G4za Masih Dijajah Gencatan Senjata Bukan Solusi
OpiniUntuk bisa melindungi penduduk G4za dan menciptakan perdamaian dunia
hanya bisa dilakukan ketika umat Islam ada dalam naungannya (Daulah Islamiah)
_________________________
Penulis Anastasia, S,Pd.
Kontributor Media Kuntum Cahaya
KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Sejatinya perdamaian di antara manusia, akan terwujud apabila dunia menerapkan sistem kehidupan yang benar, yaitu aturan yang bersumber dari Allah Swt.. Keadaan ini, menggambarkan kondisi G4za yang masih terus dijajah oleh Zion*s, padahal sebelumnya telah disepakati gencatan senjata di antara kedua belah pihak.
Serangan udara dan penembakan oleh tentara Isra*l telah tewaskan 242 warga P4lestina, dan menghancurkan 1.500 bangunan. Isra*l tercatat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata di Jalur G4za setidaknya 282 kali dalam satu bulan pertama sejak perjanjian tersebut diumumkan.
Pelanggaran yang berlangsung dari 10 Oktober hingga 10 November ini mengakibatkan ratusan warga P4lestina tewas dan terluka. Angka ini menunjukkan bahwa kesepakatan damai sementara yang dibentuk oleh mediator internasional masih sangat rapuh di lapangan. (IDNTime.com, 15-11-2025)
Serangan brutal tersebut adalah bukti bahwa gencatan senjata sesungguhnya bukanlah jalan keluar mengakhiri penjajahan di G4za. Apalagi gencatan senjata merupakan skenario AS sebagai sekutu setia Isra*l untuk melanjutkan kembali serangan yang lebih masif yang berlindung di balik topeng gencatan senjata.
Kesepakatan Palsu
Sebagai umat Islam, tentu kita banyak belajar bagaimana sikap orang Yahudi terhadap kepemimpinan Rasulullah saw, sebagai kepala negara yang selalu melanggar kesepakatan perjanjian damai, yaitu piagam Madinah. Sekarang sejarah tersebut terulang kembali. Di mana penduduk G4za merasakan penderitaan atas penjajahan dari Zion*s Isra*l.
Dunia internasional seperti PBB, hanya bisa mengutuk tanpa mampu menghentikan perang. Hukum internasional selama ini sangat mudah dikendalikan oleh kepentingan AS, yang sudah jelas-jelas menjadi sponsor utama Isra*l yang berkontribusi terhadap genosida di G4za.
Ironi melihat kondisi umat Islam yang secara demografi memiliki jumlah penduduk yang besar. Namun sayang, pemimpin negeri-negeri kaum muslim tidak tergerak sedikit pun untuk mengirimkan tentaranya ke P4lestina untuk menolong penduduk G4za. Mereka selama ini hanya disibukkan untuk mengamankan kepentingan negaranya.
Pemimpin negeri kaum muslim terlibat dalam skenario kesepakatan damai yang sudah dibuat oleh AS. Yang mana ujungnya melanggengkan kembali penjajahannya terhadap penduduk G4za. Mereka adalah pengkhianat yang ikut berperan aktif menginisiasi dalam diplomasi palsu seperti "solusi dua negara" yang secara langsung mengakui eksistensi negara Zion*s.
Tentu ini merupakan pengakuan loyalitas mereka terhadap kepentingan AS. Di saat yang sama, penduduk G4za mengalami penderitaan tiada akhir, penyerangan terus saja masif dilakukan oleh tentara Zion*s ke G4za. Hingga detik ini mereka harus bertahan hidup tanpa ada bantuan apa pun. Alhasil, sudah jelas gencatan senjata bukanlah solusi untuk membebaskan penduduk G4za dari penjajahan Zion*s.
G4za Butuh Khil4fah
Adanya pelanggaran gencatan senjata yang dilanggar oleh Zion*s menandakan bahwa sistem kehidupan yang diemban di dunia ini, tidak mampu memberikan kedamaian dan jalan keluar mengakhiri penderitaan G4za yang terus berulang. Apalagi kita sudah memahami betul karakter orang Yahudi yang selalu melanggar kesepakatan damai.
Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Allah Swt. dalam firmannya: "(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS, Al Maidah: 13 )
Untuk bisa melindungi penduduk G4za dan menciptakan perdamaian dunia, hanya bisa dilakukan ketika umat Islam ada dalam naungannya (Daulah Islamiah). Tentu, kita belajar dari sejarah Rasulullah saw. bagaimana beliau sebagai kepala negara bersikap tegas melakukan usaha pengusiran terhadap Bani Nadir dan Bani Qainuqa yang telah merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah saw..
Sikap beliau adalah bagian dari politik Islam yang mengharuskan negara melindungi keamanan rakyatnya dari segala bentuk ancaman yang akan membahayakan. Daulah adalah negara yang menerapkan sistem Islam secara sempurna yang di dalamnya mengemban dakwah dan jihad. Jihad sebagai salah satu metode untuk melindungi umat Islam dari segala bentuk penjajahan yang sifatnya bisa ofensif atau defensif.
Dengan adanya negara Khil4fah, tentu penguasa Islam akan mudah memobilisasi tentara untuk mengobarkan semangat jihad, turun membela saudara-saudaranya di G4za. Keberadaan jihad hanya dalam sistem Islam yang sudah terbukti selama berabad-abad lamanya mampu membebaskan penderitaan umat manusia dari segala bentuk penjajah, menuju kehidupan yang damai. Karena sistem Khil4fah, aturan yang bersumber dari Allah Swt. yang menciptakan manusia. Wallahualam bissawab. [Dara/MKC]


