Alt Title

Mengatasi Bencana Butuh Sistem yang Sturdy and Good Quality

Mengatasi Bencana Butuh Sistem yang Sturdy and Good Quality



Orang yang layak menjadi dokternya adalah orang yang amanah, bertanggung jawab, penuh iman, takut kepada Allah, dan sayang kepada semua makhluk yang Dia ciptakan. 

Dengan mempelajari Islam secara menyeluruh, setiap orang dapat menjadi dokternya sendiri


___________________________


Penulis Melta Vatmala Sari 

Kontributor Media Kuntum Cahaya, Mahasiswi Universitas Jambi dan Aktivis Dakwah 


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Sering kita lihat dan kita dengar berita, saudara kaum muslimin di luar sana tidak dapat merasakan tidur nyenyak. Karena, di saat tidur dikejutkan dengan kedatangan air yang begitu banyak juga deras memasuki rumah mereka. Mereka banyak mengalami kerugian seperti kehilangan nyawa, harta benda, rumah, juga tempat jembatan biasa di lalui terputus total. Mereka mengira akibat derasnya curah hujan sehingga air di sungai dan laut meluap, kemudian terjadilah banjir bandang.


Islam punya solusi dalam mengatasi bencana yaitu dengan politik Islam. Sistem Islam yang sturdy and quality (mapan dan berkualitas). Sebab, Islam satu-satunya sistem yang mampu membahagiakan umat serta mengatasi semua problematika yang terjadi di tengah umat saat ini. Terjadi bencana di berbagai tempat, bisa karena alam atau ulah tangan manusia. Berulangnya bencana dan memakan korban yang banyak, menunjukkan masih dibutuhkan adanya upaya mitigasi komprehensif, sehingga pencegahan dapat optimal demikian pula upaya menyelamatkan masyarakat.


Menurut cnnindonesia.com, banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menewaskan 15 orang. Hingga hari ini, Minggu 12/10/2024, petugas gabungan sedang mencari korban di tiga kecamatan yang terkena dampak. Dari belasan korban, 11 orang ditemukan di Kecamatan Canduang dan empat orang ditemukan di Kecamatan Sungai Pua, menurut data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam.


Di Sumatera Barat, banyak jalanan yang putus salah satunya di Lembah Anai, Bukit Tinggi, juga di Sitinjau Lauik sehingga orang dari Padang tidak bisa menempuh jalan menuju Lembah Anai dan seterusnya karena jembatan putus tidak bisa dilalui oleh mobil atau kendaraan bermotor. Terdengar kabar mulai dari 11 Mei kemarin sampai dengan 13 Mei, selama tiga hari berturut turut dilanda banjir bandang. 


Bencana banjir tidak semata mata dari curah hujan yang cukup tinggi bahkan akibat ulah tangan manusia itu sendiri membuang sampah sembarangan seperti di laut, di kolong jembatan, dan sungai. Mengakibatkan aliran sungai tersumbat juga aliran air laut semakin besar ombaknya. Sebab, air laut tidak mampu menyerap sampah terlalu banyak. Air hujan sebuah rahmat allah yang patut di syukuri karena tidak membuat kekeringan air. Sampah yang numpuk di sungai, laut, atau danau tidak sanggup untuk menghanyutkan dan mengalir dengan deras hingga naik ke daratan. 


Karena, aktivitas manusia yang gemar membuang sampah sembarangan, mengalihfungsikan hutan dan membangun jalan beton atau aspal. Sehingga tidak ada lagi tanah yang dapat menyerap air, bahkan membuat gunung-gunung tinggi menjadi daratan rendah. Hal itu menyebabkan kerusakan. Selama bertahun-tahun, Allah telah mengingatkan bahwa : “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (TQS Ar-Ruum [30]: 41).


Fenomena alam memiliki konsekuensi yang begitu mengerikan sehingga menyebabkan kerusakan dan kesengsaraan bagi masyarakat. Perencanaan dan mitigasi bencana masa depan masih kurang. Pemerintah harus berkonsentrasi pada perbaikan sistem dini agar masyarakat dapat diinformasikan secara cepat dan akurat tentang ancaman bencana yang akan datang. Tindakan pencegahan dan evakuasi cepat dilakukan. Selain itu, infrastruktur yang kokoh dapat mengurangi risiko banjir dan longsor di masa depan. Oleh karena itu, infrastruktur yang aman seperti tanggul, saluran air, dan sistem pengairan harus ditingkatkan. Sudah jelas bahwa mereka tidak lagi bergantung pada sektor swasta, terutama jika mereka bergantung pada penanaman modal asing.


Jika negara, memiliki banyak rekomendasi, kontribusi, dan hasil penelitian, kenapa tidak melakukan evaluasi sendiri? Untuk menurunkan risiko banjir, normalisasi dan peremajaan sungai harus dilakukan. Namun, kerusakan lingkungan jelas merupakan penyebab banjir. Selain itu, banjir dan tanah longsor juga disebabkan oleh proses konversi yang dibarengi dengan pembangunan yang asal-asalan namun mengabaikan analisis dampak lingkungan (AMDAL).


Lantas, siapa yang harus bertanggung jawab jika ini sudah terlanjur jadi? 


Sudah jelas bahwa semua ini berasal dari sistem yang salah yaitu, kapitalisme. Di sistem ini, semua sumber kekayaan alam yang berpotensi menguntungkan akan dikeruk sampai habis untuk memperoleh harta yang cukup, tanpa pernah memikirkan akibatnya. Sistem ini menghasilkan individu yang serakah, egois, tidak peduli dengan sesama, dan tidak peduli. Semua hanya dievaluasi dekat dengan materi.


Alam ini sedang menderita, dan memerlukan perawatan untuk memperbaiki kerusakan hutan, pengerukan gunung, kerusakan kehidupan laut dan sungai akibat banyaknya sampah. Sangat penting untuk mendapatkan dokter segera sebelum semuanya terlambat. Orang yang layak menjadi dokternya adalah orang yang amanah, bertanggung jawab, penuh iman, takut kepada Allah, dan sayang kepada semua makhluk yang Dia ciptakan. Dengan mempelajari Islam secara menyeluruh, setiap orang dapat menjadi dokternya sendiri. Karena, Islam tidak hanya dipelajari sebagai ibadah mahdah, tetapi dipahami sebagai pandangan hidup yang dapat menyelesaikan semua masalah. Wallahuallam bissawab. [Dara]