Alt Title

Tren Bunuh Diri Saat Ini, Islam Mampu Mengatasi

Tren Bunuh Diri Saat Ini, Islam Mampu Mengatasi

 


Sebenarnya, lingkungan lah yang menjadikan anak-anak memiliki mental yang buruk. Seperti perilaku teman, akhlak teman yang buruk, terjadinya bullying, pergaulan bebas, adanya budaya pacaran hingga terjadinya zina

Sikap hedonis pun tidak bisa dilepaskan dari kehidupan remaja era kapitalisme saat ini. Yang menjadikan materi sebagai standar kebahagiaan bagi masyarakat. Ketika tidak terpenuhi, maka stres akan terjadi di masyarakat

_________________________


Penulis Yustika Sari

Kontributor Media Kuntum Cahaya


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Diberitakan oleh Detikjatim, seorang pelajar SMK di Blitar, NAN (16) yang diduga sengaja menabrakkan diri ke KA Gajayana dikenal sebagai sosok yang pendiam. Korban diketahui tidak  memiliki masalah dengan keluarganya. Keluarga merasa terpukul atas kepergian korban.  NAN dikenal sebagai anak yang pendiam dan tidak neko-neko.


“Anaknya pendiam, sama seperti anak seusianya. Tidak neko-neko, lebih ke pendiam,” kata salah seorang Kades di Kecamatan Ponggok, Khoirul Anam saat dikonfirmasi Detikjatim melalui sambungan telepon, Kamis (19/10/2023).


Khoirul menyebut, NAN merupakan anak rumahan yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sepulang sekolah. NAN juga sering membantu orang tuanya saat di rumah. Ditanyai soal dugaan motif korban bunuh diri, Khoirul enggan bicara lebih lanjut. Menurutnya, banyak dugaan-dugaan yang muncul di masyarakat. Namun, semua dugaan itu belum tentu benar. 


Kehidupan di sistem ini menjadikan bunuh diri adalah solusi untuk menyudahi seluruh permasalahan dalam hidup. Banyaknya permasalahan hidup yang dialami masyarakat, menjadikan bunuh diri adalah jalan yang pas untuk dipilih. Dikira permasalahan akan selesai ketika sudah meninggal. Padahal, anggapan ini salah besar. Tidak hanya berita di atas terkait permasalahan bunuh diri, masih banyak permasalahan yang sama dengan faktor yang berbeda. 


Studi pada tahun 2022 ditemukan bahwa angka bunuh diri di negeri ini mungkin empat kali lebih besar dari data resmi. Kurangnya data telah menyembunyikan besarnya persoalan bunuh diri di Indonesia, menurut beberapa pakar. Sedangkan, WHO mengatakan bunuh diri adalah penyebab kematian terbesar keempat di antara orang-orang yang berusia 15-29 tahun di seluruh dunia pada tahun 2019. (BBC, 25/1/23)


Banyak faktor yang menyebabkan anak-anak mengalami stres. Mulai dari keluarga, pendidikan,  lingkungan hingga peran negara bisa menjadi faktor meningkatnya angka stres di Indonesia. Jika dilihat dari faktor internal, keimanan yang ada dalam setiap individu masyarakat sangat berpengaruh. Tentunya ini akan mempengaruhi kondisi mental setiap individu yang ada. Dalam hal ini, peran keluarga sangat membantu dalam memperbaiki mental anak. 


Saat ini, peran negara yang diharapkan menjadi penolong dalam setiap permasalahan masyarakat tidak mampu mengatasinya. Karena sistem yang dipakai adalah sistem kufur, yang pastinya sangat bertentangan dengan sistem buatan Sang Khaliq yang sesuai dengan fitrah manusia. Sistem ini mengajarkan masyarakat untuk memiliki gaya hidup yang hedon. Sehingga, ketika tidak sesuai dengan ekspektasi, stres hingga bunuh  diri menjadi pilihannya. 


Dalam keluarga, orang tua beranggapan bahwa pendidikan sepenuhnya diserahkan ke institusi pendidikan. Sehingga orang tua tidak perlu untuk menanamkan akidah yang kuat terhadap anak-anak. Minimnya peran orang tua dalam mendampingi anak menjadikan anak tidak memiliki sosok yang dijadikan tempat untuk mencurahkan semua permasalahan yang dihadapinya. 


Sebenarnya, lingkunganlah yang menjadikan anak-anak memiliki mental yang buruk. Seperti perilaku teman, akhlak teman yang buruk, terjadinya bullying, pergaulan bebas, adanya budaya pacaran hingga terjadinya zina. Sikap hedonis pun tidak bisa dilepaskan dari kehidupan remaja era kapitalisme saat ini. Yang menjadikan materi sebagai standar kebahagiaan bagi masyarakat. Ketika tidak terpenuhi, maka stres akan terjadi di masyarakat. 


Dalam Islam, seluruh peraturan hidup diatur. Dari bangun tidur hingga tidur lagi. Maka tak lepas pula dalam mengatasi masalah bunuh diri ini. Memahami akidah Islam sebagai pandangan hidup adalah suatu kewajiban. Sehingga, setiap masyarakat bisa memahami apa hakikat dari penciptaan manusia. Sebagaimana firman Allah Swt.,

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (TQS. Az-Zariyat ayat 56).


Allah telah memerintahkan manusia akan tujuan hidupnya yaitu hidup hanya untuk beribadah kepada-Nya. Tentunya Allah sudah memberikan petunjuk, peraturan hidup yang benar dan sesuai dengan kehendaknya. Allah sudah memastikan bahwa peraturan yang Allah ciptakan untuk kita adalah peraturan yang sesuai dengan fitrah makhluknya. Dengan cara menerapkan syariat-Nya secara kafah agar dapat menjalankan peraturan yang Allah ciptakan untuk makhluk-Nya.


Sudah saatnya sistem yang diterapkan saat ini dicampakkan. Diganti dengan sistem yang memang sudah Allah ciptakan untuk kita yaitu sistem Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Wallahualam bissawab. [GSM]