Alt Title

Mengenal Self Editing (Bagian 1)

Mengenal Self Editing (Bagian 1)

Terlebih ketika apa yang kita sampaikan adalah bagian dari aktivitas mulia yaitu dakwah

Tentu kita akan memberikan yang terbaik sebagai uslub agar dakwah bil kalam dapat tersampaikan dengan baik dan diterima oleh pembaca. Sehingga apa yang kita tulis dapat menjadi opini umum di tengah masyarakat

_________________________________________


Penulis Siska Juliana 

Tim Media Kuntum Cahaya 



KUNTUMCAHAYA.com, SHARING KEPENULISAN - Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Teman-teman pada kesempatan kali ini saya akan sharing tentang self editing. Ada yang pernah dengar sebelumnya? 


Jadi, istilah self editing ditujukan bagi para penulis agar mau melakukan swasunting bagi naskahnya yang akan dikirimkan ke penerbit atau media massa. Self editing perlu dilakukan, karena makin minim kesalahan, makin baik dan meningkatkan kredibilitas sang penulis. Itulah mengapa self editing perlu dilakukan.


Terlebih ketika apa yang kita sampaikan adalah bagian dari aktivitas mulia yaitu dakwah. Tentu kita akan memberikan yang terbaik sebagai uslub agar dakwah bil kalam dapat tersampaikan dengan baik dan diterima oleh pembaca. Sehingga apa yang kita tulis dapat menjadi opini umum di tengah masyarakat. 


Lalu, bagaimana cara melakukan self editing? Apa saja yang dilakukan dalam self editing? Yuk kita bahas bersama. 


Cara Melakukan Self Editing:


1. Tidak ada salah ketik alias typo


2. Sesuaikan dengan kaidah penulisan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).


Apakah ditulis dengan huruf besar, apakah dispasi atau tidak, dan lain sebagainya.


Kata-katanya juga harus diperhatikan. Apakah analisis atau analisa, kokoh atau kukuh, antri atau antre. Coba cek di KBBI yaa. Ada yang versi daringnya, kok.


3. Cek arti dari kata yang kita maksudkan


Misalkan kasus yang paling sering adalah "bergeming". Bergeming itu artinya diam. Tidak bergeming artinya tidak diam. 


Nah, cek lagi kata-kata yang kita gunakan, apakah sudah sesuai maksud atau belum. Cek KBBI lagi. 


Jangan membuat malu diri karena kita salah memilih kata, padahal inginnya sok keren.


4. Periksa lagi apakah masih ada kata yang disingkat


Seperti "yg", "knp" dan lain-lain. Mungkin saking terbiasanya menulis chat, maka jadi seperti itu.


5. Apakah ada kata yang terlalu sering diulang


Misalnya: "saya", "kita", dan kata-kata yang lain. 


Contoh Kalimat: Saya tidak tahu saya harus ke mana setelah acara ini selesai. 


Bisa diubah menjadi: Saya tidak tahu harus ke mana setelah acara ini selesai. 


Nah, tahu kan perbedaannya? 


6. Perhatikan tanda baca


Jangan menggabungkan tanda seru dan tanda tanya. Adakah titik yang berlebihan? Adakah tanda koma yang terlalu sering digunakan? 


Coba cek lagi.


7.Jangan sampai hambur kata


Bila bisa menggunakan delapan kata saja, mengapa harus dua puluh kata dalam satu kalimat. 


Jadikan padat, efektif, dan bermakna.


8. Cek lagi hubungan antarparagraf, kata penghubung antarkalimat, dan sudahkah maksud tertuangkan dalam tulisan? 


Bila belum, rangkai lagi hingga maksud tersampaikan namun naskah tetap enak dibaca.


Itulah cara melakukan self editing. Self editing itu harus dimiliki dan dilakukan oleh semua penulis. Jadi jangan beres nulis, langsung kirim, jangan ya. Lakukan dulu self editing


Adapun tahap dalam mengedit naskah, yaitu: 


1. Merapikan format naskah


2. Membaca cepat


3. Mengecek paragraf


4. Merapikan tanda baca


5. Memperbaiki salah ketik


6. Membaca secara urut untuk menemukan kesalahan dan mengoreksi setiap kesalahan


7. Mengendapkan naskah yang sudah diedit 


8. Melakukan cek ulang


Dalam menulis, terkadang kita melakukan kesalahan. Apa saja sih biasanya kesalahan dalam menulis? Yuk kita simak. 


Kesalahan Umum


1. Tanda baca terpisah dari huruf terakhir pada akhir kalimat 


2. Pemakaian kata depan di atau ke yang tertukar dengan awalan 


3. Penggunaan partikel pun yang disatukan 


4. Pemisahan kata ganti ku, mu, dan nya 


5. Preposisi di dan pada 


6. Titik-titik


7. Penggunaan kata baku 


8. Pembuatan dialog/kutipan/kalimat langsung 


9. Spasi ganda 


10. Penulisan gelar


Supaya tulisan kita minim kesalahannya, ada beberapa panduan yang harus kita perhatikan. 


Panduan Menulis


1. Kata per ditulis terpisah 


Misal: satu per satu 


Tetapi ditulis serangkai pada kata persen dan persepuluhan


2. Awalan a-, antar-, anti-, infra-, ultra-, ditulis serangkai 


Misal: asosial, antikorupsi, ultraviolet, inframerah 


3. Kata si dan sang ditulis terpisah dari yang mengikutinya 


Misal: sang kancil, si pengirim


4. Kata ganti ku, kau, mu, dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mengikuti atau mendahuluinya 


Misal: Apa pun yang kumiliki boleh kauambil 


Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan


5. Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya 


Misal: di dalam lemari, di luar, di sini, ke luar, dari rumah


6. Partikel lah dan kah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya 


Misal: 

Bacalah buku itu baik-baik

Apakah yang tersirat dalam surat itu?


7. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya 


Kecuali yang sudah padu dengan partikel pun ditulis serangkai yaitu,

adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, betapapun, kalaupun, sekalipun, meskipun, sungguhpun, walaupun, kendatipun, maupun, sementangpun.


8. Preposisi di dan pada 


Aturan kata depan bahasa Indonesia: di digunakan untuk tempat, pada digunakan untuk selain tempat. 


Misal: di rumah, di sekolah, pada kesempatan ini, pada tahun lalu.


Itu materi yang bisa saya sampaikan pada sharing kali ini. Semoga bermanfaat ya. 


Tanya Jawab: 


1. Elfia Prihastuti 


• Apakah kita diwajibkan menggunakan bahasa baku dalam menulis terutama menulis opini?

• Kita tidak mungkin kan menghafal semua aturan-aturan penulisan. Pedoman apa yang dipunyai seorang penulis?

• Aturan kepenulisan selalu berkembang dan berubah-ubah apa yang bisa kita lakukan untuk meng-update-nya?


Jawaban: 

- "Iya Bu, untuk menulis opini memang harus menggunakan kata baku. Harus sesuai dengan PUEBI dan KBBI." 

- "Skill mengedit adalah salah satu skill yang harus dimiliki penulis. Kalau yang saya rasakan, makin banyak kita membaca ulang naskah, maka kita bisa mengasah skill mengedit tersebut. Posisikan kalau diri kita adalah pembaca ketika mengedit naskah." 

- "Salah satu caranya dengan mengikuti kelas menulis. Dengan begitu, kita akan selalu mengupdate aturan kepenulisan." 


2. Rosita 


• Untuk awalan di dan ke masih suka salah antara digabung atau dipisah, jadi kalau kata awalan itu berarti dipisah ya?


Jawaban: 

- "Kalau kata awalan berarti digabung, kalau kata depan baru ditulis terpisah." Contohnya: 

Cara penulisan di-

 - Di + kata kerja > penulisan disambung, tanpa spasi (contoh: diserahkan, diatur, didengarkan, dipaparkan, dll). Salah satu ciri kata kerja itu ketika bisa dibuat kata aktif; diserahkan > menyerahkan, diatur > mengatur, didengarkan > mendengarkan.

- Di + nonkata kerja > penulisan dipisah menggunakan spasi (contoh: di alam kapitalisme, di teras, di tengah, di dalam, di rumah, dll.)


3. Melta


• Kalo Melta masih suka bingung dengan tanda koma dan titik di penggunaan kata kerja

• Bagaimana cara mengurangi plagiat dalam naskah? 

• Cara melihat plagiatnya kayak gimana dalam tulisan kita? 

• Kalo kata lah dan kah mengikuti yang disampingnya apakah itu harus dipisahkan?


Jawaban: 

- "Penggunaan titik dan koma tidak boleh berlebihan. Posisikan diri kita sebagai pembaca, lalu gunakan intonasi saat kita membaca. Apakah kira-kira sudah pas kalau kita menyimpan tanda titik atau koma di bagian tersebut. Itulah salah satu manfaat self editing.

- "Agar plagiasi tidak terlalu besar, parafrase-kan referensi bacaan yang kita ambil. Jangan mencontoh 100% apa yang ada dalam naskah tersebut. Ingat prinsip ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi).

- "Untuk mengecek plagiat bisa gunakan link ini https://www.duplichecker[dot]com/. Sebelum dikirim ke media, silakan cek dulu plagiatnya." 

- "Untuk partikel lah dan kah penulisannya digabung dengan kata yang mendahuluinya." 


Alhamdulillah seluruh materi telah tersampaikan dan sesi tanya jawab pun sudah selesai. Artinya kegiatan sharing kita juga telah selesai. Saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf apabila ada kesalahan. 


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Sumber: 

https://fachmycasofa[dot]com/panduan-self-editing/