Nilai Keimanan Hilang Siswa Jatuh ke Lingkaran Narkoba
AnalisisKembali ke nilai-nilai syariat agar kita dapat mewujudkan generasi yang bersih dari narkoba, kuat akal,
cerdas, berakhlakul kharimah dan menjadi generasi penerus peradaban
______________________________
Penulis Aksarana Citra
Kontributor Media Kuntum Cahaya
KUNTUMCAHAYA.com, ANALISIS- Seakan tidak habisnya, tiap Minggu kita disuguhkan berita tentang kasus-kasus remaja dari isu bullying, pembakaran, pengeboman dan sekarang kasus siswa masuk kedalam lingkaran narkoba.
Semua itu seakan memperpanjang daftar kasus dan makin kesini makin memprihatinkan. Rumitnya persoalan yang kita hadapi ini merupakan tantangan kita demi mewujudkan lingkungan yang benar-benar aman, sehat, dan mampu menjadi tempat tumbuh kembang yang layak bagi generasi muda yang masih dalam pencarian jati diri, agar terbentuk generasi muda yang terarah serta bermoral dan mampu membentengi diri mereka dengan berbagai pengaruh negatif.
Sebanyak 15 siswa SMP di Surabaya dinyatakan positif narkoba. Setelah BNNP melakukan tes urine terhadap puluhan remaja. Namun, Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jatim menyatakan pihaknya masih terus menelusuri asal-usul barang haram tersebut, dan ia belum bisa memastikan jenis narkoba apa yang dipakai siswa.
Temuan ini menambah daftar panjang kasus narkoba di kalangan pelajar. Di "Kampung Narkoba" Jalan Kunti Kecamatan Semampir kota Surabaya, polisi melakukan tes urine kepada 50 siswa dan 15 orang positif narkoba. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwasanya dari dulu jalan ini sudah tidak asing dengan aktivitas jual beli barang haram dan pesta narkoba.
Sudah sering sekali aparat melakukan penggerebekan dan menemukan kasus peredaran narkoba di daerah tersebut, dan mengupayakan agar kawasan tersebut bebas dari jaringan narkoba. (kumparannews.com)
Rentetan kasus seakan tiada hentinya bagai lingkaran setan yang mampu menjerumuskan setiap orang di dalamnya, ini salah siapa? Apakah ada pihak yang harus bertanggung jawab? Remaja kehilangan nilai keimanan dan kebahagiaan karena terjebak narkoba.
Narkoba menjadi pelarian dari tekanan hidup yang tidak pernah terselesaikan oleh sistem yang membesarkan mereka. Rumah yang tidak memberikan kenyamanan, sekolah hanya menuntut nilai dan lingkungan yang menawarkan kesenangan sementara dan narkoba menjadi jalan pintas tapi menghancurkan masa depan remaja sedikit demi sedikit.
Dari pernyataan di atas kita tarik kesimpulan kenakalan remaja ini di akibatkan oleh sistem, tetapi sistem apa dan bagaimana? Sistem yang memisahkan nilai-nilai keimanan spiritual dari kehidupan remaja sehingga mendorong mereka hidup tanpa arah moral yang jelas.
Sistem yang menilai segala sesuatu dengan materi sehingga keberhasilan diukur dari angka popularitas dan kepemilikan bukan ketakwaan, sistem kebebasan yang membiarkan remaja mengeksplorasi tanpa batas, atas nama Hak padahal kebebasan di baliknya menyisakan jeratan pergaulan bebas narkoba kekerasan dan krisis identitas yang menggerogoti mereka.
Peredaran narkoba sangat sistemik dan merajalela, inilah bukti pengawasan dari negara dan masyarakat yang lemah. Seharusnya negara dalam hal ini menindak dengan tegas segala bentuk upaya perusakan generasi. Negara dan masyarakat harus saling berkoordinasi agar tercipta lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Itu akan terwujud apabila sistem yang menaungi kehidupan kita adalah sistem yang benar-benar menjaga akidah, akhlak, dan keamanan rakyat. Sistem yang tak hanya hadir saat ada kasus, tetapi mengatur akar masalah dan mencegah segala sesuatu yang akan menghancurkan generasi muda.
Kampung narkoba yang menjadi sarang para perusak masyarakat bukannya dibiarkan dan makin melebarkan sayap kejahatannya, tetapi harus diberantas agar tidak menjadi malapetaka bagi remaja dan generasi muda. Caranya dengan menutup dan menindak keras pelaku dan memusnahkan barang barang tersebut.
Menutup pabrik yang memproduksi dan menghukum pelaku pembuat bandar dan pengedar dengan ancaman hukuman yang berat. Karena narkoba bisa merusak otak, jasmani dan rohani remaja. Tidak jarang efek dari narkoba itu bisa merusak otak secara permanen membuat kemampuan berpikir menurun drastis, mengacaukan emosi.
Akibatnya, remaja jadi salah arah sulit membedakan mana yang benar atau salah, serta terjebak pada tindakan yang destruktif dan tindakan tindakan kriminalisasi, serta menjauhkan mereka dari masa depan yang cemerlang.
Islam hadir menawarkan solusi dalam memberantas penyalahgunaan narkoba bagi remaja. Islam akan mencegah dengan cara berikan pendidikan dengan dasar penguatan keimanan kepada remaja, agar mentalnya kuat, tidak mudah tergoda, dan menguatkan fondasi dari pola berpikir dan pola sikap islami.
Islam melakukan pengontrolan di setiap tempat agar peredaran narkoba tidak pernah terjadi, tanamkan ketakwaan dan akidah yang kuat serta keseharian mereka diisi dengan kegiatan positif, otomatis mereka tidak akan mencari pelarian pada hal-hal yang bisa merusak diri, tetapi justru memiliki tujuan hidup yang jelas dan terarah.
Selain itu, Islam akan melakukan pengontrolan di setiap lini kehidupan dari mulai keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat agar pengedaran narkoba tidak memiliki lahan untuk tumbuh dan berkembang. Negara dalam sistem Daulah Islamiah aktif dalam penyelesaian kasus tidak akan menunggu dulu laporan, tetapi mencegah dan aktif mengawasi setiap keluarga dan menutup rapat suatu tempat apabila tempat tersebut disinyalir menjadi sarang atau biang kejahatan, termasuk jaringan narkoba.
Islam membentuk masyarakat yang bertakwa dan senantiasa bertanggung jawab dalam pengontrolan wilayahnya agar setiap individu merasa memiliki peran dalam menjaga keamanan generasi muda. Kurikulum pendidikan yang berasaskan penguatan akidah. Di mana nantinya melahirkan generasi yang bertakwa beriman cerdas dan berakhlak mulia.
Lahirnya para ulama dan penemu karena generasi di bimbing untuk selalu cinta ilmu, bukan disibukkan dengan urusan dunia yang hanya mengejar materil saja, tetapi lebih dari itu generasi dibina untuk cinta dan taat kepada agamanya menyertakan nilai nilai spiritual dan agama di setiap jenjang kehidupannya, dan mampu mengontrol diri agar tidak bebas bertindak dan berbuat, semua itu akan terwujud apabila Daulah Islam ditegakkan.
Allah berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 90-91,
"Hai orang orang beriman sesungguhnya khamr judi berhala dan azlam adalah najis termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu beruntung. Setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui khamr dan judi, serta menghalangi kamu dari mengingat Allah dan salat."
Narkoba termasuk zat yang memabukkan dan menghilangkan akal sehingga hukumnya lebih keras lagi dari khamr dan mampu menjerumuskan diri kita ke kehancuran fisik mental dan spiritual. Keluarga, lingkungan masyarakat, dan negara wajib mencegah supaya remaja tidak masuk ke dalam lingkaran narkoba. Karena penyalahgunaan narkoba adalah perbuatan keji yang harus dicegah.
Ini adalah persoalan kita semua bukan hanya persoalan individu semata. Adanya kasus seperti ini merupakan cermin dari lemahnya sistem yang seharusnya menjaga generasi. Islam hadir dengan solusi yang menyeluruh menguatkan iman dan takwa membina akhlak mengawasi lingkungan agar aman dari segala macam kejahatan serta menegakkan hukum yang tegas dan memberi efek jera pada para pelaku.
Kembali ke nilai-nilai syariat agar kita dapat mewujudkan generasi yang bersih dari narkoba, kuat akal, cerdas, berakhlakul kharimah dan menjadi generasi penerus peradaban. Semoga Allah Swt. memudahkan langkah kita dalam menjaga semua amanah ini. Wallahualam bissawab.


