Alt Title

Akar Masalah Negeri Ini Bukan Semata Faktor Individu, Melainkan Sistem, Pengamat: Harapan Hanya pada Islam

Akar Masalah Negeri Ini Bukan Semata Faktor Individu, Melainkan Sistem, Pengamat: Harapan Hanya pada Islam

Ketika penerapan akidah sekularisme yang melahirkan sistem yang rusak, yakni dari sisi ekonomi muncul ekonomi kapitalis, kalau dari sisi politik muncullah politik demokrasi

Kemudian lahirlah hukum sekuler dan liberal

________________________________________



KUNTUMCAHAYA.com, REPORTASE – Terkait akar masalah negeri ini sebagai catatan kelam yang menimpa umat, Hanif Kristianto, analis politik dan media menjelaskan dalam program Kabar Petang di Channel YouTube Khilafah News (29/12). Ia sebut bukan semata karena faktor individu. Karenanya agar tidak salah langkah menyambut masa depan, butuh merenung kondisi yang lalu, lantas ke depan bagaimana. 


“Misal sering kita menyaksikan, orang menyebut karena pemimpinnya tidak amanah, tidak fathanah, tidak tablig. Tapi faktanya, ada orang jujur dan benar justru tersingkir dari kekuasaan,”ungkapnya.


Hanif menyoroti siapa yang akan memimpin negeri ini selanjutnya? Kadang mereka memberikan janji kampanye, angan surga kepada mayoritas rakyat yang miskin literasi, miskin edukasi. Rakyat pun banyak yang terhipnotis. 


Persoalan ideologis disebutnya sebagai akar persoalannya. "Ketika penerapan akidah sekularisme yang melahirkan sistem yang rusak, yakni dari sisi ekonomi muncul ekonomi kapitalis, kalau dari sisi politik muncullah politik demokrasi. Kemudian lahirlah hukum sekuler dan liberal."


Cirinya sekuler tampak dengan kerap menuduh orang atau kelompok yang memperjuangkan Islam secara politik sebagai pengusung politik identitas. Lantas melabelinya dengan sebutan kaum radikal, hingga muncul seruan kebencian syariat Islam kewajiban penegakan khilafah. Padahal kapitalisme sekuler demokrasilah biang kerusakan yang ada begitu, ungkap pengamat politik tersebut. 


Hanif menjelaskan hari ini semua bebas, tidak menstandarkan ke halal haram, hanya diukur pada kepentingan dan kemanfaatan. Inilah kapitalisme sekularisme. Sistem kapitalisme dan demokrasi membuka lebar bagi kaum kapitalis untuk melobi kaum eksekutif dan legislatif untuk membuat peraturan yang menguntungkan mereka. Mulai dari Undang-Undang Ciptaker, Minerba, Omnibus Law,  Kesehatan, dan seterusnya. 


Lanjutnya, karenanya aturan dibuat bukan untuk rakyat tapi untuk oligarki. Hanya mitos bahwa demokrasi menjamin kedaulatan di tangan rakyat.


“Maka yang terjadi kerusakan demi kerusakan. Sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur'an surah Arrum ayat 41,” jelasnya.


Terakhir ia menyimpulkan selama kita tidak melepaskan diri dari sistem rusak, sekularisme kapitalisme demokrasi maka upaya keluar dari persoalan negeri seperti orang yang berputar-putar dalam lingkaran tanpa jalan keluar. 


Lantas apa solusinya agar negeri ini menjadi Indonesia emas, maju, hebat, adil, makmur, sejahtera, Hanif menyampaikan resepnya dengan menjadikan Islam sebagai akidah umat dan menjalankan syariat Islam kafah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah. 


Upaya jangka pendeknya, adalah edukasi kepada masyarakat bahwa problem yang ada berasal dari individu yang tidak amanah serta sistem rusak dan merusak. [By]