Astrofisikawan Buktikan Adanya Tuhan
OpiniSungguh, keberadaan Tuhan atau Allah bisa diindra dengan logika iman
Bagi orang-orang yang beriman alam semesta dan keteraturannya adalah bukti adanya Allah
____________________
Penulis Mardiyah
Kontributor Media Kuntum Cahaya
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Ilmuwan Barat berhasil menemukan rumus matematika yang membuktikan keberadaan Tuhan. Willie Soon berpendapat bahwa fine tuning argumen di mana konstanta seperti gravitasi harus presisi ekstrem.
Presisi ekstrem dibutuhkan agar alam semesta mendukung kehidupan. Willie Soon memperkuat pendapatnya dengan merujuk pada teori fisikawan Cambridge Paul Dirac.
Persamaan Dirac pada 1928 berhasil memprediksi keberadaan antimateri. Kemudian dibuktikan dengan eksperimen pada 1932, contoh bagaimana matematika mampu mengungkap realitas alam bahkan sebelum teramati. Paul Dirac mengakui dan menjelaskan bahwa hukum fisika bisa dijelaskan melalui “teori matematika yang sangat indah dan dahsyat. Tuhan adalah ahli matematika tingkat tinggi.” Dirac menggambarkan keseimbangan alam semesta sebagai hasil matematika tingkat tinggi. (hidayatullah.com, 01-02-2026)
Inilah fakta temuan terbaru dan klaim Willie Soon yang menimbulkan perdebatan:
Pertama, "Rumus Matematika Bukti Adanya " (Ranah Teologi & Sains)
Willie Soon mengklaim bahwa ia telah menemukan rumus matematika yang bisa menjadi bukti ilmiah keberadaan Tuhan. Pernyataan ini mengaburkan batas antara sains (yang berdasarkan empiris) dan iman (teologi). Soon berpendapat bahwa beberapa prinsip fisika dan matematika tidak memiliki penjelasan lengkap jika tidak melibatkan keberadaan pencipta;
Kedua, Debat Klimatologi: Matahari sebagai Penggerak Utama
Dalam bidang klimatologi, Soon konsisten dengan pandangan kontranya bahwa perubahan iklim saat ini utamanya didorong oleh variasi matahari (solar variation), bukan oleh aktivitas manusia;
Ketiga, Perdebatan Ilmiah & Teologis
Kritik Sains: Komunitas ilmiah arus utama (seperti Gavin Schmidt dari NASA) menyebut karya Soon sering menggunakan data yang ketinggalan zaman, korelasi palsu (spurious correlations), dan tidak mempertimbangkan bukti emisi manusia dengan benar;
Keempat, konflik kepentingan: Soon pernah menerima dana dalam jumlah besar dari industri bahan bakar fosil selama bertahun-tahun yang menimbulkan keraguan atas objektivitas temuannya. Perdebatan Teologi-Sains: Pernyataan Soon bahwa "semakin dalam kita mempelajari fisika, semakin membuktikan dunia ini dirancang" mendapat dukungan dari kalangan kreasionis.
Willie Soon berpendapat bahwa matematika dan fisika mampu mengungkap realitas alam semesta yang teratur. Presisi Alam Semesta (Fine-Tuning): Konstanta fisika dan struktur kosmos yang sangat akurat menunjukkan bahwa semesta tidak terjadi secara kebetulan.
Willie Soon berpendapat bahwa Tuhan sebagai Ahli Matematika: Ia mengacu pada konsep bahwa hukum fisika yang indah dan kompleks mengisyaratkan adanya "Sang Pencipta". Ia juga mengkritik terhadap istilah 'kebetulan': Ia berpendapat bahwa keteraturan alam semesta yang luar biasa tidak mungkin muncul begitu saja, melainkan menunjukkan adanya perancangan cerdas.
Kisah Sang Profesor Masuk Islam karena Kebenaran Al-Qur'an
Fakta sains lain yang pernah ditemukan oleh ilmuwan dunia tentang keberadaan Tuhan adalah penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr Maurice Bucaile. Ia melakukan penelitian terhadap jasad Fir'aun yang tenggelam di laut. Pemerintah Mesir pada tahun 1975 mengizinkan jasad Fir'aun diterbangkan ke Prancis untuk diteliti. Prof Dr Maurice Bucaile menyimpulkan hasil penelitiannya bahwa kematian Fir'aun karena tenggelam di laut, terbukti dari sisa garam yang menempel pada jasadnya.
Namun, temannya sesama peneliti menyarankan jangan buru-buru membuat laporan karena orang-orang Islam sudah mengetahui kisah Fir'aun dan bagaimana jasadnya masih utuh hingga hari ini. Profesor Maurice jadi bingung karena faktanya jasad Fir'aun ditemukan arkeolog Mesir pada 1898. Kemudian pada 1907 mumi Fir'aun dipamerkan di museum Kairo. Prof Maurice tidak percaya begitu saja.
Dari mana umat Islam tahu informasi itu? Mustahil menurutnya, hal ini bisa diketahui oleh umat Islam. Peralatan canggih yang digunakan pada penelitian jasad Fir'aun baru saja dilakukan. Temannya kemudian menjelaskan bahwa Al-Qur'an yang merupakan kitab suci umat Islam telah menceritakan tenggelamnya Fir’aun dan penyelamatan mayatnya.
Prof Maurice bertambah bingung, bagaimana mungkin jasadnya baru diangkat pada 1898. Sementara Al-Qur'an sudah ada sejak ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya. Sang Profesor memikirkan perkataan temannya sampai rela tidak tidur menatap mumi Fir'aun semalaman. Dia memikirkan Al-Qur'an yang menceritakan kisah tenggelamnya Fir'aun dan keutuhan jasadnya.
Kemudian dia membuka kitab Bibel dan Injil untuk mendapatkan informasi tentang tenggelamnya Fir'aun. Ia dapati di Bibel maupun Injil Fir'aun mati tenggelam di laut tanpa penyelamatan jasadnya. Karena itu, sang Profesor semakin bingung.
Sang Profesor bertanya pada dirinya sendiri benarkah ini Fir'aun yang hendak mengejar Musa? Apakah masuk akal, Muhammad mengetahui kisah Fir'aun padahal kejadiannya sebelum Al-Qur'an diturunkan?'' Prof Maurice akhirnya memutuskan untuk berdiskusi dengan ilmuwan otopsi dari kalangan umat Islam.
Diskusi berlangsung antara Professor Maurice dan kalangan ilmuwan muslim. Profesor Maurice bertanya tentang Fir'aun dan Nabi Musa. Sampai tenggelamnya Fir'aun dan diselamatkan jasadnya. Seorang ilmuwan muslim berdiri dan membacakan mushaf Al-Qur'an surah Yunus ayat 92, yang artinya: ''Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.''
Ayat ini menggetarkan dan menyentuh hatinya. Seraya berucap bahwa ayat Al-Qur'an sangat logis dan mendorong sains agar berkembang. Ia kemudian berdiri dan berkata lantang bahwa ia mengakui kebenaran Al-Qur'an dan ia menyatakan masuk Islam.
Keberadaan Tuhan Bisa Diindra dari Ciptaan-Nya
Sungguh, keberadaan Tuhan atau Allah bisa diindra dengan logika iman. Bagi orang-orang yang beriman alam semesta dan keteraturannya adalah bukti adanya Allah. Tidak mungkin keteraturannya alam semesta terjadi dengan sendirinya. Sebagaimana tidak mungkin sebuah smartphone tercanggih tercipta dengan sendirinya. Alam Semesta dengan segala keteraturannya pasti diciptakan Allah. Demikian pula smartphone tercanggih ada pabriknya, ada yang menciptakannya.
Embriologi Modern adalah ilmu kedokteran yang menggambarkan perkembangan janin di rahim ibu sesuai dengan gambaran dalam Al-Qur'an. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surah al-Mu'minun ayat 12-14 dan Az-Zumar ayat 6. Sains menyampaikan bahwa segala sesuatu berasal dari air, maka Al-Qur'an sudah terlebih dahulu menjelaskan itu. Ayat seperti QS. Al-Anbiya': 30 ("...dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup...") dan QS. An-Nur: 45 menegaskan air adalah komponen dasar makhluk hidup.
Bukti Keberadaan Tuhan atau Ayat Qouliyah
Surah Ali Imran ayat 190 menyatakan: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal."
"Allah ada pada azali, tidak ada sesuatu pun sebelum Dia." (HR. Bukhari)
Al-Qur'an Sumber Kehidupan
Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam. Diturunkan dari Allah Yang Maha Rahman. Al-Qur'an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam. Al-Qur'an mampu membimbing manusia dari kebodohan kepada cahaya petunjuk. Al-Qur'an mampu membimbing manusia mengenal Tuhan sebagaimana Profesor Maurice menemukan kebenaran Al-Quran.
Ada juga pendeta mendapat hidayah mengenal Allah ketika mempelajari Al-Qur'an. Al-Qur'an mampu mengubah bangsa Arab yang ummi (tidak menguasai baca tulis) dan jahiliah menjadi bangsa yang berperadaban tinggi, bermartabat mulia, dan punya kedudukan khoiru ummat. Wallahualam bissawab. [Dara/MKC]


