Alt Title

Miris Perundungan Remaja Makin Meningkat

Miris Perundungan Remaja Makin Meningkat




Sungguh miris, melihat berbagai perundungan menjadi hal biasa di tengah masyarakat

maupun di kalangan remaja terutama anak-anak sekolah

_________________________


Penulis Dara Millati Hanifah, S.Pd,.Gr.

Tim Media Kuntum Cahaya


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Perundungan yang terjadi pada remaja akhir - akhir ini semakin meningkat. Baik di sekolah maupun di masyarakat. Tak jarang, korban berakhir dengan kehilangan nyawa. Ada beberapa pemicu terjadinya perundungan, seperti iri, balas dendam dan lain sebagainya.


Beberapa bulan yang lalu, Jumat, 31 Oktober 2025, asrama putra Dayah (Pesantren) Babul Maghfirah, di Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, terbakar. Polisi mengungkapkan bahwa pelaku pembakaran adalah salah satu santri yang masih di bawah umur.


“Pelaku mengaku membakar gedung asrama karena sering mengalami bullying dari beberapa temannya,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, saat konferensi pers di Meuligoe Rastra Sewakottama, Kamis (6-11).


Santri tersebut melakukan hal itu karena tertekan secara mental. Dia membakar gedung agar barang-barang milik temannya yang diduga sering mengganggunya habis terbakar. (Kumparan.com, 07-11-2025)


Seorang siswa SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sena, menceritakan detik-detik ledakan saat terjadi. Dia menduga pelaku adalah siswa kelas 12 yang merupakan korban bullying. Ledakan terjadi saat rangkaian salat jumat. (Kumparan.com, 07-11-2025)


Maraknya Bullying di Kalangan Pelajar


Fakta di atas menunjukkan bahwa perundungan atau bullying tidak bisa dianggap sepele. Karena, dampak yang ditimbulkan seperti gangguan mental, penurunan prestasi hingga bunuh diri. Situasi tersebut harus menjadi perhatian lebih baik di rumah, di sekolah, di masyarakat terutama dari negara.


Banyak faktor yang menyebabkan para remaja melakukan perundungan atau bullying salah satunya adalah pengaruh media sosial. Saat ini, media sosial menjadi hal yang sangat melekat pada masyarakat terutama di kalangan remaja. Bahkan, perundungan atau bullying dianggap sebagai candaan atau sekedar konten untuk meraih yang namanya popularitas dikalangan mereka.


Sungguh miris, melihat berbagi perundungan menjadi hal biasa di tengah masyarakat maupun di kalangan remaja terutama anak-anak sekolah, baik ditingkat sekolah dasar, menengah, maupun atas. Bahkan, ditingkat mahasiswa perundungan juga terjadi. Mengapa perundungan bisa terjadi pada generasi saat ini?


Salah satu penyumbang terbesar yang menyebabkan generasi saat ini sering melakukan perundungan adalah sistem yang mengakar yaitu pendidikan sekuler. Yang mana, sistem tersebut menganut kebebasan terutama kebebasan perilaku. Selain itu, moral yang diberlakukan menjadi menurun akibat perundungan yang terjadi pada anak-anak kita.


Yang kuat menindas yang lemah atau yang populer merendahkan yang tidak populer. Begitulah pola pikir yang ditanamkan pada generasi saat ini khususnya anak-anak yang masih sekolah. Padahal, standar kemuliaan bukan berdasarkan harta, popularitas maupun kekuatan.


Dalam Islam, perundungan adalah perilaku haram. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt.:


"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengejek kaum yang lain. Boleh jadi yang diejek itu lebih baik daripada yang mengejek... (TQS Al-Hujurat: 11)


Makna ayat di atas adalah Allah telah melarang yang namanya mengejek. Karena itu adalah bentuk sebuah penghinaan dan Allah jelas mengharamkannya. Seharusnya, pemerintah melarang berbagai tindakan yang mengarah penghinaan atau perundungan. Namun, karena di sistem sekuler ini rasanya sulit untuk menerapkannya.


Solusi Islam Mengatasi Perundungan


Islam bukanlah agama saja, tetapi Islam adalah sebuah sistem yang mengatur semua lini kehidupan manusia, termasuk perundungan. Sistem Islam akan melindungi mereka yang menjadi korban perundungan. Sedangkan pelaku perundungan akan dihukum sesuai tindakannya.


Karena dalam Islam perlindungan terhadap jiwa juga kehormatan merupakan sebuah prioritas. Artinya, penting bagi kita khususnya negara melindungi masyarakatnya dari segala bentuk kezaliman termasuk perundungan pada remaja. Tak hanya itu, pendidikan yang diterapkan oleh negara harus berlandaskan akidah Islam.


Dengan menerapkan pendidikan Islam berbasis akidah Islam bisa mencegah atau bahkan tidak ada perundungan atau pembullyan yang dilakukan oleh remaja. Karena, pendidikan dalam Islam akan fokus pada penanaman akidah, kemudian dilanjut dengan mempelajari ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan para remaja atau anak-anak.


Karena itu, mari kita ubah sistem sekuler saat ini sampai ke akar-akarnya. Agar tidak ada lagi kasus perundungan yang dialami generasi saat ini. Lalu, diganti dengan sistem pendidikan Islam yang akan menjadikan generasi agen perubahan. Pada dasarnya, sebuah negera bisa maju sebab generasinya unggul bukan hanya dari ilmu pengetahuan tetapi dari segi akhlaknya. Wallahuallam bissawab. [GSM/MKC]