Alt Title

Pertemuan Kaum Pelangi Se-ASEAN Menancapkan Pisau Penyimpangan

Pertemuan Kaum Pelangi Se-ASEAN Menancapkan Pisau Penyimpangan

 


Masalah l6bt jika ditelaah bukan hanya sekadar penyimpangan seksual yang bersifat individu tetapi ada gerakan besar yang sistematik. Bukan itu saja jika melihat masifnya gerakan ini ada pendanaan besar dengan promosi yang begitu luas. Contohnya saja adanya konser Coldplay yang akan diselenggarakan di Indonesia. Bisa kita lihat dari vokalisnya yang selalu membawa bendera pelangi di setiap konsernya. Ini menjadi bukti kuat bahwa kampanye kaum 

_________________________


Penulis Heni Ummufaiz

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Pemerhati Umat


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Entah mengapa kalau melihat warna pelangi dijadikan simbol dikaos, gelang bawaannya pasti curiga. Semua terjadi karena masifnya para kaum melambai dan turunnya sudah tak malu lagi mengumbar aktivitasnya baik di medsos maupun di kehidupan sehari-hari. Bahkan mirisnya keberadaan mereka teroganisir di seluruh dunia. Fakta ini bisa kita lihat dengan akan diadakannya pertemuan mereka se-ASEAN dan Jakarta menjadi tuan rumahnya. Sekalipun acara tersebut dibatalkan tetapi tetap saja harus dipantau.


Kondisi ini pun sontak mendapatkan penolakan dari berbagai kalangan termasuk MUI.

Menurut Kiai Cholil jangan sampai l6bt dianggap sesuatu yang normal apalagi hingga dilegalkan di Indonesia (republika, 12/7/2023). 


Walaupun sebenarnya belum ada aturan yang tegas terkait l6bt, setidaknya pelarangan ini didasarkan atas aspirasi dan norma yang berlaku. Menurutnya berharap agar yang terkena elgebete senantiasa dibimbing dan diluruskan oleh pemerintah, tokoh agama serta seluruh masyarakat agar orientasi seksualnya kembali sesuai fitrahnya.


Masalah l6bt jika ditelaah bukan hanya sekadar penyimpangan seksual yang bersifat individu tetapi ada gerakan besar yang sistematik. Bukan itu saja jika melihat masifnya gerakan ini ada pendanaan besar dengan promosi yang begitu luas. Contohnya saja adanya konser Coldplay yang akan diselenggarakan di Indonesia. Bisa kita lihat dari vokalisnya yang selalu membawa bendera pelangi di setiap konsernya. Ini menjadi bukti kuat bahwa kampanye kaum pelangi terus dimasifkan agar diterima di masyarakat dunia khususnya negeri-negeri muslim.


Ironisnya justru l6bt  kian menyasar para publik figur termasuk kasus selebgram yang harus merasakan pahit saat pasangan hidupnya ternyata mengalami penyimpangan seksual. Dan masih banyak publik figur terpapar virus pelangi ini. Mirisnya perilaku ini dianggap hal yang wajar dan bentuk hak asasi manusia di kalangan selebritis. Na'uzubillahiminzalik.


Di balik Masifnya L6BT


Bagi sebagian masyarakat adanya komunitas L6BT ini menganggap hanya penyakit biasa saja. Sebagian menganggap  sebagai kebebasan berekspresi dan berperilaku yang merupakan bagian dari HAM.


Dikutip dari instagram,  Komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (L68T) se-ASEAN bakal menggelar kumpul bareng di Jakarta pada 17-21 Juli 2023 di Jakarta. Acara tersebut diorganisasi oleh ASEAN SOGIE Caucus, organisasi di bawah Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2021, bersama Arus Pelangi dan Forum Asia.

 

”Apakah kalian aktivis queer yang berbasis di Malaysia, Thailand, Laos, Singapura, dan negara lain di Asia Tenggara? Mari bergabung bersama kami dalam ASEAN Queer Advocacy Week (AAW) Juli ini,” kata ASEAN SOGIE Caucus dalam pengumuman di Instagram, @aseansoegicaucus.

 

Sebuah kampanye besar dan terkoordinasi sangat rapi ini bisa dipastikan merupakan agenda yang bertujuan untuk menghancurkan masa depan generasi kita khususnya muslim. Bahkan jika ditelusuri  program L68T yang kini terus masif  didukung oleh pendanaan kuat yang disokong negara-negara adidaya. Demi menghancurkan masa depan dunia. Menurut Guru Besar IPB, Dr. Euis Sunarti menyatakan bahwa L68T masuk ke Indonesia sekitar tahun 1980-an. Dialog Komunitas L68T   Nasional di Nusa Dua Bali kala itu diprakarsai oleh Forum L68TQ dan mendapatkan dukungan dana dari USAID (Al Waie, Juli 2023). 


Kehidupan sekuler kapitalistik mengakibatkan negeri ini begitu mudahnya dimasuki berbagai penyakit penyimpangan seksual. Terlebih negeri tercinta kita ini memiliki bonus demografi yang cukup besar. Hal ini pula menjadi sasaran empuk Barat guna menghancurkan generasi melalui perusakan moral dan akhlak bangsa. Ironisnya banyak yang tak menyadari dan justru terbuai dengan konsep kebebasan hidup Barat. Melampiaskan nalurinya dengan membabibuta tanpa ada aturan agama dan norma kesusilaan. Tak heran jika kemudian hari ini kita menyaksikan semakin menjamur para kaum pelangi di berbagai sektor kehidupan.


Jika hal ini terus dibiarkan tak dapat dibayangkan kelak generasi kita di masa depan akan semakin rusak. Maka perlu solusi tuntas agar generasi kita terselamatkan terlebih Indonesia penduduknya mayoritas muslim.


Solusi Islam


Melihat masifnya kampanye l6bt ini tentunya bagi kita muslim tidak boleh diam dan membiarkan generasi kita hancur. Islam sebagai agama dan ideologi mampu menyelesaikan persoalan kaum pelangi ini. Dalam Islam berbagai penyimpangan akhlak dan penyimpangan seksual akan segera ditangani.


Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah komunitas pelangi di antaranya;

Pertama, Salah satu pencegahan pun dimulai dari keluarga yang dilakukan semenjak dini. Pembekalan akidah yang kokoh dan pola asuh yang benar akan menjauhkan dari perilaku  menyimpang.

Kedua,peranan masyarakat sangat diperlukan yakni harus bergerak dengan melakukan amar makruf nahi mungkar dengan menutup tempat-tempat maksiat yang dijadikan kumpul-kumpul para kaum pelangi. Bahu membahu seluruh komponen masyarakat menyadarkan mereka dengan mengembalikan kepada fitrahnya. Bisa dengan edukasi dan rehabilitasi.

Ketiga,  negara sangat efektif dengan cara menolak kampanye elgebete tersebut secara tegas. Menutup konten-konten di medsos, lewat film, seni dan sarana yang memungkinkan masuknya perilaku menyimpang seksual.

Hal tersebut karena tidak sesuai dengan dasar negara kita yakni sila ke satu Ketuhanan yang Maha Esa.


Walhasil dengan bahu membahu menyadarkan seluruh komponen anak bangsa ini tentu keberadaan kaum pelangi tidak akan masif. Berharap juga agar mereka segera taubat atas segala kesalahan penyimpangan seksualnya. Namun rasanya sangat sulit mengharapkan kehidupan yang aman dari kerusakan penyimpangan seksual ini jika tanpa sistem Islam kafah. 

Wallahualam bissawab.[SJ]