Alt Title

PEMUDA MULIA DENGAN ISLAM

PEMUDA MULIA DENGAN ISLAM


Untuk mewujudkannya diperlukan keluarga yang menanamkan nilai akidah Islam yang kokoh. Memahamkan akan keterikatan hamba dengan Allah


Diperlukan sistem pendidikan Islam yang akan menciptakan seorang yang ber-syakhsiyah Islam, dan peran negara dalam menerapkan aturan Islam


Penulis Gina Ummu Azhari

Kontributor Media Kuntum Cahaya & Guru Madrasah


KUNTUMCAHAYA.com - Jagad maya kini dihebohkan lagi dengan ulah sepasang sejoli yang merupakan mahasiswa kedokteran sebuah Universitas Negeri di daerah Padang. Berita yang beredar bukan atas prestasi yang dihasilkan melainkan perilaku negatif yang diperbuat oleh keduanya. Dengan cara menyebarkan foto mahasiswi serta adegan tidak senonoh yang dilakukan oleh pasangan perempuan demi memuaskan nafsu pasangan laki-lakinya. Kabarnya jumlah korban telah mencapai 12 orang. (Liputan 6, 27/02/2023)


Berita tentang rusaknya moral pemuda kini banyak bermunculan. Tidak hanya kasus asusila seperti yang terjadi di Padang, ada pula berita pemukulan yang dilakukan oleh pemuda inisial M (20) terhadap D (19) hingga korban mengalami koma dan tidak sadarkan diri. Perbuatan ini konon dilatar belakangi perlakuan tidak menyenangkan korban terhadap pacar si pelaku yang adalah mantan pacar korban.


Pemuda adalah generasi yang akan meneruskan estafet perjuangan membangun sebuah negara. Mereka memiliki banyak potensi yang akan sangat berguna jika mendapat arahan dan tuntunan yang baik. Akan tetapi saat ini banyak pemuda yang justru kehilangan arah dan tujuan perjuangannya. Masa muda yang seharusnya dihabiskan untuk menuntut ilmu demi bekal di masa depan justru dihabiskan untuk hal yang sia-sia. Bahkan ada yang hingga merugikan masa depan mereka sendiri. seperti perilaku seks bebas, terlibat geng motor, juga banyak pemuda yang malah terjerumus memakai narkoba. 


Kerusakan yang terjadi pada generasi muda saat ini sesungguhnya akibat dari penerapan sistem sekularisme yakni memisahkan agama dari kehidupan. Agama dipergunakan hanya sebatas ritual ibadah. Sementara kehidupan manusia diatur oleh aturan buatan manusia sendiri yang terbatas.


Dari sekularisme tersebut, lahir paham liberalisme yakni kebebasan manusia untuk berbicara, berperilaku selama tidak merugikan orang lain. Liberalisme mengakibatkan bergesernya nilai-nilai dan norma-norma. Terjadi pembiasan dalam menentukan mana perbuatan yang benar dan mana perbuatan yang salah. Akal manusia akan sulit menentukannya, karena satu perbuatan bisa bernilai buruk bagi sekelompok orang dan bisa bernilai baik bagi sekelompok orang yang lain. 


Negara yang menerapkan sistem sekuler akan menjauhkan agama dari kehidupan. Aktivitas keislaman justru ditakuti, dicap radikal bahkan adakalanya dilarang. Seperti kegiatan Hijrah Fest di Surabaya ataupun kajian Ustaz Hanan Ataki.


Sementara itu pemuda justru diracuni oleh paham liberal yang secara massif disebarkan oleh media televisi maupun media online. Aktivitas berkhalwat yang diharamkan agama justru banyak dipertontonkan sehingga budaya pacaran dianggap biasa dan lumrah di kalangan pemuda.


Sedangkan dalam ideologi Islam perbuatan seorang manusia terikat dengan hukum syara' yang tujuannya adalah rida Allah Subhanahu Wata'ala. Sehingga seorang Muslim akan memperhatikan perbuatannya apakah itu akan mendatangkan rida atau murka Allah. Tujuan hidupnya adalah untuk memperoleh kasih sayang Allah dengan mengerahkan segenap potensinya untuk kemaslahatan umat.


Maka untuk mewujudkannya diperlukan keluarga yang menanamkan nilai-nilai akidah Islam yang kokoh. Memahamkan keluarga akan keterikatan seorang hamba dengan Allah. Kemudian diperlukan sistem pendidikan Islam yang akan menciptakan seorang yang memiliki kepribadian (syakhsiyah) Islam. Serta peran negara dalam menerapkan aturan Islam.


Negara akan mengontrol media agar tidak menyebarkan pemahaman di luar Islam. Namun justru menjadikannya sebagai alat penyebaran dakwah Islam demi terwujudnya keimanan dan ketakwaan masyarakat.


Untuk itulah pemuda membutuhkan ideologi Islam yang akan memberikan tuntunan terbaik bagi kehidupan. Kita lihat potret pemuda hebat yang lahir di masa peradaban Islam. Seperti Mushab bin Umair, dia adalah pemuda  duta pertama Rasulullah, Imam Syafi'i yang hafal Al-Qur'an sejak usia belia hingga menjadi ulama besar ketika dewasa. Ada Salahudin al-Ayubi pembebas Al-Quds. Ada juga Muhammad al-Fatih penakluk Konstantinopel di usia 21 tahun. Di kalangan perempuan ada Aisyah binti Abu Bakar yang merupakan istri Rasulullah yang meriwayatkan ribuan hadis. Fatimah binti Muhammad putri Rasulullah. Hindun binti Utbah yang turut berperang tanpa rasa takut saat melawan pasukan Roma. Maryam Astrulabi astronom Muslim penemu Astrolab. Fatimah al-Fihri, pemilik universitas pertama di dunia.


Karenanya kita sangat merindukan peradaban Islam itu bangkit kembali melalui penerapan Islam secara menyeluruh. Yang akan mendatangkan keberkahan dari langit dan bumi. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-A'raf ayat 96 yang terjemahannya sebagai berikut:


"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."


Wallahu a'lam bi ash-shawwab.