Alt Title

ADA APAKAH DENGAN PENGAJIAN?

ADA APAKAH DENGAN PENGAJIAN?


Ibu-Ibu Pengajian Menjadi Sorotan. Viral Ungkapan dari Tokoh Besar Megawati Soekarnoputri terkait Ibu-Ibu Pengajian 


Apa dan Bagaimana terkait Aktivitas Ibu-Ibu yang Senang dengan Pengajian? 


Penulis : Dewi Kusuma

(Pemerhati Umat)


kuntumcahaya.blogspot.com - Berita menghebohkan kembali mencuat dan menjadi viral. Adakah yang salah dengan pengajian sehingga mesti timbul wawasan yang menghebohkan?  Sepertinya tak kenal maka tak sayang. Dengan datang ke pengajian agar memperoleh ilmu dan rida Allah. 


Dikutip dari media REPUBLIKA, bahwa Ketua Dewan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, kembali menjadi sorotan  setelah pidatonya memicu kontroversi di media sosial (medsos). Dalam pidatonya terucap saat ia menjadi pemateri dalam Seminar Nasional Pancasila dalam Tindakan: 'Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta Mengantisipasi Bencana' di Jakarta Selatan pada Kamis (16/2/2023).

  

Pada acara yang dihadirinya, Beliau mengungkapkan betapa senangnya ibu-ibu datang ke pengajian dan bagaimana dia akan mengurus anak-anaknya jika dia sering ke pengajian? Pernyataan ini menimbulkan kontroversial. Sehingga membuat netizen banyak berkomentar. Sepertinya tak layak hal ini diungkapkan oleh pejabat negeri.


Inilah salah persepsi akibat sistem sekularisme yang dianut. Pengajian adalah ibadah spiritual yang wajib hukumnya. Pengajian termasuk dalam kategori thalabul ilmi. Dimana setiap individu muslim wajib untuk terjun di dalamnya. Di lain pihak mengurus rumah tangga bagi seorang ummu warabatul bait (ibu dan pengatur rumah tangga) pun wajib hukumnya.


Dalam dua keadaan ini tak mungkin bisa dipisahkan. Keduanya sama-sama wajib untuk dijalankan. Seorang ibu butuh ilmu dan wawasan dalam mendidik anak-anaknya. Di dalam pengajian pun banyak ilmu yang bisa diambil sebagai pelajaran untuk mendidik putra-putrinya agar menjadi generasi saleh. Bahkan banyak dari para ibu yang rela sambil mengasuh anak-anaknya untuk menghadiri pengajian.  Ibu-ibu pun datang pengajian sambil bawa dagangan demi menunjang kehidupan ekonomi keluarganya.


Dalam kondisi ekonomi masyarakat yang serba sulit, ibu-ibu pengajian tetap eksis mendampingi keluarganya. Meskipun badai PHK juga menyambangi para suami ibu-ibu pengajian.  Mereka tetap tabah dan bersinergi dengan suami agar ekonomi keluarga tercukupi. Jadi ibu-ibu pengajian adalah sosok yang hebat yang mampu bertahan dalam segala situasi.


Tak kenal dengan ibu-ibu pengajian maka tak mungkin ada rasa simpati. Tak kenal dengan ibu-ibu pengajian bagaimana mungkin bisa memahami. Hanya memandang dari jauh maka akan jadi salah persepsi. Selayaknya mesti duduk bareng agar bisa mengerti dan tak salah arti.


Negara sebagai pengayom masyarakat tentu tak boleh abai dalam menangani pendidikan masyarakat. Dengan adanya pengajian tentunya emak-emak akan semakin pintar dan cerdas. Meski badai PHK melanda suami dari emak-emak pengajian, mereka akan terampil dalam menghadapinya. Emak-emak datang ke pengajian sambil berdagang dan mengasuh anak. Justru anak-anak terdidik dengan baik karena selalu diajak untuk mencari ilmu. Seharusnya negara tampil terdepan untuk menyelenggarakan pengajian secara luas. Sehingga bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat. 


Dalam Islam pendidikan adalah faktor utama untuk kemajuan generasi. Negara wajib menyelenggarakannya secara gratis. Sehingga generasi penerus akan terdidik dengan baik. Adapun dasar dari pendidikan tersebut berbasis pada akidah Islam. Islam adalah agama yang berasal dari Allah Swt.. Maka akan tercipta generasi yang saleh sesuai dengan aturan Allah. 


Sedangkan keamanan dan kesehatan pun akan diberikan secara gratis kepada seluruh umatnya.  Dengan demikian maka pendidikan akan berjalan lancar dan akan menghasilkan generasi pemimpin yang terbaik untuk suatu kemajuan dan perubahan negeri.


Untuk pembiayaan semua itu negara mengambil dari kas Baitulmaal. Keuangan kas tersebut didapatkan dari pengolahan sumber daya alam, yang ada di dalam tanah, air maupun hutan. Pengelolaan ini dikuasai oleh negara dan hasilnya dimasukkan ke kas Baitulmaal untuk kepentingan masyarakat.


Untuk itu negara akan mampu memenuhi kebutuhan primer warganya. Sehingga seluruh rakyat terpenuhi kebutuhan hidupnya secara merata.


"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim No. 2699)


“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh.” (HR. Muslim No. 1631)


Betapa pentingnya menuntut ilmu. Sehingga orang-orang yang berilmu akan mendapatkan berbagai kemudahan. Dengan adanya ilmu yang kita miliki akan mendapatkan kemuliaan.


Adapun keutamaan memiliki ilmu adalah:

- Diangkat derajatnya

- Karena Ilmu adalah warisan para Nabi

- Orang berilmu akan diberi kebaikan dunia dan akhirat

- Orang berilmu dimudahkan jalannya ke surga

- Orang berilmu memiliki pahala yang kekal


Masya Allah sungguh sangat luar biasa orang yang mau menuntut ilmu. Dengan berilmu berbagai kemudahan akan bisa kita miliki. Berbagai pengajian yang diikuti akan membawa wawasan yang baru. Sehingga iman Islam kita akan semakin kuat. 


Dalam kehidupan berumah tangga ibu adalah sebagai sosok yang sangat penting untuk mendidik anak-anaknya. Seorang ibu sebagai ummun warabatul bait (ibu dan pengatur rumah tangga) wajib memiliki berbagai ilmu. Hal ini penting agar generasi yang dididiknya menjadi generasi perubahan pemimpin negeri. Wallahualam bisawwab.