Kerusakan Dunia dalam Cengkeraman Kapitalisme: Islam Solusinya
OpiniSejatinya Islam adalah sebuah ideologi atau mabda yang mengurus seluruh hajat manusia secara menyeluruh
baik individu, masyarakat, maupun negara
______________________________
Penulis Aksarana Citra
Kontributor Media Kuntum Cahaya
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Selama lebih dari satu abad, dunia berada di bawah cengkeraman hegemoni Barat yang dipimpin oleh negara adidaya Amerika Serikat. Dunia saat ini tidak lagi netral dan keadilan seakan menjadi barang langka yang tidak berpihak pada kemanusiaan.
Dominasi kekuatan global ini digerakkan oleh ideologi kapitalisme sebagai fondasinya. Sistem yang tidak hanya mengatur peta politik dan ekonomi, tetapi juga mengubah cara pandang, nilai, dan hidup masyarakat global.
Dampak paling nyata dirasakan oleh umat Islam. Umat saat ini terpuruk dalam segala aspek. Cengkeraman neoimperialis yang mana penjajahan bukan sekadar fisik, tetapi pemikiran. Genosida P4lestina adalah bukti nyata dari arogansi kekuasaan imperalis global dalam mempertahankan dan memperluas dominasinya di negara-negara kaum muslim di Timur Tengah, Irak dan Libya.
Inilah contoh bagaimana negeri muslim yang memiliki kedaulatan dan sumber daya alam strategis dihancurkan melalui invasi militer politik dan rekayasa konflik atas nama demokrasi dan keamanan global. Padahal nyatanya itulah upaya para kapitalis untuk meraup dan mengeksploitasi sumber daya alam negara lain untuk menumpuk keuntungan dan memperbanyak modal mereka.
Selain itu, penjajahan tidak serta merta melalui fisik, tetapi pemikiran. Pemikiran umat Islam saat ini banyak terpengaruh oleh budaya asing, mengubah cara pandang, nilai dan hidup umat. Anak-anak dan remaja kita diracuni oleh konten-konten ataupun game game yang melalaikan dan membodohkan mereka sehingga waktu perhatian dan potensi berpikir teralihkan kepada hal-hal yang tidak bermanfaat.
Generasi muda dibentuk agar sesuai dengan tujuan para elite global. Generasi muda disibukkan dengan kesenangan sesaat bukan mencari makna hidup dan ilmu. Akibatnya generasi muda tidak lagi kritis dalam berpikir dan tidak peka terhadap permasalahan sekitanya.
Pada saat yang sama, masyarakat di banyak negara berkembang dijerat dengan kesulitan ekonomi yang diakibatkan dari gaya hidup yang para elite ciptakan. Adanya pinjol, judol, dan berbagai skema ekonomi lainnya adalah upaya para elite untuk memiskinkan dan membodohkan manusia.
Alhasil, manusia terjebak dalam lingkaran utang dan tekanan hidup. Kondisi ini membuat manusia tidak lagi berpikir kritis dan jernih. Tidak pula mempertanyakan akar masalahnya atau mencari solusi alternatif lainnya yang jauh lebih adil.
Ini bukti nyata hegemoni AS dengan ideologi kapitalisnya mampu menjauhkan umat dari pemikiran Islam. Inilah realitas yang terjadi pada umat, umat Islam makin lemah dan menderita karena nilai-nilai spiritual agama tidak digunakan dalam kehidupan.
Dominasi kapitalis nyatanya selain berpengaruh pada manusia, alam pun terkena dampaknya. Banyaknya deforestasi hutan di berbagai belahan dunia seperti hutan hujan Amazon. Perkiraan kini tingkat deforestasi Amazon mencapai 17% dan titik kritisnya berada di angka 20-25%. Jika titik kritisnya tercapai, hutan hujan terbesar di dunia ini bisa berubah menjadi padang rumput kering. (Amazon Konservasi).
Selain itu, pertambangan di berbagai wilayah di dunia yang menghasilkan cuan bagi kapitalis, tetapi kesengsaraan bagi manusia. Contohnya di Kongo yang kaya kobalt. Kongo menguasai 50 % cadangan global dan menyumbang 70-80% produksi kolbat dunia. Namun, Kongo menghadapi konsekuensi yang berat dari penambangannya.
Ironisnya, Barat menikmati hasilnya, yakni teknologi yang ditenagai kolbat. Kobalt merupakan bahan yang penting untuk teknologi khususnya pada baterai lithium ion yang digunakan pada smartphone dan mobil listrik.
Sebagai informasi, dunia memiliki tiga hutan hujan tropis terbesar yang tersisa yaitu Hutan Amazon, Hutan Hujan Asia Tenggara, dan Hutan Cekungan Kongo. Limbah hasil penambangan kobalt mengandung bahan kimia yang beracun dan akhirnya merusak alam dan hutan. (kompas.com, 10-06-2025)
Sudan yang kaya akan emas, kini menjadi medan tempur yang diciptakan oleh kepentingan para kapitalis. Mereka saling berebut untuk menguasai wilayah tersebut. Sudan dapat menghasilkan emas 70 ton selama tahun 2025. Nilai yang sangat besar itu menjadi incaran para elite kapitalis untuk menguasainya.
Namun, negara kaya seharusnya masyarakatnya hidup sejahtera. Sebaliknya, masyarakat hidup dalam kecemasan dan pembantaian serta perang saudara yang dibekengi Barat. (antara.com, 29-12-2025)
Lalu di negara kita tercinta Indonesia bencana ekologi banjir bandang di Sumatra menyisakan kesedihan mendalam untuk para korban. Ketika banjir kayu gelondongan menjadi bukti bahwasanya selama ini penambangan pembalakan liar dan alih fungsi lahan untuk pertambangan dan pertanian yang menghasilkan pundi-pundi kekayaan malah mendatangkan bencana. Tercatat korban meninggal sebanyak 1.189 korban jiwa dari 3 daerah terdampak (Tribata News, 14-01-2026)
Kenyataan pahit yang harus diterima masyarakat yang menjadi korban para elite kapitalis yang hanya duduk manis ketika banjir menerjang. Kelaparan pascabanjir menghantui para penyintas karena bantuan datang terlambat, tidak merata bahkan kerap dijadikan komoditas politik dan panggung politik para elite.
Mereka yang merusak, tetapi mereka yang mendapatkan kenikmatan dari eksploitasi lahan. Inilah realitanya berbagai bencana ekologis di dunia akibat dari keserakahan kepemimpinan kapitalisme global.
Operasi militer dilancarkan AS pada Sabtu 3-1-2026 untuk menangkap Presiden Venezuela dan istrinya. Banyak negara mengecam tindakan ini dan menyebut ini tidak ada bedanya dengan penculikan dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. AS melakukan tindakan ini karena menuduh Maduro adalah seorang pemimpin kartel narkoba Cartel de Los Soles.
Trump beralasan untuk menjaga keamanan internasional dan atas upaya penegakan hukum internasional. Atas dasar inilah AS menangkap Maduro di kediamannya agar peredaran narkoba ke AS bisa diberantas. Dengan penangkapan ini, makin membuktikan kuatnya imperialis AS.
Di sisi lain, faktanya Venezuela mempunyai cadangan minyak terbesar di dunia sebanyak 17% atau sebanyak 303 miliar barel lebih banyak dibandingkan Arab Saudi. Apakah ini tujuan AS sebenarnya?
Rezim Maduro selama ini menjauhi perusahaan minyak AS dan malah bekerja sama dengan Rusia, Cina, dan Iran. Di mana negara-negara tersebut merupakan musuh bebuyutan AS. Maduro berpikiran bahwa AS ingin menguasai cadangan minyak negaranya dan pada hari terjadinya penangkapan presiden minggu lalu.
Trump dengan terus terang menginginkan perusahaan minyak negaranya masuk ke Venezuela dan menjadi investor dengan nilai miliaran dollar ke Venezuela. Maka dengan penculikan ini hambatan terbesar Trump hilang dan pasokan minyak energi ke AS aman dan ekonomi di kawasan stabil.
Selain itu, AS akan mengendalikan Venezuela dan mengawal transisi kekuasaan ke pemerintahan yang sah makin menunjukkan arogansinya dengan melakukan serangan dan ancaman ke berbagai negara di dunia termasuk Venezuela. (bbcnews.com, 7-1-2026)
Itulah fakta-fakta nyata bahwasanya ideologi kapitalis sekuler yang merajai dunia saat ini telah merusak seluruh sendi kehidupan manusia di dunia. Banyak manusia yang menjadi korban dari cengkeraman ideologi ini. Dalam ideologi ini, hanya yang kuat dan bermodal bisa bertahan, yang lemah tersingkir.
Segala hal diukur dengan materi dan keuntungan untuk segelintir elite. Nilai-nilai agama dan spiritual secara sistematis dijauhkan dari kehidupan karena dianggap sebagai penghalang kemajuan. Manusia dibuai kenikmatan semu, gaya hidup konsumtif, kebebasan tanpa batas dan dijanjikan dengan kebahagiaan yang instan. Selain itu, ideologi kapitalisme sekuler merusak sendi-sendi kehidupan umat islam dari segala aspek, baik dalam hal akidah, muamalah, akhlak, ekonomi, politik, sosial, budaya, dan pendidikan.
Akidah dijauhkan dari penerapan syariat Islam. Dengan perlahan akidah manusia rusak karena cara pandang umat kini condong ke kapitalis dan sekuler simbol Islam hanya ada di perayaan tertentu saja dan ibadah bersifat individual. Sementara sistem Islam yang nyatanya bisa mengatur kehidupan manusia disingkirkan.
Masyarakat kini hidup di atas ketidakadilan ekonomi, praktik riba, gharar, penipuan dan eksploitasi mengancam masyarakat. Ironisnya, umat kini terjebak pada sistem ekonomi yang menindas, tetapi dianggap normal dan legal.
Dalam sistem politik dampak dari sistem ini jauh lebih parah. Jual beli jabatan, politik uang, dan transaksi kekuasaan merupakan hal yang lumrah. Dalam negara dengan sistem sekuler kapitalis demokrasi, negara hanya sebagai institusi menjalankan tugas administrasi. Namun, arah kebijakan yang diambil pemerintah ditentukan oleh kepentingan para elite. Hukum dibuat untuk melindungi para elite keputusan strategis hanya untuk kepentingan oligarki bukan pada kemaslahatan umat.
Dominasi Barat yang dipimpin AS dengan ideologinya yang menghalalkan segala cara untuk menguasai dunia dan menggunakan berbagai cara demi tercapainya tujuan mereka. Termasuk melakukan aneksasi tindakan pengambilalihan atau pencaplokan wilayah aset atau kedaulatan suatu pihak oleh pihak lain secara sepihak, yang dilakukan oleh negara yang kuat terhadap negara yang lebih lemah.
Sejak berakhirnya perang dunia ke II, dunia terbelah dalam pertarungan dua ideologi besar blok Barat dengan AS pemimpinnya membawa ideologi kapitalisme dan blok Timur dipimpin Uni Soviet yang membawa ideologi sosialisme. AS sebagai blok pemenang kemudian memegang kendali besar atas tatanan politik dan keamanan global termasuk melalui NATO.
Sejatinya NATO dibentuk sebagai aliansi pertahanan, bukan badan yang memberikan kebebasan mutlak bagi anggotanya untuk bertindak tanpa aturan atau pun melakukan agresi militer ke negara lain. Namun, dalam praktiknya NATO justru menjadi alat legitimasi bagi kepentingan AS untuk melakukan intervensi, invasi, dan tekanan politik kepada negara-negara yang menghambat kepentingannya.
Sejatinya Islam adalah sebuah ideologi atau mabda yang mengurus seluruh hajat manusia secara menyeluruh, baik individu, masyarakat, maupun negara. Mabda Islam memiliki aturan yang bersumber dari Al-Qur’an dan As Sunnah sehingga mampu mengatur mengurus seluruh hajat manusia dalam segala aspek ibadah, politik, muamalah, ekonomi, akhlak, sosial budaya dan pendidikan.
Sebagai umat Islam seharusnya menggunakan mabda yang sudah Allah Swt. turunkan melalui Rasulullah saw.. Sejarah telah membuktikan 1300 tahun lebih manusia hidup dalam kesejahteraan dan keadilan karena penerapan syariat Islam dalam naungan Khil4fah.
Mabda Islam bukan hanya mengatur urusan ibadah ritual saja. Lebih dari itu mabda Islam menjadi pedoman hidup yang menyeluruh, mengatur hidup manusia dari bangun tidur sampai membangun negara serta membangun hubungan internasional.
Mabda Islam dijalankan sebagai amanah, hukum ditegakkan dengan adil. Kesejahteraan dapat terwujud, segala macam bentuk diskriminasi dan kejahatan dihilangkan. Mabda Islam memihak kepada masyarakat, bukan pada kepentingan segelintir elite.
Dengan tegaknya kepemimpinan Islam inilah yang mampu melawan hegemoni AS yang makin mencekik kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Kepemimpinan Islam satu-satunya harapan untuk mengembalikan tatanan kehidupan dunia yang penuh rahmat.
Mabda yang akan membebaskan manusia dari dominasi ideologi kapitalis, menghentikan segala bentuk penjajahan, dan mengembalikan ke tatanan hidup yang sesuai dengan syariat Islam agar terciptanya keamanan dan kesejahteraan umat manusia.
Dengan penerapan syariat Islam dalam naungan Khil4fah yang tidak hanya melindungi umat, tetapi juga melindungi manusia dari kezaliman, kemungkaran, kemaksiatan berbagai kerusakan dan bencana.
“Wahai orang-orang beriman, masuklah kamu ke dalam islam secara kaffah (menyeluruh). Dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: 208)
Wallahualam bissawab.


.jpg)