Alt Title

Aborsi Kian Marak, Moral Generasi Kian Merosot

Aborsi Kian Marak, Moral Generasi Kian Merosot

Dalam sistem Islam sebelum anak-anak lahir, maka pemimpin telah memberikan edukasi ilmu untuk para calon ibu bagaimana harusnya mendidik anak generasi bangsa agar tidak menyalahi aturan dalam hukum syarak

Dengan begitu anak-anak yang lahir dalam sistem Islam akan dijaga moralnya dari dua sisi, yaitu sisi orang tua dan sisi pemerintahan


_________________________


Penulis Rismawati Aisyacheng

Kontributor Media Kuntum Cahaya dan Pegiat Literasi


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI - Aborsi bukan lagi hal baru ditelinga rakyat Indonesia. Sebab, seringkali terjadi aborsi di negara kita tercinta ini. 


Memang benar aborsi memiliki dua tujuan yang berbeda: Pertama, mereka melakukan aborsi untuk menyelamatkan sang ibu yang mungkin kandungannya justru membahayakan kesehatan sang ibu atau semacamnya dan dilakukan oleh dokter ahli. Aborsi semacam ini dibolehkan dalam agama ataupun dalam hukum negara kita saat ini. Kedua, aborsi yang kedua adalah aborsi yang sering di lakukan oleh praktisi yang mencari cuan dengan membuka klinik ilegal, pasiennya pun kebanyakan adalah generasi-generasi muda yang hamil di luar nikah.


Faktanya hari ini aborsi yang marak terjadi di negara kita adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja dengan alasan malu telah hamil di luar nikah. Oleh sebab itu, banyak ahli medis yang mengambil jalan pintas untuk mendapatkan penghasilan banyak dengan cara membuat tempat-tempat aborsi ilegal. Nah sebagai bukti, baru-baru ini memang telah banyak ditemukan klinik-klinik  praktik aborsi yang ada di negara kita tercinta.  


Sebagaimana yang di lansir oleh tvonenews[dot]com (05/11/2023) bahwa Penyidik Reskrimum Polda Metro Jaya telah melaporkan bahwa sekitar empat orang yang menjadi tersangka atas kasus penggeledahan rumah yang ternyata dijadikan tempat praktik aborsi ilegal di daerah Ciracas, tepatnya di Jakarta Timur. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyuda juga telah mengungkapkan bahwa Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan tim Gabungan Puslabfor beserta pihaknya telah melakukan pembongkaran pada tangki septik tank bagian depan rumah klinik yang diduga sebagai tempat pembuangan janin yang telah diaborsi. Dari hasil pembongkaran tersebut, setidaknya petugas akhirnya menemukan tujuh kerangka janin yang diduga adalah tulang belulang janin bayi hasil praktik aborsi yang dilakukan ke-empat pelaku tersebut.


Selain itu, dalam sebuah artikel merincikan bahwa menurut Nurhafni (2022:2), dari 405 kehamilan yang tidak direncanakan, ternyata ada sekitar 95% dilakukan oleh para remaja yang masih berusia 15-25 tahun. Menurut Nurhafni  angka kejadian aborsi di Indonesia kini mencapai 2,5 juta kasus, 1,5 juta di antaranya dilakukan oleh remaja. Sementara itu, di Bandung sekitar 20% dari 1.000 remaja pernah melakukan seks bebas, dan diperkirakan 5-7% adalah remaja yang tinggal di pedesaan. Oleh karena itu, sebagai bahan catatan bahwa jumlah remaja di Kabupaten Bandung ternyata ada sekitar 765.762. Diperkirakan ada sekitar 38-53 ribu remaja putra yang telah melakukan seks bebas. Kemudian, sebanyak 200 remaja putri melakukan seks bebas, setengahnya kedapatan hamil dan 90% dari jumlah itu melakukan aborsi. (smakaquinasruteng[dot]sch[dot]id, 28/10/2023)


Dari fakta di atas menunjukkan pada kita bahwa moral generasi masa kini memang kian merosot. Seolah hamil di luar nikah adalah hal yang biasa, ditambah lagi banyaknya klinik-klinik ilegal untuk aborsi. Alhasil, remaja masa kini seolah tak takut salah jalan dalam hubungan asmara mereka yang kebablasan. 


Para pelaku aborsi pun tak tanggung-tanggung membuka klinik ilegal aborsi demi meraup keuntungan yang banyak dari mereka yang sedang kebingungan dengan aib yang ia bawa. Sungguh miris rasanya melihat kondisi negeri ini yang katanya 90% muslim, tapi moral seolah tak punya. Inilah hasilnya jika agama di pisahkan dari kehidupan, sebagaimana yang diterapkan dalam sistem kapitalisme saat ini. Alhasil, para generasi muda kini mulai rusak, merosot, bahkan hilang terkikis sedikit demi sedikit moral yang mereka miliki. 


Lihat, betapa entengnya mereka melakukan dosa berlapis-lapis, melakukan interaksi dengan lawan jenis yang bukan mahram bahkan sampai hamil di luar nikah, dan mirisnya mereka sampai melakukan aborsi yang sama halnya membunuh bayi yang tak berdosa dari hasil zina mereka. Namun, negara yang harusnya memiliki tanggung jawab untuk melindungi moral anak bangsa, seolah tak begitu peduli dengan kerusakan generasi masa kini, faktanya tiap tahun terjadi aborsi yang dilakukan oleh remaja. Bukan hanya itu, akibat dari sistem kapitalisme yang memisahkan Islam dalam kehidupan, ternyata juga membuat orang tua cuek dalam penjagaannya terhadap anak-anaknya. 


Berbeda dengan sistem Islam yang sangat menjaga dan melindungi anak-anak remaja atau generasi-generasi muda dari kerusakan moral. Dalam sistem Islam sebelum anak-anak lahir, maka pemimpin telah memberikan edukasi ilmu untuk para calon ibu bagaimana harusnya mendidik anak generasi bangsa agar tidak menyalahi aturan dalam hukum syarak. Dengan begitu anak-anak yang lahir dalam sistem Islam akan dijaga moralnya dari dua sisi, yaitu sisi orang tua dan sisi pemerintahan. Karena Islam memandang bahwa generasi muda adalah generasi penerus bangsa. 


Oleh karena itu, sistem Islam sangat menjaga dan melindungi para pemuda di masa Daulah Islam. Pemimpin negara akan menyiapkan kurikulum yang berbasis Quran. Sehingga para pemudanya akan sibuk membaca dan menghafal Al-Quran. Selain itu dari segi pergaulan, kaum wanita dipisahkan dari kaum laki-laki agar tidak melakukan ikhtilat jika tidak ada keperluan yang syari. Muslimah juga di ajarkan untuk menggunakan pakaian yang sesuai syariat Islam, tidak membuka aurat di depan umum apa lagi pacaran. Karenanya moral para generasi di masa Daulah Islam sangat terjaga. Alhasil di masa itu ditemukan para pemuda pemudi cerdas yang hebat dan tangguh, seperti Muhammad Al Fatih yang di usia 20-an tahun ia sudah mampu menaklukkan wilayah Konstantinopel pada masanya. 


Begitulah kiranya kondisi generasi muda ketika sistem Islam yang diterapkan, takkan ada kemerosotan apa lagi kerusakan pada moral generasi muda sebagaimana yang terjadi pada para pemuda generasi dimasa kini. Bahkan takkan ada mental pembunuh  bayi (aborsi) apa lagi mental pezina untuk generasi muda di masa Daulah Islam, karena yang diterapkan adalah hukum-hukum Allah yang sangat menjaga akidah dan moral pemuda-pemudinya. Oleh karena itu, jika kita ingin menghentikan kemerosotan moral generasi masa kini, maka yang kita harus lakukan adalah menyuarakan penerapan sistem Islam. Sebab hanya sistem Islam yang mampu menjaga generasi muda dari kemerosotan moral.

Wallahualam bissawab. [GSM]