Alt Title

Stop, Hubungan dengan Israel!

Stop, Hubungan dengan Israel!



Bahkan rakyat Indonesia yang menjunjung tinggi  konstitusi pasti  memiliki alasan jelas, bahwa penolakan terhadap tim sepakbola Israel U 20, terkait ketaatan rakyat Indonesia terhadap konstitusi


Dalam pembukaan UUD1945 disebutkan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Atas dasar itu Indonesia harus menolak Israel


Penulis Lilis Lina Nastuti

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Pegiat Literasi Islam


KUNTUMCAHAYA.com-CNN Indonesia melansir bahwa tim nasional Israel akan menjadi salah satu dari 24 kontestan di piala dunia U-20 2023. Hal ini memantik perbincangan semua kalangan dan menjadi kontroversi di Indonesia termasuk dunia olahraga.


Semua negara dan semua orang  tahu, bahwa Israel adalah negara jahat yang bertahun-tahun menjajah Palestina. Palestina adalah kota kelahiran para nabi dan rasul, yang sudah sekian lama dijajah oleh Yahudi Israel.


Kebencian Yahudi Israel terhadap Islam sangat sadis dan bengis. Itu salah satunya ditunjukkan dengan menyerang kaum ibu dan anak, juga membunuh Muslim warga sipil yang masih usia produktif sebagai tulang punggung keluarga. Bahkan mereka tidak segan-segan membunuh itu tanpa perikemanusiaan. 


Yahudi Israel pun, membombardir Muslim di jalur Gaza Palestina dengan penuh kebencian. Dan ini menjadi agenda rutinnya. Penjajahan ini sudah bercokol lama sejak tahun 1948. Terlebih di bulan Ramadan, kebencian itu tidaklah surut. Mereka iri melihat Muslim taat terhadap syariat, salah satunya sedang melaksanakan ibadah saum yang diwajibkan.


Israel menginginkan umat Islam khususnya Palestina umumnya umat Islam dunia termasuk Indonesia tercerabut habis dengan segala cara.


Oleh karena itu jika Indonesia masih ingin menerima kedatangan Israel di Piala U-20 sungguh sangat mengherankan. Jika Israel lolos bisa masuk ke Indonesia, jangan harap berhenti di FIFA piala dunia saja, pasti akan berlanjut ke bidang yang lainnya.


Suatu  kesalahan besar jika Indonesia menerima dan merangkul Israel. Itu karena sudah jelas posisinya sebagai musuh yang telah menjajah umat Islam Palestina selama 80 tahun.


Pantaskah membiarkan kedatangannya? Karena penerimaan ini akan membuka keran baru untuk menjalin hubungan mesra yang lainnya. Bisa jadi hubungan ekonomi, hubungan bilateral dan lain-lain.


Untuk itu stop hubungan dengan Israel meski dalam bentuk olahraga. Kalau diizinkan kedatangannya, pasti berat risikonya. Ingat, semua yang dilakukan, pasti ada risikonya. Ada penolakan dari umat Islam  mayoritas di negeri ini.


Bahkan rakyat Indonesia yang menjunjung tinggi konstitusi pasti memiliki alasan jelas, bahwa penolakan terhadap tim sepakbola Israel U-20, terkait ketaatan rakyat Indonesia terhadap konstitusi. Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. Atas dasar itu Indonesia harus menolak Israel.


Hanya saja yang harus diperhatikan dan disadari ketika menolak pun ada risiko yang harus dipertanggungjawabkan. Tentu akan ada sanksi yang diberikan FIFA. Pilihan ada pada penguasa dan berbagai pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan piala dunia. Harus diingat. Setiap pilihan, pasti ada risiko yang harus dipertanggungjawabkan. Mengingat laga olah raga pasti ada tujuan yang ingin dicapai, bisa jadi meluas kepada hubungan politik, ekonomi, budaya dan lainnya.


Itulah yang harus diketahui dan diwaspadai, terkait kehadiran tim Israel di perhelatan piala dunia yang akan datang harus disepakati bersama untuk menolaknya. Meskipun akan mendapat sanksi dunia.


Ketakutan-ketakutan itu biasanya akan terwujud  menjadi kenyataan. Salah satu yang ditakutkan, jika tim  Israel diterima, nanti akan terjalin hubungan berikutnya, khawatir ada hubungan tambah mesra  yakni hubungan diplomatik, dan saling tukar duta antara Israel dan Indonesia.


Akhirnya lebih baik putuskan dengan tegas, jangan terima kehadiran Israel demi kebaikan kelangsungan dan ketenteraman hidup masyarakat Indonesia.


Demi melindungi akidah Islam yang tumbuh subur di Indonesia, demi kelestarian ajaran Islam di Indonesia, tegaslah dari awal. Bahwa haram hubungan dengan kafir penjajah yang nyata-nyata memusuhi umat Islam.


Karena sikap mereka yang nyata memusuhi Islam selamanya tidak akan rida terhadap Islam dan kaum Muslim untuk tetap istikamah di jalan Islam. “Tidak akan rida kepadamu Yahudi dan Nasrani sehingga mengikuti agama mereka ....” (Terjemah Al-Qur'an Surah Al-Baqarah: 120)


Maka perjuangan Yahudi di atas bumi ini luar biasa semangat berlipat, agar bisa menguasai Muslim dan wilayah Muslim, sebagaimana yang masih mereka lakukan di tanah Palestina.


Nah, jangan tergoda untuk menerima kedatangan mereka, meski di laga olahraga. Stop hubungan dengan Israel, agar kita bangsa Indonesia terhindar dari buaian tipuan-tipuan buruk penjajah Israel.


Sudah seharusnya negeri ini bersikap tegas dari awal. Setiap yang berhubungan dengan Yahudi Israel tolak dengan tegas, jangan diberi ruang untuk hadir dalam kegiatan, sebagai bentuk protes umat Islam kepada Israel.


Karena dalam Islam sudah jelas melarang Muslim untuk menjadikan orang kafir sebagai teman. Wallahu a’lam bi ash-shawwab.