Alt Title

Bertahan dalam Taat di Era Globalisasi Media

Bertahan dalam Taat di Era Globalisasi Media

 


Cukup dengan keyakinan bahwa

kamu masih bertahan dalam ketaatan di era tren viral saat ini


___________________


Penulis Irma Oktaviana

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, INSPIRASI - Langkah awal ketaatan harusnya didasari oleh keimanan. Kemudian membuat komitmen dengan sungguh-sungguh. Dimulai dari hal kecil hingga bisa mengarah kepada hal yang lebih besar.


Namun, perlu disadari bahwa untuk menjalaninya, kita harus mempunyai ilmu yang bersumber dari Al-Qur'an. Seperti dalam An-Nisa ayat 59: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu."


Tidak mudah, tetapi insya Allah bisa mengapa? Karena setiap langkahnya adalah pembelajaran. Karena itulah kita tidak nikmati saja setiap ritmenya. Ilmu itu memang banyak, tetapi tidak semuanya mampu. Bersyukurlah jika kita dianugerahi rasa syukur itu walaupun masih bertahap. 


Karena, "Aku juga punya tujuan seperti yang lain hanya saja jalanku tak semudah itu". Terkadang ada beberapa orang yang harus kita beri jarak, agar hati kita menjadi nyaman. Ada beberapa orang yang harus kita 'silent' dan 'skip' agar pikiran kita jauh lebih tenang, mental kita pun lebih aman. Bukan untuk memutus ukhuwah atau silaturahmi. Hanya saja menghindari adanya penyakit hati dan menutup peluang mereka kembali menzalimi. 


Letakkan juga seluruh hatimu pada semua takdir Allah. Bahkan di saat kamu tidak mengerti akan rencananya. Kamu boleh menangis. Bahkan kamu bisa berdoa. Kamu tunggu langkah selanjutnya, hikmah apa yang sudah Allah siapkan. But deep down, you believe, apa yang Allah simpan, selalu lebih baik dari apa yang kamu minta.


Bahkan, "Janganlah kau meremehkan kehidupan seseorang, hanya karena takdirmu itu lebih baik dari mereka." Tidak semua perjuangan perlu disaksikan orang lain, cukup Allah yang jadi saksi. 


Adapun proses yang memang sangat diciptakan untuk sunyi, supaya kamu bisa belajar mengenal dirimu sendiri tanpa harus ada tepuk tangan dan tanpa ada validasi dari orang lain. Cukup dengan keyakinan bahwa kamu masih bertahan dalam ketaatan di era trend viral saat ini, yaitu "di saat orang-orang berlomba dengan fashionnya, prinsip yang di luar syariat, pemahaman yang jauh dari Al-Qur'an. Bahkan pergaulan yang di luar kendali sehingga terjadi permasalahan yang makin rumit, contohnya judol, zina, dan pembunuhan. 


Pada akhirnya semua hanya perihal waktu saja yg masih menjadi tanda tanya.  Selalu ada hikmah di setiap kejadian yang terjadi. Selain itu, ada maksud  baik di setiap pertemuan. Tidak ada yang kebetulan, semuanya digerakkan oleh Allah, penulis skenario terbaik. (@rickyy.ramadhani, Ig threads, 12-01-2026)


Kadang kita diberi ujian agar kita bisa tumbuh lebih baik dari sebelumnya. Allah pun akan beri kebahagiaan agar kamu mampu kembali ingat gimana caranya tersenyum kembali. Lalu kita diberi kehilangan agar kamu mampu kembali menemukan diri sendiri dengan jalan yang baik.  


Dengan perlahan, waktu akan menjawab semuanya. Bahkan waktu akan merawat dan menyembuhkan segalanya dengan kehendak Allah. Wallahualam bissawab. [Dara/MKC]