Alt Title

Remaja Tewas Overdosis, Nasib Generasi Kian Miris

Remaja Tewas Overdosis, Nasib Generasi Kian Miris

 


Kalau remaja hari ini sudah sedemikian mengkhawatirkan, lalu bagaimana nasib umat manusia kelak? 

Siapa yang akan memimpin peradaban yang gemilang?

______________________________


Penulis Heni Rohmawati, S.E.I.

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Kembali remaja tewas karena overdosis. Kali ini terjadi pada dua remaja dalam acara organ tunggal hari Minggu (18/2/2024) di Kabupaten Pesawaran. (Tintasiyasi.com, 22/2/2024)


Atas kejadian ini, Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika mengambil tindakan tegas terhadap kejahatan kriminal yang melibatkan organ tunggal. Ia mengungkapkan keprihatinan atas kejadian ini. Irjen Helmy pun menyatakan, "Banyak kasus kejahatan yang bermula dari acara organ tunggal, seperti kejahatan kriminal hingga peredaran narkoba."


Untuk menyelesaikan kasus ini, Kapolda Lampung akan lebih memperketat jam operasional dengan membatasi waktu hingga pukul 21.00. Penerapannya akan dipantau dengan tegas. Seperti yang diketahui bahwa video yang menunjukkan meninggalnya dua remaja tersebut terjadi pada pukul 23.00. Acara itu membuktikan adanya pelanggaran jam operasional. Dengan ini, pihak kepolisian akan menindak pemilik organ tunggal sekaligus penyewanya. 


Akibat Sekularisme


Sungguh miris peristiwa yang menimpa remaja tersebut. Usia yang produktif berakhir dengan keadaan yang mengenaskan. Kasus remaja meninggal akibat overdosis ini bukanlah kali pertama. Namun, sederetan dari kasus-kasus serupa telah terjadi dan belum mampu dituntaskan hingga saat ini.


Tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat kepolisian dengan pembatasan waktu sesungguhnya bukanlah solusi yang menyentuh akar penyebab masalah yang sebenarnya. Karena langkah ini tidak mampu menjamin terhentinya kejadian serupa dan peredaran narkoba di tengah-tengah remaja dan masyarakat luas.


Penyebab yang sesungguhnya adalah karena penerapan sistem kapitalisme sekuler di negeri ini yang membuat manusia jauh dari agama. Minimnya ilmu agama yang dimiliki para remaja hari ini telah menghantarkan mereka tidak mampu memahami aktivitas yang mereka lakukan. Baik buruk hanya diukur dari hawa nafsu semata.


Sekularisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan, telah menjangkiti para remaja dan masyarakat secara umum. Setelah jauh dari tuntunan agama, maka kebebasan menjadi prinsip yang didewakan oleh manusia. Padahal, semakin jauh dari tuntunan agama, bisa menghantarkan seseorang pada jurang kehancuran.

 

Dalam lingkungan yang sudah rusak, maka peredaran narkoba menjadi makin mudah. Peredaran narkoba ini sesungguhnya masalah akut negeri ini. Hingga hari ini penguasa tidak mampu menjamin remaja terbebas darinya.


Problem ini cukup meresahkan. Karena ancamannya telah nyata-nyata hadir di tengah kehidupan remaja saat ini. Butuh kerja keras yang tersistematis serta political will yang besar dari negara.


Pergaulan bebas menjadi pasar yang menjanjikan dari peredaran komoditas yang merusak ini. Karena di situlah pangsa pasar yang menyerap barang haram ini. Lengkaplah sudah ancaman para pemuda di negeri ini. Mulai dari sekularisme, pergaulan bebas, gaya hidup nan hedon, hingga terpapar narkoba yang siap melibas hidup mereka.


Solusi Paripurna Hanya dengan Sistem Islam


Sungguh sekularisme telah merusak kehidupan umat manusia. Masa remaja adalah usia produktif di mana berbagai potensi tumbuh seharusnya bisa diarahkan untuk melakukan hal-hal yang positif malah menjadi kehancuran.


Kalau remaja hari ini sudah sedemikian mengkhawatirkan, lalu bagaimana nasib umat manusia kelak? Siapa yang akan memimpin peradaban yang gemilang?


Cara Islam Menjaga Generasi


Satu-satunya solusi yang dibutuhkan oleh remaja adalah kembali kepada Islam yang akan menghantarkan mereka menjadi manusia yang paripurna dan mulia. Remaja adalah sosok yang juga menjadi hamba Sang Pencipta.


Sebagai manusia yang lemah, remaja butuh akan memahami keberadaan dirinya juga memahami aturan-aturan Sang Ilahi untuk mampu melewati kehidupannya sesuai petunjukNya. Agar mereka tidak salah dalam melangkah dan kelak siap menerima estafet kepemimpinan. Memberikan persembahan terbaik bagi Allah dan Rasul-Nya.


Selain memiliki keimanan yang kuat dan pemahaman Islam yang luas, negara dalam Islam akan menjauhkan remaja dan masyarakat dari segala sesuatu yang akan merusak diri seperti narkoba, minuman beralkohol dan sejenisnya. Negara tidak akan main-main dalam menindak pada pengedar dan penyedia barang-barang tersebut. 


Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam, "Rasulullah saw. melarang setiap yang memabukkan dan menenangkan (mufattoir)." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)


Dalam negara Islam, berbagai barang haram tersebut tidak dianggap sebagai komoditas ekonomi. Maka komoditas tersebut haram untuk diproduksi, dikonsumsi dan diedarkan di tengah-tengah masyarakat.


Apabila ada yang memproduksi, mengonsumsi dan mengedarkan dianggap melakukan kejahatan (jarimah). Pelakunya akan dikenakan sanksi hudud, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam hukum syarak.


Demikianlah cara Islam menjaga remaja dan masyarakat agar senantiasa dalam suasana keimanan dan terjauhkan dari hal-hal yang merusak. Negara akan menyibukkan para pemuda dan masyarakat dengan kebaikan. Remaja akan diarahkan potensinya untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya serta beramal salih.


Generasi muda dipersiapkan dengan sebaik-baiknya untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Hal ini sebagaimana telah dicontohkan oleh peradaban Islam yang mulia di masa lalu. Wallahualam bissawab. [SJ]