Alt Title

REMAJA CERDAS MENOLAK MAKSIAT

REMAJA CERDAS MENOLAK MAKSIAT


Diperlukan upaya yang komprehensif dan menyeluruh untuk mengurai masalah remaja


Hanya Islam satu-satunya alternatif sistem yang bisa  menyelesaikannya


Penulis Ummu Himmah


KUNTUMCAHAYA.com-Dunia remaja tak pernah sepi dari sorot tajam kamera dunia. Banyak mata yang mengincarnya, membidiknya bahkan berusaha menghancurkannya. Semangat yang membara, gejolak jiwa yang membuncah, tekad yang kuat, inilah yang menarik bagi mata liar dunia untuk memanfaatkannya. Tak jarang bahkan pelan tapi pasti malah menghancurkannya. 


Remaja, insan yang ada pada masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, ternyata tak semuanya siap menapaki kehidupan ini. Banyak di antara mereka yang masih labil karena kurangnya pemahaman terkait tujuan hidup mereka.  Ketidakmampuan memilah dan memilih aktivitas kehidupan memunculkan berbagai problem di segala lini kehidupan remaja.


Gempuran budaya Barat yang terus menyasar remaja Muslim semakin menjauhkan mereka dari aturan agama. Kehidupan di alam kapitalis yang sekuler ini telah mengantarkan remaja untuk mengikuti bahkan dengan suka cita menjadi duta budaya Barat. Valentine Day yang katanya hari kasih sayang misalnya, dengan nyata mengajak mereka untuk tak sekadar mengungkapkan rasa cinta tapi mendorong mereka untuk membuktikan cinta ala Barat.


Masifnya media sosial mengampanyekan V-Day melalui berbagai gelaran acara juga accesoris, semakin mengilhamkan pada remaja Muslim bahwa mereka harus ikut andil di situ. Sebagai bentuk ekspresi diri bahkan eksistensi diri atas nama cinta. 


Atas nama kebebasan berekspresi kemudian memunculkan pergaulan muda-mudi Muslim yang  nyata mengikuti budaya Barat. Yakni campur baur, bebas tanpa batas, gaya berpakaian yang mengikuti tren busana kekinian ala Barat dengan menampakkan aurat mereka, hubungan tanpa ikatan pernikahan, hingga zina. Rusaknya gaya hidup mereka ini menyebabkan hamil di luar nikah marak, juga dispensasi nikah akibat hamil di luar nikah, aborsi, penularan HIV AIDS, ketidakjelasan nasab bahkan sampai pada perdagangan manusia. 


Maka diperlukan upaya yang komprehensif dan menyeluruh untuk mengurai masalah remaja ini. Hanya Islam satu-satunya alternatif sistem yang bisa  menyelesaikannya. Islam sebagai agama yang sempurna dan paripurna mengatur bahwa kehidupan lelaki terpisah dengan perempuan. Mereka hanya diperbolehkan bertemu dalam tempat dan aktivitas tertentu saja yaitu rumah sakit untuk kesehatan, muamalah di pasar, mencari keadilan di pengadilan, belajar di sekolah, shalat di masjid. Islam melarang laki dan perempuan berduaan saja atau berkhalwat, melarang keduanya bercampur baur atau ikhthilat, melarang mereka melakukan aktivitas yang bisa mendekatkan pada zina.


Islam memuliakan wanita dengan memerintahkan pada mereka untuk menutup aurat dengan sempurna. Berupa jilbab dan kerudung yang menutup dada, memerintahkan pada para lelaki untuk menjaga pandangannya. Menghiasi diri dengan rasa malu dan akhlak terpuji pada keduanya.


Islam juga memberikan pilihan untuk bersegera menikah pada para remaja Muslim jika sudah siap dengan kehidupan pernikahan. Dan berpuasa bagi mereka yang belum memiliki bekal ilmu yang cukup untuk mengarungi dunia rumah tangga. Memberikan kesempatan pada para remaja untuk mengalihkan rasa cintanya pada kegiatan yang produktif, mengembangkan diri, mengasah kemampuannya agar menjadi cahaya di tengah umat. 


Upaya taat syariat remaja Muslim ini akan sempurna jika didukung oleh masyarakat yang  saling menyayangi satu sama lain dengan saling mengingatkan dalam kebenaran. Juga ditopang oleh sebuah negara yang  menerapkan sistem Islam dengan sempurna. Negara tersebut memberikan sanksi yang tegas pada pelaku kemaksiatan. Dengan perangkat sistem pendidikan Islamnya, negara akan mencetak generasi Muslim yang unggul serta taat syariat. Kemudian negara dengan dibantu teknologi yang canggih akan memberikan edukasi pada seluruh warga negara agar tetap ada pada suasana kondusif untuk menjaga akidah mereka.