Alt Title

Demi Followers, Rela Melanggar Norma Agama

Demi Followers, Rela Melanggar Norma Agama

Setiap muslim dan muslimah tentu tidak pantas membuat konten yang tidak terikat dengan hukum syarak. Allah Swt. telah memerintahkan kepada setiap muslim untuk berperilaku baik dan berakhlak mulia 

Akhlak yang diajarkan Rasulullah saw. adalah rasa malu (al-hayan) karena rasa malu mencerminkan ketakwaan dan keimanan

____________________________



KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA - Akhir akhir ini kita dihebohkan dengan berita yang tidak sedap dan konten yang tidak patut dicontohkan oleh seorang selebgram yang berinisial OF. Dia membuat konten yang diduga melecehkan agama Islam dengan membuat konten menjilat es krim yang tidak senonoh. Bahkan ada juga yang membuat konten ketika ia sedang memakan babi dengan bacaan basmalah. Hal ini membuat geram netizen terhadap konten-konten yang tidak senonoh itu hingga akhirnya dilaporkan ke polisi. Hidup dalam sistem kapitalisme itu menggunakan kebebasan tidak bersandarkan pada halal haram serta tidak terikat dengan hukum syarak.


Bukan hanya konten itu saja, seorang muslimah ada juga yang disaat melakukan konten di kamar mandi membaca surah Al-Fatihah ada juga sambil bercanda-canda membaca surah. Ini termasuk konten yang melecehkan agama Islam. Mereka membuat konten tersebut bertujuan agar terkenal dan mendapat followers terbanyak agar mendapatkan endorse yang banyak.


Paling menghebohkan lagi seorang keluarga sultan yang terkenal dihormati, disegani banyak penggemarnya di seluruh dunia. Dia membuat konten ketika mandi bersama suaminya dengan tidak memakai baju, disaksikan dan direkam oleh karyawannya.


Hal ini benar-benar membuat malu agama pelakunya, juga seluruh muslim dan muslimah. Seolah-olah mereka tidak beradab, tidak berakhlak, tidak ada rasa malu terhadap Allah Swt. yang Maha Melihat semua gerak gerik langkah kaki hamba-Nya. Konten-konten itu tentu telah melanggar norma agama.


Seorang Ulama Indonesia K.H. Cholin Nafis mengatakan dalam tayangan youtube TV One News, "Setiap orang tidak dilarang menjadi terkenal atau mem-branding diri baik secara agama, syariat dan sosial meski demikian harus memasukkan unsur edukasi kebaikan dan maslahat dalam setiap prosesnya untuk menjadi terkenal jangan sampai memakai jalur salah yang penting saya terkenal."


Lalu bagaimana dalam pandangan Islam? semua konten yang viral pada saat ini, salah satunya konten dari OF berisi pornografi yang sungguh tidak wajar untuk  dilihat. Konten itu melecehkan agama Islam, apa lagi pelakunya memakai kerudung. 


Seharusnya setiap muslim dan muslimah tidak pantas membuat konten yang tidak terikat dengan hukum syarak. Allah Swt. telah memerintahkan kepada setiap muslim untuk berperilaku baik dan berakhlak mulia sebagaimana hadis Rasulullah saw., "Sesungguhnya Allah Swt. memilih Islam untuk agama kalian maka muliakanlah dengan perilaku atau akhlak yang baik dan kedermawanan karena sesungguhnya Islam tidak akan sempurna kecuali dengan kedua hal tersebut"


Akhlak yang diajarkan Rasulullah saw. adalah rasa malu (al-hayan) karena rasa malu mencerminkan ketakwaan dan keimanan. Malu itu menghindari dari kejahatan, perbuatan yang keji dan munkar. Itulah pentingnya kita terikat dengan hukum syara dan tegaknya sistem Islam agar problematik ini tidak akan terulang lagi. [GSM]


Penulis Melta Vatmala Sari

Mahasiswa Unja