Alt Title

Benarkah Narasi Khilafah Perlu Diwaspadai?

Benarkah Narasi Khilafah Perlu Diwaspadai?

 


Rasulullah saw. memberikan teladan bagi seluruh umatnya bahwa beliau tetap istikamah dalam menyampaikan dakwah Islam

Sehingga mampu mencerdaskan umat Islam dengan menyampaikan pemikiran Islam dan aturan-aturannya yang sempurna hingga penerapan sistem Islam

______________________________


Penulis Rosmili

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Khilafah adalah sebuah negara yang mampu menaungi seluruh kehidupan manusia. Hari ini tepat 100 tahun tanpa Khilafah. Banyak yang berusaha mengabaikan atau menghapus sejarahnya. Akan tetapi, jejak sejarah Khilafah tidak akan hilang di benak kaum muslim yang mana terakhir runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada tahun 1924 M. 


Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Center For Religius and Cross-Cutural Studies (CRCS) Universitas Gajah Mada, Mohammad Iqbal Ahnaf, menyampaikan bahwa pemerintah dan masyarakat untuk tetap mewaspadai narasi-narasi yang ada di kebangkitan Khilafah.


Untuk mendapatkan momentum pada tahun 2024 yang bertepatan dengan 100 tahun runtuhnya Kekhilafahan Turki Utsmaniyah. Berbagai ancaman dari ideologi transnasional selalu ada. Gagasan Khilafah yang ditawarkan menjadi sebuah panacea atau obat segala penyakit dan mampu menyembuhkan kekecewaan, ketidakadilan dan berbagai problematika yang dialami manusia, akan menggiurkan sebagian masyarakat. 


Walaupun demikian masyarakat Indonesia tetap tidak berpihak pada tawaran untuk penerapan Khilafah sebagai solusi bagi masalah kehidupan. Akan tetapi, hal tersebut hanya akan bersifat teoritis. Karena bagi orang-orang yang rentan sangat membutuhkan dukungan yang nyata untuk memenuhi kebutuhanya. Oleh karena itu Iqbal sangat berharap kepada setiap warga Indonesia senantiasa menjaga semangat dan dukungan nasionalisme dan budaya berpikir kritis saat dihadapkan pada narasi di mana ideologi ini sangat bertentangan dengan Pancasila. (Berita Satu, 12/01/2024)


Narasi-narasi yang menyatakan Khilafah sebagai ancaman muncul kembali menjelang setelah 100 tahun runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah. Narasi tersebut menyatakan bahwa Khilafah adalah ideologi transnasional yang dapat mengancam kestabilan ideologi Indonesia.


Kekhawatiran akan kebangkitan peradaban Islam dengan kembalinya institusi Khilafah terus menguat dari para pembencinya. Perang opini serta berbagai narasi sesat dan menyesatkan kian dimasifkan tentang Khilafah menjadi cara yang digunakan. 


Salah satunya yang disampaikan oleh akademisi tadi, seolah berniat baik pada bangsa ini, dengan mengingatkan pemerintah dan masyarakat perlu mewaspadai narasi-narasi kebangkitan Khilafah.


Sejatinya kekhawatiran dan kewaspadaan terhadap Khilafah bukan tanpa alasan. Tetapi, hal tersebut terjadi karena ketakutan akan lahirnya kekuatan besar yang akan mengungkap kerusakan kapitalisme sekularisme dan menghentikan kezalimannya.


Kegagalan sistem ini dalam menciptakan kehidupan yang aman dan sejahtera bukan lagi menjadi rahasia publik. Berbagai krisis multidimensi yang terus terjadi makin membuktikan ketidakmampuan sistem produk manusia ini. 


Selain itu, narasi sesat itu dilemparkan ke khalayak di negeri ini bertujuan agar politik pragmatis dan untuk menjegal lawan politik mereka.Untuk mengadang kekuatan ini, mereka lekatkan kelompok Islam dengan opini Khilafah dengan tujuan untuk menjauhkan dukungan umat.


Khilafah wajib ditegakkan di tengah-tengah kehidupan. Apabila belum tegak, maka wajib diperjuangkan. Mengingat hal tersebut, umat Islam hari ini perlu dipahamkan bahwa Khilafah adalah sebuah institusi yang akan menerapkan Islam secara kafah di seluruh penjuru dunia.


Sangat banyak nas syar’i yang menjelaskan tentang kewajiban penerapan sistem Islam sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi saw., para sahabat, dan para khalifah setelahnya.  Sebagaimana seorang muslim wajib terikat dengan hukum syariat. 


Dalam sejarah tercatat institusi Khilafah pernah menjadi negara pertama. Mewujudkan peradaban gemilang, hingga menguasai sepertiga belahan dunia. Kehadiran Khilafah mampu dirasakan dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh manusia  baik muslim maupun nonmuslim. Kekuatannya mampu menggentarkan musuh-musuh Islam sehingga mereka harus berpikir ketika melanggar sistem Islam pada saat itu.


Sayangnya, Khilafah telah hilang seiring orang-orang Barat pada saat itu menjauhkan pemikiran-pemikiran Islam di benak kaum muslim tanpa mereka sadari. hingga sampai pada runtuhnya Kekhilafahan Turki Utsmaniyah tepat pada tanggal 3 Maret 1924. Sejak itulah, umat Islam diatur oleh hukum-hukum yang bukan berasal dari wahyu Allah Swt..


Yakni kapitalisme dengan asasnya yang sekuler. Dalam sistem ini seluruh kehidupan manusia dijauhkan dari aturan agama dan mengambil aturan berdasarkan akal yang terbatas. Kendati demikian, muncullah berbagai problematika, derita, malapetaka yang dialami oleh umat.


Dengan demikian wajib mencegah tudingan-tudingan terhadap Khilafah. Jika membiarkan terus berkembang di tengah-tengah masyarakat, maka berarti ia membiarkan sistem pemerintahan yang dijalankan oleh Rasulullah saw. itu dianggap sesat.


Akan tetapi perlawanan ini tidak boleh dilakukan dengan silap mata dan hanya dorongan perasaan saja. Semestinya kita sebagai umat Islam, kembali pada contoh yang diajarkan oleh teladan bagi kaum muslim yaitu Nabi saw.. Dalam menghadapi berbagai serangan musuh yang berusaha memadamkan cahaya Islam di dunia ini, beliau tetap melanjutkan perjuangannya. 


Sebagaimana di dalam firman Allah Swt. dalam surah Al-An'am ayat 112 bahwa: "Demikianlah Kami telah menjadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh yaitu setan-setan dari jenis manusia dan jin." 


Di antara upaya untuk menghentikan perjuangan Islam adalah dengan berbagai propaganda baik pada Islam maupun kepada para pejuangnya. Rasulullah saw. dan para sahabat telah mengalami kondisi demikian. Bahkan Rasulullah saw. pernah disebut sebagai orang gila, tukang sihir, penyair gila, pemecah-belah persatuan kaumnya maupun keluarga mereka.


Dengan dakwahlah akan melawan berbagai tudingan tentang Islam. Tidak hanya sekadar mengabaikan sistem hari ini. Tetapi juga dengan dakwah yang mengungkap kezaliman-kezaliman disertai dengan berbagai fakta, dan analisis terkait dengan kekufuran sistem hari ini.


Rasulullah saw. memberikan teladan bagi seluruh umatnya bahwa beliau tetap istikamah dalam menyampaikan dakwah Islam. Sehingga mampu mencerdaskan umat Islam dengan menyampaikan pemikiran Islam dan aturan-aturannya yang sempurna hingga penerapan sistem Islam.


Maka sangat aneh ketika seorang muslim menolak Khilafah dan membuat narasi yang menyesatkan pemikiran umat terkait Khilafah. Tapi di saat yang sama membela mati-matian sekularisme kapitalisme demokrasi.


Padahal sistem tersebut tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw., tidak ada dalam syariat Islam, bertolak belakang dengan akidah Islam dan hanya membawa kerusakan. Khilafah tidak boleh dianggap sebagai ancaman, namun sebuah kewajiban yang harus diperjuangkan.


Oleh karena itu, saatnya  umat muslim harus berjuang mewujudkannya. Berjuang bersama partai Islam ideologis yang ingin melangsungkan kembali kehidupan Islam melalui tegaknya Khilafah. Tidak hanya mencerdaskan para pelaku, juga akan memberikan perubahan dan yakin pada kebenaran yang diperjuangkannya. Wallahualam bissawab. [SJ]