Alt Title

Media dan Informasi dalam Pandangan Islam

Media dan Informasi dalam Pandangan Islam



Media juga akan memainkan peranan penting untuk mengontrol dan menasihati penguasa

dalam melaksanakan kewajibannya memimpin dan mengatur masyarakat dengan syariat Islam

_________________________


Penulis Ria Nurvika Ginting,SH,MH 

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Dosen-FH


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Seorang reporter dari media CNN Indonesia tidak kuat menahan tangisan ketika melaporkan kondisi terkini pascabanjir dan longsor di Aceh. Ini berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025 lalu di mana Irene Wardhanie, reporter CNN Indonesia menyampaikan dalam liputan tersebut bahwa kondisi di lapangan masih tidak kunjung membaik.

 

Ia tidak hanya menyampaikan data dan fakta, tetapi juga emosi yang bisa kita tangkap bahwa betapa beratnya situasi yang dihadapi warga yang terdampak. Bahkan ia mengatakan selama menjalankan tugas jurnalistiknya di wilayah bencana, belum terlihat perubahan yang signifikan. Dengan suara bergetar ia menggambarkan kekecewaan dan keprihatinan atas kondisi penanganan bencana yang dinilai belum menyentuh kebutuhan mendasar warga terdampak khususnya bagi anak-anak. 


Irene makin tidak bisa membendung tangisnya di mana siaran masih berlangsung ketika menyampaikan warga sering menitipkan pesan kepada para jurnalis untuk menyampaikan kondisi sebenarnya agar diketahui masyarakat luas. "Ini berat buat kami,” ucapnya. "Pesan-pesan tersebut menjadi dorongan moral sekaligus beban psikologis bagi jurnalis yang berada langsung di tengah situasi krisis,” tambahnya. (poskokota.com, 18-12-2025)


Media Dibungkam dalam Upaya Menyuarakan Kebenaran


Tayangan ini viral dan mendapat respons dari berbagai kalangan. Namun, di tengah perhatian publik CNN Indonesia menarik konten siaran tersebut dari kanal media sosialnya. Pihak media tersebut juga memberikan klarifikasi bahwa benar penarikan tersebut dilakukan pihak mereka dengan alasan siaran tersebut memiliki potensi disalahgunakan oleh pihak tertentu.

 

Selain itu, konten tersebut dapat memicu framing dan mendiskreditkan pihak tertentu. Pihak redaksi juga menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan oleh redaksi tanpa ada dasar tekanan dari pihak mana pun dan kami akan terus memberitakan upaya penyaluran bantuan pada korban bencana Sumatra. (poskokota.com, 18-12-2025)


Keputusan yang diambil oleh CNN Indonesia tersebut mendapat kritik dari sejumlah pihak yang salah satunya dari penulis, Okky Madasari. Ia pun mengungkit peristiwa ketika kartu pers seorang reporter CNN dicabut. Di mana banyak pihak yang membela karena tindakan tersebut mengancam kebebasan pers. 

 

Akan tetapi, untuk konteks hari ini, ia menyampaikan pihak CNN sendiri yang menurunkan beritanya dan pada akhirnya juga menarik berita tersebut. Ini merupakan tindakan pembredelan terhadap karya jurnalis sendiri. Ia juga menambahkan bahwa ini merupakan bentuk sensor yang paling buruk. (Fajar.co.id, 19-12-2025)


Ketika siaran tersebut ditarik kembali oleh CNN sendiri, bukan berarti berita tersebut akan hilang begitu saja di tengah-tengah masyarakat yang telah mengonsumsi berita tersebut. Tindakan ini malah akan memicu spekulasi di tengah masyarakat, mengapa tiba-tiba berita tersebut dihapus? Apakah ada “tekanan” dari pihak luar.

 

Berita yang disampaikan oleh reporter benar adanya karena ia langsung menyiarkan dari lapangan tempat bencana tetapi mengapa disensor. Bahkan tindakan ini menimbulkan kesan bahwa CNN sedang dibungkam oleh pihak yang merasa dirugikan. 


Media dalam Islam


Sistem Islam yang  menerapkan syariat secara kafah dalam sebuah institusi negara Daulah Khil4fah akan menetapkan bahwa informasi yang sehat merupakan perkara yang penting untuk menyatukan negeri-negeri muslim dan mengemban dakwah Islam ke seluruh umat manusia. Media informasi diperlukan untuk menggambarkan Islam dengan benar dan membina kepribadian masyarakat sehingga terdorong untuk hidup dengan cara yang islami dan menjadikan syariat Islam sebagai tolok ukur dalam segala kegiatan hidupnya.

 

Media informasi juga berperan dalam mengungkap kesalahan pemikiran, paham, dan ideologi serta aturan-aturan sekuler. Dengan cara itu, masyarakat menjadi paham mana yang benar dan mana yang salah, serta terhindar dari pemikiran, pemahaman dan gaya hidup yang tidak islami. Bila umat memiliki pemahaman Islam yang tinggi, maka mudah bagi Daulah Khil4fah untuk menyingkirkan nilai-nilai sekularisme dan mengokohkan nilai-nilai Islam yang agung itu di tengah masyarakat.

 

Media informasi juga memiliki tanggung jawab besar untuk mempropagandakan kekuatan militer dan pertahanan Daulah Khil4fah kepada masyarakat luar. Dengan demikian, media informasi memainkan peranan penting dalam membantu meraih tujuan-tujuan politik luar negeri Daulah Khil4fah. 


Media juga akan memainkan peranan penting untuk mengontrol dan menasihati penguasa dalam melaksanakan kewajibannya memimpin dan mengatur masyarakat dengan syariat Islam. Namun demikian, ada informasi-informasi tertentu yang sangat erat kaitannya dengan urusan negara yang tidak dapat dipublikasikan secara bebas.

 

Misalnya, informasi yang menyangkut pertahanan dan keamanan, seperti gerak pasukan atau berita tentang kemenangan dan kekalahan. Jenis informasi seperti ini harus dihubungkan secara langsung kepada khalifah sehingga dapat diputuskan mana yang harus dirahasiakan dan mana yang bisa dipublikasikan. Allah Swt. berfirman:

 

“Dan apabila datang kepada mereka keamanan atau ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil amri). Kalaulah tidak karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).” (QS. An-Nisa: 83)


Selain informasi rahasia sebagaimana disebutkan di atas, media juga dapat memberitakan segala bentuk informasi selama informasi tersebut berdasar pada fakta yang benar. Termasuk bagaimana kondisi wilayah yang terkena bencana, data-data korban dan situasi sarana dan prasarana pascabencana bukan sesuatu yang dilarang.

 

Bahkan untuk informasi mengenai sosialisasi bagi masyarakat dalam mencegah bencana banjir dan longsor juga merupakan fungsi media dalam sistem Islam, seperti sosialisasi untuk masyarakat agar menjaga kelestarian lingkungan (hutan) bagaimana kesiapan dalam menghadapi bencana. Semua hal ini, informasi yang memang harus didapat oleh masyarakat bukan sesuatu yang dilarang untuk disebarkan. 


Setiap warga negara dalam Daulah Khil4fah memiliki kesempatan untuk mendirikan perusahaan media, baik media cetak maupun media elektronik. Asal media itu dikelola dengan tidak melanggar ketentuan akidah dan syariat Islam. Tiap warga yang mendirikan perusahaan media hanya perlu memberitahukan kepada departemen Infomasi Daulah Khil4fah mengenai perusahaan yang akan didirikan itu.

 

Dalam pelaksanaannya, pemilik perusahaan media sebagaimana warga negara lainnya akan diminta pertanggungjawaban atas setiap pelanggaran syariat yang dilakukan media itu. Wallahualam bissawab. [GSM/MKC]