Alt Title

Sisi Gelap Buku Broken Strings dan Isu Child Grooming

Sisi Gelap Buku Broken Strings dan Isu Child Grooming



Isu child grooming yang pertama dilakukan oleh pelaku adalah dengan menjauhkan anak dari support terbaiknya

yaitu orang tua, keluarga, atau pun teman terdekatnya sehingga korban hanya mampu mengandalkan si pelaku

______________________


KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA- Pada awal tahun lalu publik dihebohkan dengan viralnya sebuah buku yang ditulis oleh seorang publik figur bernama Aurelie Moeremans dengan judul Broken Strings.


Dikutip dari (@Rambay.id, 14-01-2026) sesuai artinya "benang yang putus" yang ia ibaratkan sebagai sebuah senar gitar yang apabila dimainkan terus menerus, maka lama-kelamaan akan putus dan semakin tak terarah lantunan suaranya. Buku ini menceritakan isu tentang child grooming yaitu sebuah praktik manipulatif psikologi yang di lakukan terhadap anak di bawah umur oleh seorang yang sudah dewasa dengan iming-iming cinta, perhatian, kasih sayang. Alhasil, korban merasa dialah malaikat penolongnya sampai akhirnya tertipu dan mengikuti pola yang dibuat oleh pelakunya.


Dalam kasus ini hal yang perlu kita garis bawahi adalah tentang bagaimana kita memandang anak sebagai sebuah amanah, seperti yang telah Allah perintahkan dalam QS. At-Tahrim: 6


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ 


Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." 


Pada ayat di atas Allah memerintahkan untuk menjaga keluarga kita dari panasnya api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. Dalam hal ini yang bertugas pertama kali menjaga anak adalah orang tuanya. Maka wajib bagi setiap orang tua memberikan pemahaman tentang Islam sejak dini, mengenalkan tuhan yang satu hanyalah Allah Swt. Selain itu, orang tua harus memberikan maklumat bahwa ia harus menjaga dirinya dengan menaati Allah dan meneladani Rasulullah saw..


Maka dalam isu child grooming yang pertama dilakukan oleh pelaku adalah dengan menjauhkan anak dari support sistem terbaiknya yaitu orang tua, keluarga, ataupun teman terdekatnya sehingga korban hanya mampu mengandalkan si pelaku.

 

Namun, jika anak sudah mengenal Tuhannya sejak dini, mengetahui bahwa ia memiliki batasan terhadap lawan jenis serta memiliki fondasi iman yang kuat. Dengan demikian, inshaa Allah anak tidak mudah percaya tipu daya manusia dengan berbagai iming-iming.


Isu child grooming ini sering kali dikaitkan dengan kisah Rasulullah saw. karena menikahi ibunda Aisyah r.a. saat beliau masih sangat muda. Namun, dari kisah yang sangat mendunia ini ada satu hal yang sering tersembunyi, yaitu tentang apa alasan Rasulullah menikahi ibunda Aisyah dan fakta bahwa Rasulullah tidak menyentuh ibunda Aisyah sampai beliau balig dan dewasa.


Adapun alasan Rasulullah menikahi ibunda Aisyah bukanlah karena nafsu semata, melainkan karena perintah Allah langsung serta memberikan manfaat yang sangat banyak terutama untuk mewarisi ilmu di mana ditunjukkan dengan banyaknya hadis yang diriwayatkan oleh ibunda Aisyah r.a. yang sekarang banyak dijadikan rujukan oleh umat Islam.


Khatimah


Solusi yang bisa kita lakukan untuk mengatasi isu child grooming yang sedang saat ini salah satunya adalah dengan memberikan peran orang tua secara penuh penuh terhadap anak yang dilandaskan oleh ajaran Islam, membentuk fondasi iman yang kuat, serta memberikan pengetahuan tentang batasan antara laki-laki dan perempuan sejak dini.

 

Memberikan teladan terbaik sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw., kepada generasi. Agar generasi paham tentang jati dirinya dan tidak tersesat di era yang menjatuhkan manusia dari Islam. Wallahualam bissawab. [SM/MKC]

 

Tri Ayu Lestari, SPd