Alt Title

CHILDFREE, PILIHAN SALAH YANG TAK SESUAI FITRAH

CHILDFREE, PILIHAN SALAH YANG TAK SESUAI FITRAH


Seorang Selebgram, Gitasav Menyampaikan Pandangannya Berupa Childfree Meski Sudah Menikah


Childfree Katanya, Rahasia Dirinya Awet Muda karena Punya Cukup Waktu untuk Istiraha, Tidak Stress dan Ada Uang untuk Botoks 



Penulis : Ummu Hafida Ayya

(Kontributor Media Kuntum Cahaya)


kuntumcahaya.blogspot.com - "Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa"." (QS. Al-Furqan [25]: 74)


Kehadiran seorang anak dalam sebuah pernikahan merupakan anugerah sekaligus membawa berkah. Kehadiran anak juga akan lebih merekatkan hubungan suami isteri. Dialah tanda cinta yang makin melengkapi arti kebahagiaan dan kebersamaan.


Namun, tidak semua orang memiliki kesadaran demikian. Banyak di antara mereka justru merasa keberatan dengan kehadiran anak dalam pernikahan.  Berbagai alasan dikemukakan karena dirinya telah terpapar pemikiran yang menyesatkan.


Diikutip dari detikHealth pada Minggu, 12 Februari 2023 bahwa Gita Savitri, selebgram yang akrab disapa Gitasav melontarkan komentar yang cukup menghebohkan netizen terkait dengan pilihannya untuk childfree. Gitasav mengatakan bahwa childfree adalah cara alami yang membuatnya awet muda karena dia memiliki waktu lebih banyak untuk dirinya, tidak stres, cukup tidur, dan punya uang untuk botoks.


Apa yang dilontarkan oleh Gitasav menjadi sebuah isu hangat di tengah-tengah masyarakat. Pro dan kontra pun bermunculan sesuai dengan pemahaman masing-masing orang. 

Salah satunya datang dari dr. Kartika Mayasari, dokter kecantikan sekaligus founder Ambrosia Klinik dan Estetik.


Kartika mengatakan munculnya penuaan  adalah hal yang normal. Di sisi lain, Kartika juga berpendapat bahwa kebahagiaan seseorang tidak bisa disamaratakan. Ada yang bahagia dengan memiliki anak dan sebaliknya ada yang bahagia tanpa anak. Hal tersebut disampaikan oleh Kartika kepada wartawan detik[dot]com pada Kamis (9/2/2023).


Alasan yang Mengada-ada


Setiap wanita pasti menginginkan untuk cantik dan tetap awet muda agar maksimal dalam penampilan. Tampil awet muda akan mengundang decak kagum maupun pujian yang membuat orang merasa tersanjung dan puas dengan apa yang ada padanya. Apapun pasti akan dilakukan untuk tetap tampil awet muda. Dirinya bahkan rela untuk merogok saku lebih  dalam demi ambisi yang satu ini. Maka tidak heran jika mereka lebih memilih untuk childfree.


Di samping itu pilihan untuk childfree dengan alasan agar tidak stres karena disibukkan dengan mengurus anak juga patut dipertanyakan. Apalagi sampai berpikir ketika memiliki anak akan menyita waktu dan menghabiskan banyak biaya. 


Adanya pemikiran yang demikian adalah sebuah hal yang mengada-ada. Sebab pada hakikatnya, kehadiran anak menjadi dambaan bagi setiap pasangan yang sudah menjalani pernikahan.


Kesalahan Fatal


Hadirnya seorang anak akan menjadikan seseorang mampu untuk menyalurkan naluri yang ada pada dirinya yaitu naluri berkasih sayang. Dari naluri ini menjadikan manusia merasa bahagia saat diamanahi anak dalam pernikahannya.  Maka, merupakan sebuah kesalahan fatal saat ada anggapan bahwa anak itu membuat diri menjadi stres, tidak bahagia, dan cepat tua.

Pemikiran tersebut hanya berdasarkan perasaan yang bersandar kepada hawa nafsu manusia. Hawa nafsu inilah yang membuat manusia menutup mata dari kebenaran yang sesungguhnya.


Cara pandang yang salah kaprah di tengah-tengah masyarakat terkait childfree merupakan buah dari pemikiran yang salah juga. Pemikiran ini lahir dari adanya kebebasan untuk bertingkah laku sesuai dengan keinginan masing-masing orang.

Maka, ketika seseorang memilih untuk childfree setelah menikah, hal itu akan didukung sepenuhnya oleh sistem rusak yang tengah diterapkan saat ini. Bagi sistem ini apapun pilihan yang diambil  merupakan hak asasi yang harus dihormati.


Sistem ini memang mengagung-agungkan hak asasi dan kebebasan dalam setiap amal perbuatan. Dua hal ini berlaku bagi siapa saja untuk melakukan apa saja. Inilah sistem Kapitalisme dengan ide sekularisme yaitu memisahkan agama dari kehidupan. Agama hanya ditempatkan di pinggiran ranah ibadah dan akidah. Aturan agama dalam ranah keluarga maupun ranah kehidupan umum, tidak diberi porsi untuk dijadikan solusi. Mereka lebih memilih aturan buatan manusia yang dianggapnya mampu menyelesaikan seluruh persoalan kehidupan. Padahal manusia hanyalah mahluk yang penuh keterbatasan dan kelemahan.


Kebebasan yang diberikan oleh sistem ini seolah-olah sebuah wujud kepedulian dalam mengambil pilihan hidup individu. Padahal hal tersebut merupakan wujud kepedulian yang semu. Kebebasan yang ditawarkan justru membawa kepada sesesatan yang nyata. Pemikiran tersebut membuat manusia jauh dari aturan agama. Rasul saw. telah memberikan peringatan dalam sabda yang artinya: 


"Sungguh kamu (umat Islam) akan mengikuti jalan hidup orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga mereka masuk ke liang biawak, niscaya kamu akan mengikuti mereka."

Ada yang bertanya, "Apakah yang diikuti orang itu adalah Yahudi dan Nasrani?" Rasulullah saw. menjawab "Lalu siapa lagi?" (HR. Bukhari dan Muslim)


Apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw. sangat relevan dengan kondisi kaum Muslim saat ini. Kaum Muslim dijejali dengan berbagai pemikiran rusak yang dibalut oleh indahnya ide kebebasan dan hak asasi. Salah satu bentuk nyata dari pemikiran tersebut adalah childfree yang saat ini begitu didukung dan disetujui banyak kalangan. Padahal hal itu merupakan upaya tersembunyi dari musuh-musuh Islam agar kaum Muslim makin menjauh dari aturan Ilahi.


Sesuai Fitrah


Sesungguhnya Islam dengan aturannya yang sempurna telah memberikan sandaran yang benar dalam setiap amal perbuatan. Maka, tidak ada alasan bagi umat Muslim untuk tidak mengambil Islam sebagai solusi dari semua permasalahan hidup yang menimpa.


Pilihan seorang Muslim setelah menikah untuk childfree sejatinya bertentangan dengan fitrah manusia. Sebab, dengan menikah tidak hanya sekadar menyalurkan rasa ketertarikan kepada lawan jenis dengan cara yang halal. Namun lebih dari itu tujuan dari menikah adalah untuk melestarikan keturunan. Hal itu sesuai dengan penjelasan Allah Swt. dalam firman-Nya yang artinya:


"Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagi kamu dari pasanganmu, serta memberi rezeki dari yang baik." (QS. An-Nahl [16]: 72)


Tujuan menikah dalam rangka memperbanyak keturunan juga telah diperintahkan oleh Rasulullah saw. dalam sabda yang artinya:


"Menikahlah kamu dengan wanita yang penyayang dan subur, karena aku akan berbangga dengan banyaknya kamu di hadapan nabi-nabi lain pada Hari Kiamat."

(HR. Abu Dawud dan Nasa'i)


Islam juga akan memberi solusi saat muncul anggapan bahwa orang tua nantinya merasa berat dengan hadirnya anak. Apalagi sekarang  banyak orang tua yang cenderung khawatir tidak mampu membiayai kebutuhan anak dari kecil sampai dewasa kelak. Hal itu ternyata tidak menjadi persoalan saat manusia yakin dengan rezeki dari Allah Swt.. Allah Swt. telah memberi jaminan berupa rezeki kepada seluruh makhluk tanpa terkecuali. Berdasarkan firman Allah Swt. yang artinya:


"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya."

(QS. Hud [11]: 6)


Begitu istimewanya Islam sebagai sebuah agama maupun ideologi. Aturannya yang terperinci mampu menjadi solusi. Dengan begitu tidak ada alasan lagi untuk childfree. Islam akan membawa pernikahan agar sesuai dengan fitrah manusia. Kehidupan dalam rumah tangga dengan kehadiran anak pasti akan membawa kepada keridaan Allah Swt. Semua itu hanya akan terwujud saat Islam diterapkan dalam setiap aspek kehidupan umat manusia. Wallahu a'lam bish-shawwab.