Alt Title

Jaminan Kesehatan Jauh dari Harapan

Jaminan Kesehatan Jauh dari Harapan

 


Selain kualitas kesehatan yang masih rendah, pelayanan kesehatan juga masih jauh dari kata layak. Dugaan malpraktek yang dilakukan petugas pelayanan kesehatan yang mengakibatkan pasien mengalami kerugian mulai dari materi, cacat fisik bahkan sampai meninggal dunia masih saja terjadi

Hal ini memperlihatkan masih rendahnya mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Padahal rumah sakit merupakan salah satu harapan masyarakat tatkala sakit sebagai ikhtiar untuk bisa sembuh. Tapi apa daya ketika justru harapan mendapatkan jaminan kesehatan malah menjadi keraguan

_________________________


KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA - Tepat 59 tahun Indonesia memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN), perayaan ini di peringati setiap tanggal 12 November. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, Hari Kesehatan Nasional diperingati pertama kali pada 12 November 1964. Lahirnya momen tersebut berkaitan dengan keberhasilan RI dalam memberantas wabah malaria pada tahun 1950-an. Di mana dalam kurun waktu 5 tahun wabah malaria mengalami penurunan yang signifikan. Kurang lebih 63 juta penduduk telah mendapat perlindungan dari wabah penyakit malaria. Sehingga untuk memperingati pencapaian tersebut tanggal 12 November 1964 diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional yang pertama (healthdetik[dot]com, 11/11/2023)


Dalam peringatan kali ini mengusung tema “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju”. Melihat tema yang diangkat pada hari kesehatan Nasional tahun ini, menjadikan kita napak tilas perjalanan kualitas penanganan kesehatan di negara ini. Menurut Asisten Deputi Sumber Daya Kesehatan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) seperti yang disampaikan oleh Dr. Hanibal Hamidi yang menilai tentang kualitas kesehatan nasional masih rendah. Hal tersebut perlu menjadi salah satu perhatian khusus pemerintahan, baik Presiden pada masa sekarang atau yang akan menjabat periode berikutnya.


Selain kualitas kesehatan yang masih rendah, pelayanan kesehatan juga masih jauh dari kata layak. Dugaan malpraktek yang dilakukan petugas pelayanan kesehatan yang mengakibatkan pasien mengalami kerugian mulai dari materi, cacat fisik bahkan sampai meninggal dunia masih saja terjadi. Hal ini memperlihatkan masih rendahnya mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Padahal rumah sakit merupakan salah satu harapan masyarakat tatkala sakit sebagai ikhtiar untuk bisa sembuh. Tetapi apa daya ketika justru harapan mendapatkan jaminan kesehatan malah menjadi keraguan.


Hal ini disebabkan karena adanya beberapa faktor seperti rendahnya tingkat kepedulian petugas terhadap pasien, beban kerja petugas kesehatan yang masih terlampau berat terutama perawat, masih ditemukan para petugas kesehatan yang hanya berorientasi untuk mencari materi/keuntungan semata tanpa memedulikan keselamatan pasien, serta lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh dinas kesehatan terhadap petugas kesehatan. 


Berbeda dengan Islam, di mana jaminan kesehatan itu wajib hukumnya diberikan oleh negara kepada seluruh rakyatnya (kaya maupun miskin) secara gratis, tanpa membebani apalagi memaksa rakyat untuk membayar. Negara Islam yang menjadikan akidah Islam sebagai landasan bernegara akan memberikan layanan gratis dari sumber pendapatan negara, seperti sumber daya alam yang dikelola langsung oleh negara. Dengan sistem Islam negara yang akan mengatur semua aspek kehidupan dari mulai sistem sosial, ekonomi dan hukum. Sistem ekonomi Islam adalah satu-satunya solusi yang sesuai dengan fitrah manusia. Karena ini adalah satu-satunya solusi  yang komprehensif untuk masalah jaminan kesehatan masyarakat. 

Wallahualam Bissawab. [GSM]


Penulis Ilma Kurnia P