mereka lebih memilih mencari ketenangan lewat nafsu; entah itu merokok, pacaran karena merasa terjaga atau diperhatikan oleh pasangannya, bahkan sampai ada yang mabuk-mabukan. Mau di gudang kosong atau ke club, yang penting bisa tenang sejenak deh. Kalau ketenangan itu udah hilang pasti sasarannya narkoba. Pernah gak nemuin kondisi kayak gini?


Kayaknya hal ini gak usah ditanya ya, karena hampir setiap hari reporter kasih info tentang remaja yang berbuat demikian di berita. Duh miris ya.


Ini nih penyebab remaja yang bertakwa seperti kapal tenggelam, udah gak terlihat lagi, kecuali kalau kamu ke dasar laut terus berusaha buat cari kapal itu pasti ketemu. Itu tuh definisinya, remaja bertakwa sekarang emang susah, tapi bakal ketemu kalau kita berusaha untuk mencarinya.


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:


عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً “


Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau  mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk."


Hmm, pasti kalian gak asing kan sama hadis di atas? Ya betul. Sebagai umat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, hendaknya kita menerapkan hadis ini di dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang tuh kayaknya sulit sekali ya buat cari circle yang bisa membantu kita selamat dan bahagia di dunia dan akhirat. Tapi tenang aja, caranya kalian bisa lho jadi teman yang seperti itu. Dimulai dengan hal kecil terlebih dahulu dan jangan lupa bekali dengan menuntut ilmu. Kalau udah dapat ilmunya baru tuh kita bisa membentuk circle yang tidak hanya membawa kita pada kebahagiaan dunia, tapi juga kebahagiaan akhirat. Masyaallah.


Mau gak tuh teman-teman? Pasti jawabannya mau dong, gak mungkin ragu-ragu. Maka dari itu yuk jadikan diri kita pribadi yang tidak hanya saleh salehah, tapi juga muslih muslihah untuk orang-orang di sekitar kita. Wallahu a'lam bi ash-shawwab. []