Alt Title

Sistem Islam: Solusi Problematika Pendidikan

Sistem Islam: Solusi Problematika Pendidikan



Sistem pemerintahan Islam memiliki kas keuangan negara yang disebut Baitulmal 

dengan pos pemasukan terbesar dari pengelolaan sumber daya alam

___________


Penulis Yuni Irawati 

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Ibu Rumah Tangga


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI- Tahun ajaran baru kembali menjadi tantangan bagi banyak orang tua di berbagai wilayah Indonesia. Mereka harus berjuang mencari sekolah yang berkualitas sekaligus terjangkau agar anak-anak dapat memperoleh pendidikan yang layak. Harapan untuk menyekolahkan anak di tempat terbaik sering kali terbentur berbagai kendala yang tidak mudah diatasi.


Penerapan sistem zonasi di sejumlah daerah masih menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat. Tidak sedikit orang tua yang merasa kesulitan memperoleh sekolah yang sesuai dengan harapan karena keterbatasan pilihan berdasarkan wilayah tempat tinggal. (kompas.com, 25-06-2026)


Akibatnya, sebagian keluarga harus menerima kondisi yang tidak sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak mereka. Di sisi lain, biaya pendidikan yang terus meningkat juga menjadi beban tersendiri. 


Pengeluaran untuk kebutuhan seperti uang seragam, perlengkapan sekolah, dan berbagai biaya lainnya membuat banyak orang tua harus mengatur keuangan dengan lebih ketat. Kondisi ini menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan terjangkau masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.


Pendidikan yang semestinya menjadi hak setiap warga negara kini makin sulit dijangkauu oleh seluruh lapisan masyarakat. Berbagai biaya, mulai dari kebutuhan seragam, perlengkapan sekolah, hingga berbagai pungutan lainnya, menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas masih sangat dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi. 


Akibatnya, kesenjangan pendidikan terus terjadi dan tidak semua anak memperoleh kesempatan yang sama. Berbagai keluhan mengenai sistem zonasi juga memperlihatkan bahwa pemerataan kualitas pendidikan belum terwujud. Perbedaan fasilitas, kualitas tenaga pendidik, serta sarana pendidikan di setiap daerah menyebabkan kebijakan tersebut belum mampu memberikan keadilan bagi seluruh peserta didik. Kondisi ini menunjukkan lemahnya pengelolaan negara dalam menjamin layanan pendidikan yang merata.


Di sisi lain, negara belum sepenuhnya menjalankan perannya sebagai pengurus yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan pendidikan rakyat. Padahal Potensi sumber daya alam yang sangat besar seharusnya mampu menjadi sumber pembiayaan untuk menyediakan pendidikan yang gratis dan berkualitas. Namun, pengelolaan kekayaan tersebut belum sepenuhnya diarahkan bagi kemaslahatan rakyat sehingga beban biaya pendidikan masih banyak ditanggung masyarakat.


Akar dari berbagai persoalan tersebut adalah diterapkannya sistem kapitalisme yang menempatkan pendidikan sebagai sektor yang dapat dikomersialkan. Negara sebagai penanggung jawab utama dalam penyelenggaraan pendidikan nihil. Akibatnya, orientasi pelayanan bergeser kepada mekanisme ekonomi sehingga pendidikan yang gratis, berkualitas, dan merata sulit diwujudkan dalam sistem Kapitalisme.


Islam menetapkan pendidikan sebagai hak dasar setiap rakyat yang wajib dipenuhi oleh negara. Karena itu, negara berkewajiban menyediakan akses pendidikan yang mudah, berkualitas, dan dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun wilayah tempat tinggal.


Dalam sistem Islam, penguasa dipandang sebagai pengurus dan pelayan rakyat yang akan dimintai pertanggungjawaban atas amanahnya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ, "Imam (pemimpin) adalah pemelihara dan ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Oleh karena itu, negara tidak boleh melepaskan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan kepada individu atau pihak swasta.


Negara yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh akan berupaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata hingga ke seluruh wilayah. Penyediaan guru, sarana, kurikulum, serta fasilitas pendidikan menjadi tanggung jawab negara agar setiap rakyat memperoleh hak belajar secara adil dan optimal.


Pembiayaan pendidikan dalam sistem Islam berasal dari Baitulmal, khususnya dari pos kepemilikan umum dan sumber pemasukan syar'i lainnya, sehingga kebutuhan pendidikan dapat dipenuhi tanpa membebani masyarakat dengan biaya yang memberatkan. Dengan mekanisme tersebut, pendidikan dapat diselenggarakan secara gratis dan merata bagi seluruh rakyat. Wallahualam bissawab.[EA/MKC]