Alt Title

Pengangguran Semakin Banyak, di Saat Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Pengangguran Semakin Banyak, di Saat Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Fakta sesungguhnya yang terjadi di tengah masyarakat sanggatlah berbeda dengan kenyataan yang mengatakan pengangguran menurun dan tingkat pertumbuhan ekonomi meningkat

Hal ini ditandai dengan semakin sulitnya masyarakat mencari pekerjaan. Daya beli masyarakat yang terus menurun tak ayal membuat banyak warung tutup dan pasar sunyi pembeli, serta dampak pengangguran yang memperbanyak kemiskinan di tengah masyarkat. Sehingga semakin luas kriminalitas yang dilatarbelakangi karena tiadanya pekerjaan dan kebutuhan dasar rumah tangga

_________________________


Penulis Siti Maryam 

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Penulis Muslimah Jambi



KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Fakta baru menunjukkan 7,99 juta orang Indonesia masih pengangguran. BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Februari 2023 sebesar 5,45% turun 0,38% dibandingkan bulan Februari 2022. (liputan 6[dot]com)


Senada dengan berita di atas, Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengklaim pertumbuhan ekonomi meningkat dengan menguatnya daya beli masyarakat yang membuat kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal 1/2023 melebihi kinerja ekonomi Cina pada kuartal yang sama.


Keadaan Riil di Tengah Masyarakat


Fakta sesungguhnya yang terjadi di tengah masyarakat sanggatlah berbeda dengan kenyataan yang mengatakan pengangguran menurun dan tingkat pertumbuhan ekonomi meningkat. Hal ini ditandai dengan semakin sulitnya masyarakat mencari pekerjaan. Daya beli masyarakat yang terus menurun tak ayal membuat banyak warung tutup dan pasar sunyi pembeli, serta dampak pengangguran yang memperbanyak kemiskinan di tengah masyarkat. Sehingga semakin luas kriminalitas yang dilatarbelakangi karena tiadanya pekerjaan dan kebutuhan dasar rumah tangga.


Sikap Pemerintah


Pemerintah terus berupaya menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Di antaranya: 

1. Memperkuat pelatihan vokasi. Sekretaris jendral kementrian ketenagakerjaan, Anwar Sanusi mengatakan saat ini pelatihan vokasi akan memainkan peran yang semakin strategis. Menginggat dari sisi pendidikan TPT didominasi tingkat pendidikan SMK (9,42%) dan SMA (8,5%)


2. Melakukan transformasi BLK (badan latihan kerja) 

Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi yang menekankan kolaborasi dan sinergi kerja antar kementerian, lembaga dunia usaha, dan industri.


Pengangguran Buah Sistem Kapitalisme


Sistem ekonomi kapitalisme yang diterapkan di negeri ini menjauhkan peran negara sebagai pengatur urusan rakyat. Para oligarkilah sesungguhnya yang mengatur jalannya berbagai kebijakan negeri ini yang cenderung menzalimi masyarakat, tetapi menguntungkan pihak kapitalis. Sehingga tidak dapat dihindari kesenjangan antara si kaya dan si miskin.


Sistem ini juga tidak mampu memotret situasi riil ekonomi orang per orang di masyarakat. Negara juga gagal memenuhi lapangan kerja rakyat, terbukti banyaknya pengangguran dan kemiskinan


Islam Atasi Pengangguran


Persoalan pengangguran adalah efek domino penerapan sistem kapitalis di negeri ini. Islam memiliki cara mengatasi masalah pengangguran ini antara lain:


(1) Menstabilkan sistem moneter dengan dua hal yaitu, pertama mengubah dominasi dolar dengan berbasis dinar dan dirham (emas dan perak). Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah di masa daulah (negara) Islam sehingga dapat menstabilkan harga. Kedua, mengganti perputaran kekayaan di sektor non-riil ke sektor riil. Selain karena keharamanya (ada unsur judi dan riba) juga dikarenakan sektor non-riil membuat sektor riil tidak berjalan optimal seperti saat ini.


(2) Pengaturan kepemilikan harta sebagaimana dalam Islam diatur dalam syariat Islam terbagi dalam tiga bagian kepemilikan, yakni, kepemilikan individu, umum, dan negara. Dalam hadis riwayat Muslim, “Kaum muslimin berserikat dalam 3 hal yakni air, api dan padang rumput." Sehingga tidak akan ada individu atau korporasi yang menguasai kepemilikan yang tidak dibenarkan dalam syariat.


(3) Penerapan sistem pendidikan yang terjangkau bahkan gratis sehingga mempermudah masyarakat memiliki ilmu dan keahlian yang menopang kehidupan mereka.


(4) Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan mendorong setiap laki-laki untuk bekerja.


(5) Menerapkan sistem ekonomi Islam yang memastikan seluruh kebutuhan dasar rakyat terpenuhi, yakni sandang, pangan, papan, keamanan, dan pendidikan.


Seluruh solusi Islam di atas hanya akan dapat diterapkan dalam sistem yang berasal dari Sang Pemilik kehidupan, yakni Allah Swt.. Hal ini telah terbukti berhasil dicontohkan Rasulullah dan para Khalifah setelahnya, belasan abad yang lalu. Ia memiliki parameter yang riil dan akurat dalam melihat persoalan masyarakat dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya.


Sungguh, negeri ini membutuhkan sistem terbaik khilafah dan penguasa yang amanah yang memahami kepemimpinan dalam Islam. Ia akan menerapkan seluruh syariat Islam yang dengannya pengangguran dapat diatasi dan memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Wallahualam bissawab. []