Alt Title

Kemiskinan Ekstrem Terjadi? Apa yang Harus Dilakukan?

Kemiskinan Ekstrem Terjadi? Apa yang Harus Dilakukan?

  


Dalam Islam, diatur mekanisme pemenuhan kebutuhan primer untuk semua rakyat. Sehingga, tidak ada orang yang kekurangan

Pemerintah menjamin kebutuhan dasar seperti pemenuhan sandang, pangan dan papan untuk per individu. Pemerintah akan mengelola SDA dengan baik dan manfaatnya akan dirasakan oleh semua rakyat. SDA tidak boleh dikuasai oleh pihak swasta dalam negeri atau asing. Sehingga, tidak akan ada swastanisasi dalam pengelolaan SDA ini. Islam terbukti bisa melahirkan kesejahteraan


_____________________


Penulis Ayu Susanti, S.Pd  

Kontributor Media Kuntum Cahaya 


KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA - Kemiskinan bukan hal baru yang didengar saat ini. Seperti hal yang tidak bisa dihindari oleh negeri ini. Bahkan dialami oleh hampir seluruh dunia. Kemiskinan berdampak pada anak-anak yang ada di suatu negeri. Jika hal ini terus berlanjut nasib masa depan bangsa akan semakin memprihatinkan. 


Pemerintah memperkirakan kemiskinan ekstrem bisa melonjak drastis pada penghujung tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yakni tahun 2024. (www.cnbcindonesia.com, 05/06/2023). 


Kemiskinan ekstrem ternyata tidak hanya melanda negeri ini. Tetapi, hampir menjadi problem global dunia. Hal ini berarti menandakan ada yang keliru dalam sistem hidup yang dipakai oleh manusia. Sistem hidup yang dipakai saat ini adalah sistem kapitalisme yang berlandaskan sekulerisme (pemisahan agama dengan kehidupan).


Sistem ini berasaskan kepentingan atau manfaat. Hal ini mempengaruhi aturan yang dikeluarkan pemerintah. Di mana dalam sistem ini, pemerintah hanya sebatas regulator. Sedangkan yang berkuasa adalah para pengusaha, pemilik modal. Dalam sistem kapitalisme, ada kebebasan untuk para pengusaha menguasai hajat hidup rakyat termasuk menguasai sumber daya alam. Jangan heran jika di lapangan, kita mendapatkan SDA yang dimiliki suatu negeri akan dikuasai oleh segelintir orang yang memiliki modal.


SDA yang jumlahnya sangat banyak dan seharusnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Namun, nyatanya dikelola dan dikuasai oleh pihak swasta. Hal ini menyebabkan kemiskinan terus terjadi. Karena, orang kaya semakin kaya. Manfaat dan keuntungan yang didapat dari pengelolaan SDA hanya dirasakan oleh orang-orang yang menguasainya baik pihak swasta dalam negeri atau dikuasai oleh asing. Rakyat biasa hanya mendapatkan sisa-sisanya dan itu tak seberapa. Permasalahan ini akan terus ada jika kita masih tetap mempertahankan sistem kapitalisme buatan manusia.


Berbeda halnya dengan Islam. Dalam Islam, diatur mekanisme pemenuhan kebutuhan primer untuk semua rakyat. Sehingga, tidak ada orang yang kekurangan. Pemerintah menjamin kebutuhan dasar seperti pemenuhan sandang, pangan dan papan untuk per individu. Pemerintah akan mengelola SDA dengan baik dan manfaatnya akan dirasakan oleh semua rakyat. SDA tidak boleh dikuasai oleh pihak swasta dalam negeri atau asing. Sehingga, tidak akan ada swastanisasi dalam pengelolaan SDA ini. Islam terbukti bisa melahirkan kesejahteraan. Oleh karena itu, jika kita ingin terbebas dari permasalahan yang ada seharusnya kita kembali kepada aturan Islam yang menyeluruh. Wallahualam bissawab. [Dara]