Alt Title

Negara Kapitalis Pemalak Uang Pajak Rakyat

Negara Kapitalis Pemalak Uang Pajak Rakyat

 


Ironis sekali negara yang kaya akan SDA, justru menjadikan pajak sebagai sumber pemasukan negara

Mirisnya lagi rakyatnya harus hidup miskin dan kelaparan karena dibebani dengan biaya pajak yang mahal

__________________


Penulis Ermawati

Kontributor Media Kuntum Cahaya


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Pada tahun ini akan ada kenaikan pada pemotongan THR yang diterima oleh rakyat, keputusan menaikkan pajak oleh negara makin membebani rakyat.


Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan pekerja swasta akan dikenakan pajak. Bagi pegawai swasta tersebut dikenakan pajak penghasilan (PPh) sesuai pasal 21.


Pemotongan ini dilakukan langsung oleh perusahan kemudian disetorkan ke kas negara. Penghitungan pajak dilakukan dengan metode tarif efektif rata-rata (TER) mulai kota Surabaya (1/1/2024 detik.com).


THR adalah uang yang ditunggu-tunggu oleh rakyat diberikan setiap setahun sekali. Karena dari uang yang didapat ini, bisa sedikit meringankan beban hidup rakyat apa lagi dalam menghadapi hari raya. Karena banyaknya kebutuhan yang diperlukan untuk dibeli seperti sembako, baju lebaran dan juga ongkos mudik. Jadi apa bila uang THR dinaikkan pajaknya, tentu saja akan mengurangi jumlah uang yang diterima rakyat.


Kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk menaikkan uang THR dengan cara perhitungan TER apakah tidak makin membebani rakyat karena uang yang diterima oleh rakyat menjadi berkurang karena besarnya potongan pajak yang ditetapkan. Mengapa sampai uang THR pun dijadikan beban wajib pajak oleh pemerintah. Seolah pemerintah saat ini sedang memalak rakyat dengan semua kebijakan yang telah ditetapkannya, di mana hati nuraninya, apakah tidak cukup dengan semua beban hidup yang diderita rakyat.


Lagi-lagi rakyat juga yang terbebani dengan semua kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah, inilah negara yang menerapkan sistem kapitalis sehingga menjadikan pajak sebagai sumber pemasukan pertama. Jadi apapun itu jenis penghasilannya, semua pasti dikenakan pajak. Negara sedang berdagang dan mencari untung dari rakyat. Jadi wajar jika hari ini negara seperti memeras dan memalak rakyat. Bukan melayani kebutuhan dan kehidupan rakyatnya, justru menjadi maling di negeri sendiri.


Sungguh ironis sekali negara yang kaya akan SDA, justru menjadikan pajak sebagai sumber pemasukan negara. Bahkan mirisnya lagi rakyatnya harus hidup miskin dan kelaparan karena dibebani dengan biaya pajak yang mahal. Inilah negeri kapitalis, apa-pun mereka lakukan demi mendapatkan keuntungan besar. Berbagai tipu daya mereka lakukan, kebijakan demi kebijakan yang sebenarnya hanya mempersulit hidup rakyat. Jadi bukan negara yang berkerja untuk rakyat tapi rakyatlah yang berkerja keras untuk negara dengan memberikan pajak.


Di mana peran negara sebenarnya hanya untuk menerima pajak dari rakyat. Negeri yang kaya dan melimpah ruah sumber daya alam jika tidak dikelola dengan sistem yang baik dan benar semua menjadi kacau balau. Seharusnya rakyat bisa hidup sejahtera dan menikmati semua hasilnya tetapi telah dikuras habis oleh kapitalis. Sedangkan rakyat harus bersusah payah untuk membayar pajak. Inilah sistem kapitalis yang harus dicampakkan karena hanya membawa kerusakan dan kerugian di semua aspek kehidupan.


Negara kapitalis semua dijadikan sumber materialistis untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Tidak hanya pajak yang mahal, rakyat juga harus berusaha dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memperoleh fasilitas vital seperti di antaranya kesehatan, pendidikan, dan juga fasilitas-fasilitas yang lain yang katanya untuk rakyat. Nyatanya rakyat harus merogoh kocek yang begitu besar jika ingin menggunakannya. Inilah negara kapitalis pemalak uang pajak rakyat, rakyat hanya dijadikan alat untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.


Berbeda sekali dengan sistem Islam yang tidak menjadikan pajak sebagai sumber pemasukan utama. Banyak dari sumber-sumber lain sebagaimana Islam lebih mengoptimalkan SDA milik umum yang akan dikelola secara baik dan benar serta akan mengambil pungutan yang tidak memberatkan seperti zakat mal, zijyah dan kharaj


Dari situ negara mempunyai pemasukan lebih besar jadi tidak mengandalkan pajak dari rakyat. Kalau pun negara memungut pajak itu hanya pada orang kaya saja dan sifatnya sementara tidak terus-menerus misalnya pada saat kas negara kosong dan ada kebutuhan yang harus segera dipenuhi akan tetapi tidak menjadikan pajak sebagai pemasukan utama negara, inilah indahnya hidup bila diatur dalam sistem Islam.


Semua ini akan terwujud bila kita kembali kepada hukum Allah dengan menjalankan syariat Islam secara kafah. Oleh sebab itu perjuangan ini membutuhkan persatuan umat agar dapat mengembalikan dan meneruskan kehidupan Islam di atas muka bumi ini di bawah naungan khilafah Islamiyyah. Dan terus berjuang demi tegaknya hukum Islam, serta tetap istikamah demi keberkahan hidup di dunia dan selamat di akhirat. Wallahualam bissawab. [GSM]