Alt Title

Solusi Kekerasan terhadap Perempuan Bukan Kampanye 16 Hari tetapi Aturan Islam

Solusi Kekerasan terhadap Perempuan Bukan Kampanye 16 Hari tetapi Aturan Islam

 


Islam memuliakan perempuan dengan menjaga kehormatannya. Perempuan diwajibkan menutup auratnya

Islam dengan tegas melarang perempuan dijadikan sebagai komoditas

______________________________


KUNTUMCAHAYA.com, SURATPEMBACA - Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Center for Women's Global Leadership. Komnas perempuan di Indonesia pun turut menginisiasi kampanye ini sebagai inisiator nasional.


Upaya yang dilakukan dunia internasional sejak tahun 1991 ini, nyatanya tidak membawa perubahan yang berarti bagi perempuan. Faktanya, kasus kekerasan terhadap perempuan justru meningkat tiap tahunnya.


Kampanye ini pun tidak bisa membangun kesadaran masyarakat untuk melindungi perempuan. Kesadaran itu harus dibangun oleh negara. Negara yang berperan melindungi perempuan untuk tidak menjadikannya sebagai komoditas.


Sayangnya, cara pandang kapitalisme telah menjadikan perempuan sebagai komoditas. Lihat saja produk-produk di pasaran, mengeksploitasi tubuh perempuan, padahal produk itu tidak ada hubungannya dengan perempuan. Dunia fesyen yang liberal telah membuat para puan menonjolkan lekuk tubuhnya, bahkan nyaris telanjang.


Ditambah dengan pornografi dan pornoaksi yang mudah diakses oleh siapa saja, memunculkan nafsu birahi yang sulit terkendali. Belumlah lagi gaya hidup Barat dengan alkoholnya membuat akal sulit kendalikan nafsu.


Bagai benang yang kusut. Sulit untuk mengurai, kecuali memutus benang kusut yang jelimet. Ya, persoalan ini bukan sekadar kampanye, tapi harus memutus persoalan utamanya. Persoalan pola pikir kita yang disusupi kapitalisme. Pola sikap kita yang bertingkah seperti orang Barat yang liberal.


Ketidakteraturan hidup yang kita jalani telah menimbulkan banyak persoalan. Akar masalah yang tidak tersentuh, menyulitkan kita untuk selesaikan masalah. Masalah bukannya selesai, tetapi makin memprihatinkan.


Solusi kekerasan perempuan bukan dengan seremonial, kampanye, dan kegiatan saja. Lebih dari itu, perempuan butuh solusi yang tepat. Bila sejak dulu kampanye 16 Hari ini diserukan untuk masyarakat agar peduli pada perempuan, saat ini sudah saatnya sampaikan bahwa perempuan butuh dimuliakan dengan aturan bagi seluruh masyarakat.


Solusi aturan itu ada pada Islam. Islam memuliakan perempuan dengan menjaga kehormatannya. Perempuan diwajibkan menutup auratnya. Sehingga, Islam dengan tegas melarang perempuan dijadikan sebagai komoditas.


Laki-laki dan perempuan dipandang sama sebagai manusia yang terikat dengan aturan. Islam mewajibkan negara untuk memberikan perempuan hak yang sama seperti laki-laki. Laki-laki tidak dipandang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Semua sama.


Islam pun memiliki aturan dalam berkeluarga. Laki-laki berfungsi sebagai qawwamah (pelindung bagi perempuan), dan perempuan sebagai sekolah pertama bagi anaknya. Sehingga, keharmonisan dalam rumah tangga dapat terjalin dengan baik untuk mencegah terjadinya kekerasan.


Islam juga memiliki aturan yang bersifat jawabir (penebus) dan zawajir (pencegah) yang akan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.


Semua itu, hanya bisa dijalankan oleh negara yang mengatur dengan landasan syariat Islam. Aturan Islam yang akan memunculkani ndividu saleh. Individu yang mampu mengendalikan nafsu dengan akalnya. Akal yang berpikir bahwa Allah selalu mengawasinya. Wallahu alam bissawab. [SJ


Yeni Marpurwaningsih, S.Hum.

Aktivis Dakwah