Alt Title

Muhammad saw. Sang Idola

Muhammad saw. Sang Idola

 


Engkau ajarkan pula kami untuk bertakwa, sebab takwa seorang hamba yang Allah nilai

Bukan kaya miskin, baik buruk rupa

______________________________


Penulis Inge Oktavia Nordiani

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, KISAH - Sejak kecil telah nampak tanda-tanda akan menjadi orang yang paling utama di muka bumi ini. Akhlak dan perangainya terjaga. Kejujurannya tiada celah sehingga digelari Al Amin. Terhormat keluarganya dan memiliki kelebihan mampu mereda pertikaian.


Masih teringat kala orang-orang di Mekah berselisih untuk menempatkan Batu Hajar Aswad ke tempatnya kembali, terjadi banjir besar di sana.


"Aku yang layak, tidak, akulah yang layak, akulah yang pantas," begitulah emosi semua pihak.


Maka datang tuntunan pada mereka bagi siapa saja yang pertama kali melewati pintu Ka'bah maka dialah yang berhak untuk meletakkan Batu Hajar Aswad tersebut dan orang yang pertama kali melewati pintu Ka'bah tersebut adalah Muhammad. 


Dengan bijaknya Muhammad mengambil kain sorbannya dan meletakkan batunya tersebut di tengah-tengah kain dan semua pemimpin suku dapat membawa batu tersebut dengan memegang ujung pada masing-masing kain. Subhanallah


Muhammad, engkau ajari kami untuk meng-esa-kan Tuhan yang satu, Allah Subhanahu wa Taala penguasa alam semesta dan jagad raya. 


Dengan apa yang dibawa Muhammad mampu menjadikan seorang Bilal bin Rabbah menjadi kokoh imannya. Bilal mampu untuk menahan sakitnya batu besar yang menimpa dadanya, yang dari lisan Bilal hanya terucap Ahad.


Dengan ajaran Islam, mampu mewujudkan keimanan yang kokoh pada Ibunda Sumayyah, yang rela ditusuk oleh besi dari depan hingga belakang tubuhnya, daripada harus mengorbankan keimanannya kepada orang-orang Quraisy.


Dengan Islam, mampu mengubah seorang Umar bin Khattab dari yang keras hingga tegas membawa kebenaran.


Dengan hadirmu kami mengetahui arti dari hijrah. Engkau memahamkan kami bahwa Islam sebagai tuntunan kehidupan di segala aspek.


Dengan Islam ini aku dapat menjadi pribadi baik dan luhur. Rasulullah mengajari kami tidur di tiga waktu. Menghabiskan sepertiga malam dengan bermunajat pada Allah Swt..


Engkau ajarkan pula kami untuk bertakwa, sebab takwa seorang hamba yang Allah nilai. Bukan kaya miskin, baik buruk rupa. 


Dengan Islam kami tahu bahwa seorang anak tidak boleh mengucapkan kata 'uh', 'ah' kepada kedua orang tuanya. Engkau pun mengajari kami bagaimana laki-laki dan perempuan bergaul.


"laa taqrobuzzina."


Merupakan lampu merah pergaulan remaja yang menunjukkan bukti rusaknya pergaulan hari ini, tersebab laki-laki dan wanita melanggar rambu-rambu tersebut.


Engkau ajarkan kami tentang kemuliaan seorang laki-laki dan wanita. Engkau ajarkan kami untuk tidak sekadar menjaga masalah kebersihan, melainkan arti dari sebuah kesucian. 


Engkau ajarkan kami betapa tingginya ikatan suci pernikahan. Engkau ajarkan kami untuk bertakwa di mana pun berada, tidak hanya di masjid atau di musala.


Engkau mengajarkan kami untuk selalu merasa diawasi oleh Allah Swt., sehingga ramai dan sepi ini tidak membedakan perbuatan kami. 


Ya Nabi Ya Rasulullah, cahaya hati kami Kekasih Allah

Anta syamsun, anta Badrun 

Anta nurun fawqa nuri


Engkaulah surga yang menyinari kelamnya hati manusia

Engkaulah purnama penenang gelapnya jiwa manusia 

Engkaulah cahaya di atas cahaya

Ya Rasulullah berilah syafa'atmu pada kami. Wallahualam bissawab. [SJ]