Sedia Aku Sebelum Ramadan
ReportaseSemua amaliah di bulan Ramadan dikerjakan karena dorongan keimanan kepada Allah
sebagai wujud ketaatan atas perintah-Nya
______________________________
Penulis Siska Juliana
Tim Media Kuntum Cahaya
KUNTUMCAHAYA.com, REPORTASE – Ramadan merupakan bulan yang mulia. Bulan di mana ampunan Allah terbuka lebar. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di tengah realita kehidupan remaja saat ini yang jauh dari ajaran Islam, apa saja yang harus disiapkan dalam menyambut bulan mulia ini?
Untuk menjawab rasa penasaran itu, Komunitas Smart With Islam mengadakan kajian bertajuk “Sedia Aku Sebelum Ramadan” pada Ahad, 15 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan pelajar dan mahasiswa area Kota Bandung, Jawa Barat.
Para peserta antusias mengikuti acara ini dari awal hingga akhir. Adanya sesi tanya jawab dan silah ukhuwah bersama peserta menambah pemahaman para remaja muslimah yang menghadiri acara ini.
Teh Annisa selaku pemateri memaparkan fakta remaja saat menyambut Ramadan. Ada yang merasa senang, sedih, kesal, dan biasa saja. Contoh Ramadan vibes remaja saat ini yaitu bangun sahur setengah ngantuk, puasa sambil rebahan, ngabuburit sambil scroll medsos, buka puasa kaya balas dendam, bukber, tarawihan bareng teman.
Beliau mengungkapkan alasan Ramadan vibes ala remaja sebabnya adalah nafsu menjadi musuh yang utama. Selain itu, akar masalahnya adalah terlalu lama hidup dalam lingkungan yang steril dari penerapan aturan Islam (adanya sistem kapitalisme sekuler) sehingga banyak umat Islam yang tidak berpuasa tanpa alasan syar’i.
Seorang muslim seharusnya senang menyambut Ramadan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.,
“Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang diberkahi, Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1.000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad)
Teh Annisa memaparkan apa saja yang harus disediakan sebelum Ramadan, di antaranya:
Pertama, meluruskan niat dan tekad.
Semua amaliah di bulan Ramadan dikerjakan karena dorongan keimanan kepada Allah, sebagai wujud ketaatan atas perintah-Nya, menjalankan dengan keikhlasan. Jadi, sebelum masuk Ramadan hendaknya kita berserah diri dan bertaubat kepada Allah.
Kedua, menanamkan pada diri bahwa Ramadan adalah amalan istimewa.
Amal selain puasa adalah milik manusia, sedangkan puasa adalah milik Allah. Ramadan dijadikan momen untuk meningkatkan kualitas diri.
Ketiga, mempelajari kembali ilmu dan hukum-hukum seputar Ramadan.
Ilmu laksana cahaya akan menerangi ke jalan kebenaran dan akan menyelamatkan dari kemaksiatan. Sebaliknya, tanpa ilmu ibadah bisa sia-sia karena bisa jadi tidak sesuai dengan yang dikehendaki Allah.
Keempat, mempersiapkan keluarga.
Jika seluruh anggota keluarga bergembira menyambut Ramadan dan bersungguh-sungguh meraih kemuliaannya, hal ini akan memudahkan tercapainya berbagai target yang telah ditetapkan.
Kelima, menyusun berbagai program dan aktivitas.
Agar ibadah di Ramadan optimal, kita perlu menyusun rencana aktivitas dan target capaiannya, misalkan: tadarus dan tadabur Al-Qur’an, kultum sesudah subuh, mempelajari buku-buku keislaman, ikut kajian rutin, dll.
Keenam, memperbanyak doa.
Memperbanyak doa kepada Allah agar usia kita sampai kepada Ramadan tahun ini dan Allah berkenan memberikan kesehatan, kelancaran, kemudahan, serta keberkahan bagi kita dalam menjalankan semua amal kebaikan di bulan Ramadan dan bulan-bulan selanjutnya. Selain itu, Ramadan adalah salah satu waktu terkabulnya doa.
Allah Swt. berfirman,
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
“Kenali Islam lebih dalam dengan mengkaji Islam secara kafah dan temukan circle positif yang mendukung kita dalam kebaikan. Semoga Allah menjadikan Ramadan kita tahun ini Ramadan terbaik yang pernah kita lalui,” pungkasnya.


