Alt Title

Sebuah Kritikan Berujung Ancaman

Sebuah Kritikan Berujung Ancaman

Salah satu ciri dari penguasa di sistem Kapitalisme beranggapan bahwa setiap masukan dianggap sebagai kritikan yang menyerang pemerintahan

Dalam sistem Islam sebuah kritikan kepada sesama bahkan kepada para penguasa itu adalah aktivitas yang wajib karena bertujuan untuk menjaga agar syariat Islam tetap tegak

_________________________


Penulis Widdiya Permata Sari

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Komunitas Muslimah Perindu Surga




KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Baru-baru ini seorang remaja bernama Bima ramai jadi perbincangan di dunia maya. Pasalnya ia berani menyampaikan sebuah kritikan untuk penguasa di negeri ini.


Warga Indonesia yang bernama Bima mengunggah beberapa video yang berisi tentang kekecewaannya terhadap kondisi di Lampung yang tidak mengalami kemajuan. Khususnya dalam penanganan jalan rusak yang tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.


Akibat konten tersebut, Bima dilaporkan kepada Kapolda lampung dengan tuduhan terkait pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dalihnya semua video Bima tersebut termasuk penyampaian berita hoaks. (cnnindonesia, 15/04/2023)


Sungguh miris negeri ini ketika ada warga yang mencoba menyampaikan kritikan malah dengan mudahnya dilaporkan. Seharusnya penguasa negeri ini mampu bersikap bijaksana menerima kritikan dari rakyat sebagai bentuk aspirasi lalu berusaha memperbaikinya.  


Inilah ciri dari penguasa di sistem Kapitalisme yang beranggapan setiap masukan dianggap sebagai kritikan yang menyerang pemerintahan. Tidak hanya itu, sistem Kapitalisme pun hanya mengedepankan untung dan rugi. Sehingga negara menjadi perhitungan terhadap rakyatnya. 


Tidak hanya itu, realita sekarang penguasa menjadi anti kritik, meskipun begitu banyak kerusakan yang dilakukan oleh penguasa pada saat ini. UU ITE dijadikan alasan untuk membungkam para pengeritik di negeri ini sehingga menguatkan arogansi penguasa.


Padahal sudah sangat jelas bahwa sebuah kritikan yang bertujuan untuk membangun sejatinya sangat dibutuhkan. Bahwa karena semua itu telah mencerminkan kontrol masyarakat, apalagi bagi penguasa yang mendapat amanah untuk mengurusi urusan rakyat.


Dari sini jelas sangatlah berbeda dengan penguasa dalam sistem Islam tentang bagaimana sistem Khilafah ketika menanggapi sebuah kritikan dari rakyatnya. Dalam Islam sebuah kritik memilik arti yaitu upaya amar makruf nahi mungkar yaitu mengajak dalam hal kebaikan dan mencegah kemungkaran.


Dalam sistem Islam (Khilafah) sebuah kritikan kepada sesama bahkan kepada para penguasa itu adalah aktivitas yang wajib karena bertujuan untuk menjaga agar syariat Islam tetap tegak. Aktivitas ini memberikan keberkahan dan kemaslahatan untuk umat, bukan hanya kepentingan pribadi bahkan kepentingan kelompok.


Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan dalam sebuah kitab Al-Fatawa yang berisi bahwa wajib bagi setiap orang untuk memerintahkan kebaikan dan mengingkari kemungkaran. Lebih lanjut bahwa setiap diri pun harus selalu bersikap ikhlas dalam setiap tindakannya juga senantiasa sadari bahwa shal itu adalah bentuk ketaatannnya kepada Allah. Sehingga dia pun akan berniat untuk selalu menegakkan sebuah kebenaran bukan hanya untuk mencari kedudukan bagi diri maupun kelompok.


Dengan begitu dalam sistem Khilafah sangatlah wajar sebuah aktivitas kritik ataupun muhasabah terjadi. Bahkan aktivitas kritik sudah menjadi tradisi karena bertujuan untuk menerapkan hukum Allah Swt..


Adapun sistem muhasabah yang dilakukan yaitu, pertama, dilakukan dari luar kekuasaan. Dengan mekanisme Khilafah memberikan fasilitas kepada rakyatnya untuk menyampaikan sebuah kritikan mereka melalui majelis umat. Karena majelis umat memiliki fungsi yaitu sebagai lembaga untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada negara.


Kedua, muhasabah dilakukan dari dalam kekuasaan, yaitu dilakukan oleh Mahkamah Mazalim. Lembaga tersebut merupakan salah satu struktur yang ada di dalam struktur Khilafah. Mahkamah tersebut bertugas untuk menghilangkan setiap kezaliman oknum para penguasa yang dimulai dari Khalifah sampai dengan pejabat negara terendah.


Dalam sebuah sistem yang sahih (benar) sebuah kritikan tidak akan dianggap sebagai beban. Namun dalam sistem yang batil sebuah kritikan akan dianggap sebagai serangan bagi individu yang melanggar sebuah privasi seseorang. Wallahualam bissawab. []