Alt Title

Pendidikan Islam Wujudkan Generasi yang Bertakwa

Pendidikan Islam Wujudkan Generasi yang Bertakwa

Kondisi ini tentu akan berbeda jika sistem pendidikan dibangun atas akidah yang benar yakni akidah Islam

Keimanan dan ketakwaan menjadi poin utama yang akan ditanamkan pada peserta didik 

________________________________



KUNTUMCAHAYA.com, SURAT PEMBACA - BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) mencatat usia remaja di Indonesia sudah pernah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Paling muda di rentang umur 14 hingga 15 tahun tercatat sebanyak 20 persen sudah melakukan hubungan seksual. Lalu, diikuti dengan usia 16 hingga 17 tahun sebesar 60 persen. Sedangkan di umur 19 sampai 20 tahun sebanyak 20 persen. (Liputan6[dot]com/Minggu/06/08/2023)


Angka tersebut tentu sangat miris mengingat Indonesia negeri yang mayoritas kaum muslim. Namun ternyata pergaulan bebas ini nyatanya semakin meningkat bahkan para pelakunya adalah usia remaja. Hal ini tentu jadi tanda tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi?


Menurut Hasto ketua dari BKKBN salah satu fakta maraknya seks bebas dikalangan remaja adalah pengaruh media sosial ditambah dengan anak-anak yang kurang mendapat kasih sayang dari orang tua atau broken home sehingga memudahkan mereka terjerumus kedalam pergaulan bebas. (Liputan6[dot]com/Minggu/06/08/2023)


Terlepas dari itu semua faktor lain pendukung rusaknya generasi pada hari ini tidak terlepas dari rusaknya sistem pendidikan. Pendidikan sistem sekuler yang menitikberatkan pada kepentingan materi, kebebasan, nilai-nilai akademis, tanpa memperhatikan keimanan, ketakwaan, serta kepribadian dan akhlak peserta didik.


Sehingga sangat wajar pada sistem pendidikan kapitalisme ini lahirlah generasi tidak bermoral, berkepribadian liberal berdampak pada pergaulan bebas, seks bebas, bahkan tidak ada lagi ketakutan kepada Allah, Sang Pencipta.


Kondisi ini tentu akan berbeda jika sistem pendidikan dibangun atas akidah yang benar yakni akidah Islam. Keimanan dan ketakwaan menjadi poin utama yang akan ditanamkan pada peserta didik. Kurikulum yang berbasis pada pembentukan nafsiyah dan aqliyah Islam, halal dan haram menjadi standar dalam setiap perbuatan dan tak kalah pentingnya adalah dukungan negara dalam bentuk fasilitas pendidikan yang gratis serta berbagai kemudahan dalam menuntut ilmu. Sehingga terwujudlah generasi yang bertakwa. 


Bukti sejarah telah menggambarkan bagaimana generasi terbaik lahir dalam peradaban Islam. Seperti Ibnu dari Persia ilmuwan besar yang menulis buku The Canon Of Medicine. Sampai saat ini buku ini dipakai bahkan oleh kalangan mahasiswa kedokteran di Eropa.


Ada Jabir al-Hayan seorang ilmuwan dari Iran yang ahli di bidang kimia. Orang pertama yang mengidentifikasi zat yang bisa melarutkan emas. Jabir juga orang pertama yang menemukan klorida, nitrat, dan  asam sulfat. Kontribusi lainnya ialah pada penemuan alkali. Karya-karya lainnya dari Jabir al-Hayan adalah Kitab Al-Sab'een, Kitab Al-Kimya, Kitab Al-Rahmah dan lain sebagainya.


Di kalangan perempuan ada Fatimah al-Fihri pendiri Universitas Al-Qarawiyyin adalah permata mahkota dan simbol bahwa kaum perempuan berprestasi di masa emas peradaban Islam. Didirikan pada 859 (hampir seratus tahun sebelum pendirian Al-Azhar di Kairo) terletak di Medina Tua serta diakui dalam Guinness Book of World Records sebagai lembaga tertua di dunia yang beroperasi sebagai universitas pemberi gelar akademik.


Generasi tersebut hanya akan terwujud dengan sistem yang berasal dari Sang Khalik yakni Khilafah Islamiyah. Sistem terbaik yang berasal dari pencipta manusia yakni Allah Swt.. Berpedoman pada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Bukan sistem kapitalisme yang merusak sebab berasal dari akal manusia yang sangat terbatas. Wallahualam bissawab. [SJ]


Penulis Risa Fitriyanti S., S.Pd.