Alt Title

Investasi Asing di Konawe Selatan Mengancam Kedaulatan Negara

Investasi Asing di Konawe Selatan Mengancam Kedaulatan Negara

Bisa dibayangkan ke depannya, pengelolaan SDA akan benar-benar diambil alih sepenuhnya oleh korporasi swasta. Baik korporasi yang telah lama eksis maupun yang  akan datang. Belum lagi mengancam lingkungan, yang kerap terjadi adalah pengabaian oleh pihak swasta ketika sudah mendapat izin  mengelola di suatu kawasan

Alih-alih mempertahankan  seluruh lini wilayah, yang terjadi justru pelemahan dan pengabaian terhadap wilayah yang jauh dari pusat, dengan dalih investasi dan pertumbuhan ekonomi

_________________________


Penulis Sasmin 

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Aktivis Dakwah




KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA – Indonesia disematkan sebagai negara khatulistiwa karena kekayaan alam yang  begitu melimpah. Berbicara akan kekayaan, di negeri ini tidak ada habisnya. Baik itu di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, pertambangan dan industri. Namun sayang sekali pemanfaatan kekayaan alam ini tidak tepat sasaran. Akibatnya masih banyak internal tidak merasakan nikmatnya. Seperti yang terjadi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang berada di Sulawesi Tenggara (Sultra), yang mana  wilayah ini memiliki sejuta potensi dan merupakan surga investasi. Mulai dari bidang pertanian, perkebunan, kelautan,  pertambangan serta perindustrian.  Superioritas yang  dimiliki wilayah ini membuat investor berbondong-bondong berinvestasi. 


Untuk potret investasi di Konsel berdiri PLTU, sejumlah izin usaha galangan kapal, ratusan HGU (Hak Guna Usaha), dan sejumlah  pabrik sawit. Kemudian terdapat sejumlah izin usaha smelter, pabrik pengolahan tepung ubi kayu, kawasan industri, dan puluhan IUP (Izin Usaha Pertambangan) pertambangan. Lalu ada puluhan izin usaha Jetty (dermaga atau pelabuhan), pabrik pengolahan tepung kelapa, pabrik semen curah Tonasa, serta proyek strategis nasional (PSN).


Pihak pemerintah daerah telah membuka pintu investasi seluas-luasnya di Konsel. Baik untuk  investor lokal, nasional maupun internasional. Investasi penting dimaksimalkan dalam rangka mendorong pembangunan infrastruktur daerah dan ekonomi masyarakat, tutur H.J. Surunuddin Dangga selaku bupati di Konsel, Provinsi Sulawesi Tenggara. (Kendarinews[dot]com, 02/05/2023)


Di balik investasi di Konsel meliputi dua bagian yakni menguntungkan pemilik modal sementara merugikan penduduk sekitar atau yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Tampaknya adagium tersebut sudah menjadi  track record ideologi kapitalisme yang sampai saat ini masih diemban oleh negeri ini.


Sedangkan dari sisi faktor negatif investasi selama ini selalu berimbas pada masyarakat. Mengundang investasi internasional (asing) dalam pengelolaan kawasan kepulauan, pertanian akan mengancam kedaulatan negara. Hal itu terjadi karena telah mengizinkan orang-orang asing menguasai dan mengelola sumber daya asing (SDA) ini.


Jadi, bisa dibayangkan ke depannya, pengelolaan SDA akan benar-benar diambil alih sepenuhnya oleh korporasi swasta. Baik korporasi yang telah lama eksis maupun yang  akan datang. Belum lagi mengancam lingkungan, yang kerap terjadi adalah pengabaian oleh pihak swasta ketika sudah mendapat izin  mengelola di suatu kawasan. Alih-alih mempertahankan  seluruh lini wilayah, justru yang terjadi pelemahan dan pengabaian terhadap wilayah yang jauh dari pusat, dengan dalih investasi dan pertumbuhan ekonomi.


Adapun Islam memiliki regulasi ekonomi secara khusus yang disediakan oleh khalifah (pemimpin pemerintahan tertinggi). Yakni dengan melarang masuknya investor asing karena adanya mereka akan mengancam kekayaan alam berpindah alih ke tangan-tangan mereka.


Kemudian khalifah juga menentang adanya pinjam-meminjam  dengan syarat berbunga. Selain hukumnya haram, juga mengancam  kedaulatan negara yang  akan menghancurkan sistem moneter dan  menghancurkan sistem APBN.


Adapun regulasi yang dijalankan oleh khalifah adalah dengan menggunakan sistem keuangan negara Baitulmaal. Pemasukannya didapat dari hasil pengelolaan sumber daya alam (SDA). Dengan begitu  negara tidak perlu atau membutuhkan batuan asing untuk memenuhi kebutuhan negara dengan melonggarkan investor masuk dengan tujuan melakukan investasi.


Regulasi Islam begitu lengkap sekaligus menjamin kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan negara. Itu karena sistemnya berasal dari Allah Pencipta alam semesta yang Maha Mengetahui manfaat dan tujuan  sebenarnya. Olehnya itu, kaum Muslim berkewajiban untuk mengembalikan sistem yang telah lama runtuh yakni Daulah Islam. Sebab hannyalah sistem Daulah Islam yang mampu memberi kesejahteraan serta memberikan keamanan untuk seluruh rakyatnya tanpa terkecuali. Sebab Sistem Islam itu adalah sistem yang menganut hukum-hukum Islam yang paripurna. Wallahu a’lam bi ash-shawwab. []