Alt Title

Krisis Nilai Kemanusiaan! AS hingga Jerman Hentikan Bantuan untuk Warga Palestina

Krisis Nilai Kemanusiaan! AS hingga Jerman Hentikan Bantuan untuk Warga Palestina

 


Islam tidak hanya memberikan pedoman hidup bagi umatnya, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian dunia

Ajaran Islam tidak membeda-bedakan antara suku, bangsa, warna kulit, atau agama

______________________________


Penulis Rahmah Afifah

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Mahasiswi 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Setiap hari, di wilayah konflik Gaza, lebih dari 10 anak mengalami kehilangan salah satu atau kedua kakinya akibat serangan bom. Dampaknya bukan hanya pada fisik mereka, tetapi juga pada seluruh aspek kehidupan mereka. Kehilangan ekstremitas, terutama kaki, mengubah seluruh dinamika kehidupan seseorang.


Anak-anak yang kehilangan kakinya harus belajar beradaptasi dengan kondisi baru, menggunakan alat bantu, dan menghadapi keterbatasan fisik. Mereka mungkin memerlukan kursi roda, kaki palsu, atau bantuan lain untuk bergerak.


Selain itu, kehilangan orang tua telah menjadi tragedi yang mengguncang anak-anak secara emosional dan fisik. Sekitar 17.000 anak di Gaza menghadapi kenyataan pahit ini. Mereka tidak hanya kehilangan figur yang memberikan kasih sayang, tetapi juga pendamping dalam menghadapi tantangan hidup. Dilansir dari bbc.com pada Jumat (16/02/2024). Tanpa orang tua, anak-anak ini merasa sendirian dan terlantar.


Lembaga seperti UNRWA memiliki peran penting dalam memberikan bantuan kepada anak-anak yatim dan terpisah dari orang tua. Program pendidikan, dukungan psikologis, dan bantuan kesehatan sangat diperlukan. United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in Near East (UNRWA) bertanggung jawab atas kemanusiaan pengungsi Palestina.


Namun, baru-baru ini, UNRWA mengalami pemangkasan dana yang mengkhawatirkan sebagaimanana dikutip dari voaindonesia.com pada Jumat (16/02/2024). Keputusan ini mengejutkan dan mengundang pertanyaan tentang empati dan nilai-nilai kemanusiaan di dunia saat ini.


Ironi Negara Donatur


Pada bulan Februari 2024, sejumlah negara donatur utama, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman, mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan pendanaan mereka kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) karena tuduhan keterlibatan beberapa staf UNRWA dalam serangan Hamas pada Oktober 2023 sebagaimana yang diberitakan oleh kumparan.com pada (29/01/2024).


Keputusan ini menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi jutaan pengungsi Palestina yang bergantung pada bantuan kemanusiaan dari UNRWA, terutama di Jalur Gaza yang mengalami krisis akibat perang dan blokade Israel.


Pemangkasan anggaran UNRWA ini menunjukkan betapa nihilnya rasa kemanusiaan dunia terhadap penderitaan rakyat Palestina. UNRWA adalah lembaga yang didirikan pada tahun 1949 untuk merespons kebutuhan mendesak dari populasi Palestina yang terusir akibat Nakba (Bencana) pada tahun 1948.


UNRWA saat ini mendukung jutaan pengungsi Palestina, dengan menyediakan layanan pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan bantuan darurat. UNRWA juga merupakan sumber pekerjaan bagi lebih dari 30.000 staf, sebagian besar adalah pengungsi Palestina sendiri.


Dengan menghentikan pendanaan UNRWA, negara-negara donor tidak hanya mengabaikan tanggung jawab moral dan hukum mereka terhadap pengungsi Palestina, tetapi juga mengorbankan hak asasi manusia (HAM) mereka yang dijamin oleh Deklarasi Universal HAM dan hukum internasional.


Pemangkasan anggaran UNRWA juga berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan, keamanan, dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, yang sudah rentan terhadap konflik dan radikalisme.


Implikasi terhadap Kemanusiaan


Pemangkasan anggaran UNRWA ini juga menggambarkan kerusakan tata kehidupan dan buruknya sistem kapitalisme yang mendominasi dunia saat ini. Sistem kapitalisme yang berdasarkan pada eksploitasi, persaingan, dan kepentingan ekonomi telah menyebabkan ketimpangan, kemiskinan, dan ketidakadilan sosial di berbagai belahan dunia, termasuk di Palestina. 


Sistem kapitalisme juga telah memengaruhi kebijakan luar negeri negara-negara donor, yang cenderung menggunakan bantuan kemanusiaan sebagai alat politik untuk menghukum atau menguntungkan sekutu atau musuh mereka, tanpa memperhatikan prinsip-prinsip netralitas dan kemandirian yang seharusnya menjadi landasan bantuan kemanusiaan. Di tengah kondisi dunia yang semakin tidak manusiawi ini, Islam, sebagai sistem hidup, menawarkan solusi yang berbeda. 


Islam menghormati nyawa manusia dan mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, seperti keadilan, persaudaraan, solidaritas, dan kasih sayang. Islam juga mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan, manusia dan manusia, serta manusia dan alam, dengan berdasarkan pada konsep tauhid (kesatuan), khalifah (kepemimpinan), dan amanah (kepercayaan).


Dengan menerapkan sistem Islam secara kafah (menyeluruh), manusia dapat mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat, serta mengatasi berbagai masalah kemanusiaan yang dihadapi saat ini.


Islam dan Kemanusiaan


Islam tidak hanya memberikan pedoman hidup bagi umatnya, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian dunia. Ajaran Islam tidak membeda-bedakan antara suku, bangsa, warna kulit, atau agama. Islam menghormati hak-hak setiap manusia, dan mengajak mereka untuk beriman kepada Allah, dan berbuat baik kepada sesama makhluk.


Islam juga mengajarkan akhlak mulia, seperti jujur, sabar, tawaduk, syukur, dan maaf. Islam juga mendorong umatnya untuk berilmu, berkarya, dan berkontribusi bagi kemajuan peradaban. Dengan demikian, Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, yang membawa kebaikan bagi dunia dan akhirat.


Perlindungan terhadap Warga Sipil


Islam juga mengizinkan umatnya untuk berperang dalam kondisi tertentu, seperti membela diri, menegakkan kebenaran, dan melawan penindasan. Namun, Islam tidak membiarkan perang berlangsung tanpa aturan dan etika. Islam menetapkan hukum perang yang adil dan manusiawi, yang melindungi hak-hak kombatan dan non-kombatan.


Salah satu hak yang harus dilindungi adalah hak warga sipil, yaitu orang-orang yang tidak terlibat dalam peperangan, seperti perempuan, anak-anak, orang tua, orang sakit, orang cacat, dan lain-lain. 


Islam melarang membunuh, menyakiti, atau menyiksa warga sipil, baik secara langsung maupun tidak langsung. Islam juga melarang merusak fasilitas-fasilitas sipil, seperti rumah, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dan lain-lain. Islam juga mewajibkan untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil yang membutuhkan, seperti makanan, minuman, obat-obatan, pakaian, dan perlindungan. 


Kimah Insaniah


Kimah insaniah adalah sikap yang sangat dianjurkan dalam Islam, karena Islam mengajarkan bahwa semua manusia adalah makhluk Allah yang berasal dari satu keturunan, yaitu Nabi Adam dan Hawa.


Islam juga mengajarkan bahwa semua manusia adalah saudara seiman, yang saling tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa. Islam juga mengajarkan bahwa semua manusia adalah hamba Allah, yang akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya di akhirat. Sebagaimana diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 13. Wallahualam bissawab. [SJ]