Alt Title

Kemiskinan Mengancam Generasi Muslim? Inilah Solusi Terbaik dari Islam

Kemiskinan Mengancam Generasi Muslim? Inilah Solusi Terbaik dari Islam

 


Negara wajib mewujudkan kesejahteraan rakyat dalam segala bidang dengan berbagai mekanisme yang sudah ditetapkan dalam sistem Islam

Perlindungan generasi dalam hal ini sangat penting dan jadi prioritas negara

______________________________


Penulis Mawaddah Sopie

Kontributor Media Kuntum Cahaya


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Menurut hasil survei dari lembaga PBB, badan amal Inggris Save the Children, Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan anak-anak, Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), jumlah anak yang tidak memiliki perlindungan sosial di seluruh dunia sekitar 1,4 M.  Data tersebut mencakup usia remaja sekitar 16 tahun ke bawah.  


Tak tersentuhnya perlindungan sosial mengakibatkan anak mudah terkena gizi buruk, penyakit, dan kemiskinan dan kehidupan yang jauh dari kata sejahtera.


Secara universal, terdapat 333 juta anak yang hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem. Berjuang untuk bertahan hidup dengan pendapatan kurang dari 2,15 dolar AS (Rp33.565) per hari, dan hampir satu miliar anak-anak hidup di bawah garis kemiskinan multidimensi. 


Natalia Winder Rossi yang merupakan Direktur Global Kebijakan Sosial dan Perlindungan Sosial UNICEF mengatakan,


"Pencapaian target kemiskinan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan masih di luar target yang diinginkan. Menurut beliau, memperluas lagi ruang lingkup perlindungan sosial bagi anak-anak dalam memberantas kemiskinan sangatlah penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anak-anak dalam jangka panjang."


Perlindungan tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk tunjangan yang diberikan kepada anak-anak dalam bentuk uang tunai atau kredit pajak, mengakses layanan kesehatan, nutrisi, pendidikan berkualitas, air dan sanitasi. (Kumparan.com, 15/02/2024)


Kemiskinan saat ini merupakan momok yang sangat fatal mengancam. Terutama bagi negara-negara berkembang. Hal tersebut disinyalir terjadi karena diterapkannya sistem kapitalis sekuler di negeri ini. Kesenjangan sosial merajalela. Si kaya semakin kaya, dan si miskin semakin miskin.  


Kemiskinan ekstrem juga terjadi di dunia, hal tersebut menunjukkan adanya persoalan sistemik yang mau tidak mau jadi tantangan global di dunia. Penerapan sistem kapitalis inilah yang memicu kekacauan dan keterpurukan. Akibatnya anak-anak akan mengalami banyak masalah di dalam kehidupannya yang akan berdampak pada nasib dunia di masa mendatang. 


Di sisi lain, perlindungan sosial di setiap negara saat ini ibarat gali lubang tutup lubang. Selama sistem ekonominya kapitalis sekuler, tidak akan memberikan jaminan kesejahteraan bagi generasi. Karena sistem ini berjalan seperti hukum rimba. Siapa yang kuat dalam permodalan, di situlah yang berkuasa.


Sehingga pengusaha dapat menguasai hajat hidup rakyat termasuk menguasai sumber daya alam. Inilah dampak terjadinya reinventing government, yang mana negara hanya memosisikan dirinya sebagai regulator.


Perusahaan akan mengambil untung sebesar-besarnya, sementara rakyat hidup tertekan dengan dibayang-bayangi kemiskinan. Kondisi tersebut mengancam keselamatan generasi dan masa depan generasi kaum muslimin.  


Adapun solusi di dalam syariat Islam adalah negara wajib mewujudkan kesejahteraan rakyat dalam segala bidang dengan berbagai mekanisme yang sudah ditetapkan dalam sistem Islam. Perlindungan generasi dalam hal ini sangat penting dan jadi prioritas negara.


Contoh konkretnya yaitu negara melakukan pembinaan baik kepada individu maupun masyarakat. Agar setiap laki-laki dalam rumah tangga berkewajiban untuk mencari nafkah. Begitupun dalam level masyarakat, negara menerapkan sistem untuk beramal saleh berupa infak, zakat, sedekah dan wakaf.


Sehingga yang berkecukupan harta bisa berbagi kepada mereka yang kurang beruntung. Dan semua itu bisa terwujud saat negara menjalankan syariat Islam dengan benar dan mengurusi urusan rakyatnya dengan benar. Karena semua itu akan dimintai pertanggungjawaban.


"Seorang Imam adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyatnya,  dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)


Adapun pandangan Islam mengenai peran negara untuk mengentaskan kemiskinan adalah pertama dengan menciptakan lapangan kerja. Negara mewajibkan masyarakat untuk wajib bekerja, dan memperluas bidang pekerjaan seperti pertanian dan peternakan, jasa maupun industri. Pertumbuhan ekonomi juga diupayakan melalui sektor riil. 


Kedua, negara juga wajib menutup semua kecurangan dalam bidang ekonomi seperti riba, judi, fahis (penipuan dalam penentuan jual beli), dan penimbun. Serta pemberian sanksi yang tegas bagi yang melakukan kecurangan tersebut.  


Ketiga, sumber daya alam harus dikuasai negara, demi kemakmuran rakyat. Dan tidak diperkenankan dikuasai oleh segelintir orang. Baik oleh individu, pengusaha, asing maupun aseng.  


Keempat, negara wajib menyediakan kebutuhan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan yang diberikan gratis bagi rakyatnya. Yang sumber dananya berasal dari pengelolaan sumber daya alam.  


Dengan demikian, kemiskinan bisa diatasi. Dan kesejahteraan di masyarakat dapat dirasakan. Hal tersebut dapat terwujud jika sistem Islam tegak di muka bumi ini. Wallahualam bissawab. [SJ]