Alt Title

Gimmick Board Of Peace di Tengah Penjajahan pada P4lestina

Gimmick Board Of Peace di Tengah Penjajahan pada P4lestina



Keberadaan BoP dinilai hanya 'gimmick' saja

Sebab penderitaan rakyat P4lestina tidak berkurang sedikit pun

____________


KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA- Dalam Islam, kerja sama antarnegara diatur oleh dalil syarak karena hal itu bagian dari politik Islam. Politik dalam Islam artinya mengurusi urusan rakyat dengan syariat Islam. Termasuk mengurusi urusan P4lestina yang masih dijajah sampai saat ini. Bahkan penderitaan rakyat P4lestina sangat terang benderang, tetapi seolah tetap dibiarkan dan tidak ada kekuatan seimbang yang membela. 


Umat Islam harus merujuk kembali pada Al-Qur'an mengenai metode untuk membebaskan P4lestina dari penjajahan kafir Yahudi. Metode membebaskan P4lestina hanya dengan Khil4fah dan jihad tidak ada yang lain. Kekuatan negara harus dilawan dengan kekuatan negara pula sehingga berimbang. Maka sejak awal sudah jelas bahwa tidak dibenarkan urusan kaum muslim diserahkan pada orang kafir. 


Sementara itu, adanya Board of Peace (BoP) yang dipimpin oleh Amerika Serikat menjadi hal yang harus diperhatikan oleh kaum muslim secara seksama. Apakah sudah sesuai dengan takaran syariat Islam atau malah bertentangan? 


Mengutip detiknews.com (23-01-2026), Board of Peace adalah badan internasional yang mempunyai fungsi dalam mengawasi masalah administrasi hingga stabilitas keamanan P4lestina. Apakah P4lestina menjadi aman dengan keberadaan BoP? Tentu tidak! Mirisnya, Isra*l tetap menggempur G4za di tengah gencatan senjata dan inisiasi BoP. (cnnindonesia.com, 02-02-2026)


Bukankah ini seperti menyiratkan bahwa keberadaan BoP sendiri hanya 'gimmick' saja? Sementara penderitaan rakyat P4lestina tidak berkurang sedikit pun dengan keberadaan lembaga yang dipelopori oleh kafir penjajah. 


Bahkan, sudah menjadi rahasia umum bahwa Isra*l memiliki hubungan yang dekat dengan Amerika Serikat. Amerika Serikat tercatat memberikan bantuan militer 8,7 miliar dolar ke Isra*l. (cnbcindonesia.com, 27-09-2024)


Kedekatan keduanya diperlihatkan dengan dukungan baik secara terbuka maupun tertutup. Poin utama ini tentu harus diperhatikan dengan seksama oleh seluruh kaum muslim. 


Di sisi lain, terdapat 12 negeri muslim yang menjadi anggota BoP. (detik.com, 23-01-2026). Tentu hal ini sangat disayangkan. Mengingat keanggotaan mereka menjadi kontraproduktif dengan tujuan pembebasan P4lestina dari penjajahan. Bahkan pada hakikatnya Islam telah melarang untuk menjadikan orang kafir sebagai pemimpin. Apalagi menyerahkan urusan kaum muslim ke tangan orang kafir penjajah. Itu seperti bunuh diri politik.


Al-Qur'an telah menegaskan bahwa tidak pantas menjadikan orang kafir sebagai pemimpin kaum muslim. Sebagaimana dalam firman Allah Swt. surah Al-Maidah ayat 51 yang artinya: " Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."


Oleh karena itu, BoP sudah jelas bertentangan dengan dalil syarak sehingga kaum muslim tidak boleh bergabung di dalamnya. Karena tidak akan mendapatkan solusi yang hakiki dan mengundang murka Allah Swt.. Secara logika pun tidak akan ditemukan konsep perlindungan dalam interaksi dengan kaum kafir penjajah dalam bentuk apa pun. Wallahualam bissawab. [EA/MKC]

 

 Riri Rikieu