Alt Title

Persatuan Umat Menuju Kekuatan Global

Persatuan Umat Menuju Kekuatan Global



Maka dari itu, satu-satunya jalan untuk mengembalikan potensi umat dan 

menumbuhkan kembali kekuatan mandiri adalah dengan bersatunya umat di seluruh dunia

_________________________


KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA - Pada tanggal 28 Februari 2026, AS dan Isra*l menyerang Iran dengan titik target sejumlah fasilitas seperti militer, pemerintahan, dan nuklir. Serangan tersebut menandai awal perang terbuka.


Tak tinggal diam, Iran pun melakukan perlawanan dengan serangan rudal dan drone yang menyasar ke berbagai lokasi strategis Israel, juga pangkalan militer di berbagai negara Teluk yang menjadi sekutu Amerika Serikat (AS) Bahkan Selat Hormuz yang menjadi jalur minyak dunia saat ini ditutup oleh Iran untuk kapal-kapal AS dan sekutunya. 


Di luar prediksi, Iran dapat menaklukkan persenjataan AS yang dikatakan canggih dan mahal itu. Menurut United Nations Development Programme (UNDP) sebagai salah satu organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan kerugian AS berkisar US$ 97 miliar sampai US$ 299 miliar atau setara dengan Rp1.649 triliun hingga Rp 5.083 triliun. (CNBCIndonesia.com, 15-04-2026)


Pengkhianatan Negeri-Negeri Muslim


Saat ini Iran-AS sedang masa gencatan senjata. Poin-poin yang mereka ajukan hanya sebatas untuk kepentingan negeri mereka sendiri, tidak ada sedikitpun yang menyinggung masalah P4lestina dan G4za. Hal ini memperjelas bahwasanya Iran tidak sepenuhnya mewakili kaum muslim. 


Saat AS mulai kelelahan atas tekanan geopolitik, dan sekutunya terus terjebak dalam krisis berkepanjangan, tiba-tiba muncul "inisiatif damai" dari penguasa negeri-negeri muslim. Salah satunya rezim Pakistan yang ingin menyelamatkan musuh umat, bukan untuk umat. Di antaranya permintaan, penundaan perang, pengajuan, membuka jalur strategis, serta undangan perundingan. Di mana semuanya tampak indah padahal realitanya pahit.


Ini bukanlah diplomasi untuk menghentikan kezaliman. Ini adalah evakuasi terhormat bagi kekuatan besar yang mulai terpojok. Fakta pun terungkap dengan sangat jelas yang mereka lindungi adalah stabilitas hegemoni Amerika, wajah imperium yang mulai retak. Sebaliknya, umat dibiarkan yang menanggung luka, seperti biasanya. 


Potensi Besar Dunia Islam


Sesungguhnya umat Islam memiliki potensi kekuatan yang sangat besar yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Di antaranya: Pertama, kekuatan militer di berbagai negeri muslim. Kedua, sumber daya alam (SDA) terutama minyak dan gas yang dibutuhkan dunia. Di Timur Tengah terdapat cadangan minyak dunia sekitar 48%, dan ada sekitar 17% cadangan gas bumi, itu semua ada di negeri-negeri muslim. Hal ini menjadikan dunia Islam kawasan dengan pengaruh energi global yang sangat besar. Ketiga, geopolitik yang strategis seperti, Selat Hormuz, Terusan Suez, Selat Malaka, dan lain-lain. 


Sungguh disayangkan potensi besar yang dimiliki umat Islam itu tidak pernah benar-benar digunakan untuk membela Islam dan muslim. Namun, sebaliknya potensi umat Islam dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas sistem global yang didominasi oleh kekuatan kafir penjajah di bawah hegemoni Amerika. Ini adalah musibah besar bagi kaum muslim. 


Memperkokoh Tujuan Kaum Muslim Sedunia


Saat ini negeri-negeri muslim tercerai berai dalam ikatan sempit nasionalisme, itu semua akibat dari penjajahan oleh imperialis Barat. Maka dari itu, satu-satunya jalan untuk mengembalikan potensi umat dan menumbuhkan kembali kekuatan mandiri adalah dengan bersatunya umat di seluruh dunia dan memperjuangkan agama Allah Swt. dari semua bentuk gangguan kaum kafir. Karena haram bagi kaum muslim yang berdiam diri. Haram pula para penguasa negeri muslim yang terus tunduk pada kepentingan penjajah Barat.


Dalam sejarah Islam, telah mengajarkan kita tentang satu hal penting, yaitu kebangkitan tidak pernah lahir dari penguasa yang tunduk, tetapi dari umat yang sadar. Menumbuhkan kembali kesadaran umat Islam sedunia untuk meyakinkan kembali bahwasanya kita bukan tidak memiliki kekuatan atau hilang, melainkan hilangnya kesatuan arah mereka. 


Andaikan seluruh potensi negeri-negeri muslim disatukan, bisa dibayangkan, sebesar apa kekuatan militer, ekonomi dan politik umat Islam dan berada dibawah satu kepemimpinan global yang independen. Maka sejak itulah peta dunia akan berubah secara fundamental, Islam bukan lagi objek permainan global, tetapi Islam akan menjadi subjek yang akan menentukan arah sejarah dunia saat ini. Di bawah naungan institusi khilafah, di bawah kepemimpinan seorang pemimpin Islam. Karena ini adalah salah satu kewajiban syar'i. Rasulullah saw. menegaskan:


"Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah perisai, kaum muslim berperang di belakangnya dan berlindung kepada dirinya" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Jadi, keberadaan kepemimpinan Islam global merupakan keniscayaan untuk kebangkitan Islam dalam mencapai kemuliaan Islam dan kaum Muslim. Wallahualam bissawab. [GSM/MKC]


Ummi Qyu