Alt Title

RAMADAN TAHUN INI GAGAL ATAU SUKSES?

RAMADAN TAHUN INI GAGAL ATAU SUKSES?


Di saat saum, orang sukses akan senantiasa melakukan aktivitas produktif. Di antaranya seperti ketika siangnya saum maka dibarengi membaca Al-Qur'an, malamnya tarawih/qiyamullail


Adapun orang yang gagal, dialah yang hari-harinya malas dari waktu ke waktu tidur, bangun tidur lagi, tanpa ada aktivitas yang produktif


Penulis Lilis Lina Nastuti 

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com-Hari ini sudah pertengahan Bulan Syakban. Pada bulan ini tak sedikit Muslim terlalaikan dengan kesibukan yang mubah atau diperbolehkan oleh syarak, seperti makan bersama atau botram yang menjadi tradisi menjelang bulan suci Ramadan. Tentu perkara mubah tersebut jangan sampai mengalahkan amalan sunah.


Padahal Rasulullah saw. mencontohkan bahwa di Bulan Syakban justru memperbanyak saum sebagai ajang persiapan pendidikan dan latihan agar saat datang Ramadan siap dan kuat melakukannya.


Adapun perkara lainnya yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut:


Pertama persiapkan keimanan, karena kewajiban saum yang diseru adalah orang yang beriman. Hal ini termaktub dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya,


"Hai orang orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian saum, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang terdahulu supaya kalian bertakwa."


Jadi, kewajiban saum dikhususkan untuk yang beriman saja.


Kedua persiapkan ilmu. Itu karena dengan ilmu bisa jadi ibadah-ibadah kita makin bertambah gairahnya, semakin kuat melakukannya sampai ke puncak tertinggi merasakan nikmatnya ibadah saat didasari dengan ilmu. Tanpa ilmu seseorang akan buta, tidak tahu apa yang harus dilakukan.


Ketiga persiapkan harta. Dengan harta kita bisa bersedekah. Dengan harta juga kita bisa memberi makan orang lain untuk berbuka puasa.


Keempat persiapkan kesehatan. Hendaklah berbuka diawali dengan kurma agar fisik prima.


Kelima persiapkan untuk punya target terukur sesuai kemampuan. Seorang Muslim mesti membuat target berkenaan dengan apa yang ingin dicapai di bulan Ramadan tahun ini. Ukurlah hal demikian sesuai kemampuan.


Demikianlah persiapan-persiapan yang mesti kita ketahui, agar saum kita dapat terkategori saum yang sukses. Lantas apa saja ciri dari saum yang sukses? Cirinya adalah dari awal bahkan dua bulan menjelang saum sudah dipersiapkan dengan istiqamah melantunkan doa yang Rasulullah saw. contohkan. "Ya Allah, berkahilah aku di Bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikan kami kepada Bulan Ramadan."


Maka, saat saum pun orang sukses itu akan senantiasa melakukan aktivitas produktif. Di antaranya seperti ketika siangnya saum maka dibarengi membaca Al-Qur'an, malamnya tarawih/qiyamullail. Adapun orang yang gagal, dialah yang hari-harinya malas dari waktu ke waktu tidur, bangun tidur lagi, tanpa ada aktivitas yang produktif.


Karenanya, wajib kita ketahui bahwa Rasulullah saw. justru menjadikan Bulan Ramadan sebagai bulan perjuangan. Lihatlah betapa banyak peperangan yang dimenangkan kaum Muslimin justru terjadi dan dilakukan di Bulan Ramadan. Di antaranya adalah Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Yarmuk. Semua terjadi di Bulan Ramadan. Peristiwa Fathu Mekah pun terjadi di Bulan Ramadan, juga pembebasan Andalusia. Begitupun kemerdekaan RI terjadi Bulan Ramadan.


Jadi intinya kita bisa mengetahui terkait orang yang gagal dan sukses di Bulan Ramadan. Hal itu bisa dilihat dari amalan terakhir di Bulan Ramadan, apakah semangatnya makin meningkat berlipat, atau sebaliknya, makin malas tidak bergairah, sibuk dengan perkara mubah.


Begitulah penilaian gagal suksesnya Ramadan tahun ini bisa diketahui oleh masing-masing individu. Hanya yang bersangkutan dan Allah saja tentunya yang tahu tentang gagal dan suksesnya Ramadan tahun ini. Sukses akan diraih bagi orang yang makin taat.


Sukses pun akan dicapai untuk orang yang menjauhi dosa ghibah. Perkara ghibah ini yang sangat membahayakan sekali bagi pelakunya. Manakala seseorang berhasil meninggalkan gibah, maka dirinya termasuk seorang yang sukses melakukan saumnya.


Sukses juga akan didapat bagi orang yang tidak melakukan fitnah. Fitnah perkara yang sangat menyakitkan bagi orang yang terkena fitnah. Untuk itu berbahagialah orang yang bisa menghindari aktivitas fitnah.


Berikutnya mereka pun tidak menebar kebencian, mencari muka kesana-kemari. Sukses juga didapat bagi para pelanjut kehidupan Islam yang istikamah di jalan dakwah. Maka teruslah menjadi orang yang sukses, dengan mengetahui ilmu agama Islam yang dipraktikkan, bukan sekedar teori. Teruslah mengkaji Islam kafah dengan mendalam. Janganlah alergi dengan ajaran Islam.


Sebagaimana yang Rasulullah contohkan saat mentasqif (membina) para sahabat, dengan didasari mengokohkan iman. Itu karena atas dorongan iman lahirlah amalan yang heroik. Menjadikan para sahabat sebagai khalifah sepeninggal Rasulullah saw.. Dengan taskif pula maka lahirlah generasi unggul seperti Abu Bakar ash-Shiddiq ra., Umar bin Khattab ra., Utsman bin Affan ra., Ali bin abi thalib ra. dan lainnya.


Demikianlah tulisan ini dibuat sebagai penilai saat Ramadan, harus ada poin yang bisa diraih yakni takwa. Itu karena di saat takwa terbentuk, berubahlah hati seseorang dari hati yang sebelumnya sakit, menjadi hati yang suci; dari hati yang penuh benci terhadap saudara seiman, menjadi hati penyayang, lembut, memulyakan yang tua, mencintai yang muda. Harapannya tentu bahwa Ramadan tahun ini semoga sukses, memiliki hati yang lapang, hati  yang selamat yang bisa mengantarkan kita ke surga. Wallahualam bissawab.